NAVIGATION
[Next Chapter] [Previous] [First] [Last]
Setelah menuangkan banyak hal ke atas kertas - air mata, tinta, perasaan dan ilfeel karena belum sempet finishing pake grey marker yang sudah saya siapkan - saya kembali ke kamar dan menemukan teman sekamar saya sama betenya.
"Tau gak sih, temanya bukan yang ada di buku."
Lalu saya berkata sama; Kategori komik juga tidak sesuai temanya dengan apa yang ada di buku pedoman. Kasihan Mauren. Kasihan Diko. Kasihan Hastom. Apalagi Zahra yang saya bantuin nyari referensi dari shubuh...
Oh, well... saya berhasil improvisasi, jadi saya lumayan pede enggak akan malu-maluin diri sendiri. Enggak, saya tidak pernah berkata saya pe-de menang, karena tujuan saya di ARKI ini adalah nyari temen dan bikin kesan doang.
Detik ini saya belum ketemu Hastomo, dan saya bertanya-tanya;
'Kalau Diko setinggi itu, saya segimananya Hastomo ya...'
Karena, jujur, saya cebol. MAUREN OKTA AJA LEBIH TINGGI DARIPADA SAYA (nangis).
Dan tolong dicatat, ARKI 2016 ini bakal jadi ARKI terakhir saya karena saya sudah kelas 12... udah mah tua, saya cebol, dan enggak punya kepercayaan diri lagi (ceritanya panjang, ntar baca aja dulu deh).
Setelah lomba, kami harus mengisi form lain, dan sayangnya cuma saya yang bawa cepuk (karena saya lomba komik dan saya hobi gambar di tengah-tengah orang lagi pidato panjang), jadi pulpen saya dipinjam-pinjam.
Sambil mengoper-oper pulpen, tiba-tiba ada anak perempuan (yang lebih kecil daripada saya) yang nanya, "Ini pulpen siapa?"
"Oh, punya saya."
"Pinjem ya?"
Ya saya naro di sana emang buat dipinjem sih - tapi cara dia minta izin, astaga kawaii banget oemjeh.
"Siapa namanya?" tanyaku.
"Rubee."
"Rubi - kayak batu permata?"
Dan enggak, saya bukan memuji. Saya nanya ejaan namanya - tapi dia tersipu-sipu. Kan makin kawaii-desu... meski sebenernya gak enak sih dikenakan salah paham yang disertai salah tingkah.
Side note: Untung gue bukan cowok. BHAK.
"Bukan. R-U-B-E-E."
"Oh."
Udah, percakapan saya dan Rubee berhenti di sana - karena saya juga awkward mau nanya apa lagi dan saya sibuk bertanya-tanya sependek apa saya di mata Hastomo.
Saya tengok kanan-kiri, dan jujur saya masih... gak kenal banyak orang. Ditambah lagi, meski saya sudah tahu beberapa orang yang berisik, saya takut sama Muhammad de Putra, si pujangga cilik yang SANGAT tinggi dan SANGAT berisik. Kawan, saya introvert yang minder, dihadapkan dengan ekstrovert ribut yang pede bukan main saya malah merasa jadi sebutir debu di atas kapas. Kelihatan jelas dan enggak berguna.
Oke, itu agak lebay. Maaf ya Putra, kalau kamu baca ini. Tapi kesan pertama saya memang gitu ke kamu - takut setengah mati.
I'm so awkward with people QAQ
Anyway, sampai mana tadi?
Kita skip aja di bagian saya mau ngambek karena bapak-bapak yang saya lupa nama/ jabatannya itu gak dinotis karena anak-anak sibuk sendiri... (soalnya kurang menarik) dan kita bahas sesi paling abnormal;
Kokologi.
Damn, ada kokologi di tengah-tengah acara ginian... tapi yang bikin saya nangis (babak kedua) adalah pertanyaan ini;
Suatu hari ada seekor burung berwarna biru tiba-tiba masuk ke rumah anda dan terperangkap didalamnya. Anda pun berniat untuk memeliharanya. Namun, ada suatu keanehan yang terjadi pada burung tersebut.
Pada hari pertama warna burung tersebut berubah dari biru menjadi kuning.Pada hari kedua berubah lagi dari kuning menjadi merah terang.Hari ketiga berubah lagi menjadi hitam.
Akan berubah menjadi warna apakah burung tersebut di hari berikutnya?
Pilih salah satu :
a. tetap hitamb. kembali menjadi warna biruc. menjadi warna putihd. menjadi warna emas
Well, dan karena sebelumnya ada pertanyaan yang saya jawab dan bagus, saya pede aja. Tutup mata, membayangkan...
...hitam. Tetap hitam.
BTW saya udah sensor jawabannya biar kalian enggak intip-intip dulu. Nih, di bawah:
a. Burung tetap berwarna hitam
Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang memiliki pandangan yang PESIMIS.
b. Burung berubah kembali menjadi biru
Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang OPTIMIS.
c. Burung berubah menjadi putih
Menggambarkan bahwa anda adalah orang yang tenang dan tegas dibawah tekanan.
d. Burung berubah menjadi warna emas
menggambarkan bahwa anda adalah seseorang yang tidak memiliki rasa takut, anda tidak mengenal tekanan bagi anda.
Yep.
Detik itulah baru aku berpikir tentang hidup saya.
Saya hiatus nyaris setaun karena ditolak penerbit - tiap ditolak, hiatus setahun untuk memperbaiki diri. Saya sering ngerasa gak berguna dan nangis diam-diam di kamar. Bahkan untuk ikut ARKI saja, saya ngerasa saya akan kalah, dan butuh dorongan konyol dari teman saya untuk mengirimkan naskah komik saya sendiri. Mungkin yang sering berkunjung ke blog ini ngecek update, tahu kalau saya pernah bilang saya depresi dan pingin bunuh diri (dihapus - karena ya, besoknya saya baik-baik aja).
Bahwa saya adalah orang bodoh.
Dan karena saya sadar sifat saya sesuai dengan jawaban itu, saya nangis.
Gak tau kenapa. Tapi untung saya gak punya teman (Zahra punya teman-teman lain dan Mauren sudah berkenalan dengan banyak orang - secara teknis saya gak punya geng ataupun grup yang bakal peduli sama saya) dan saya duduk paling depan, jadi enggak ada yang menangkap saya menangisi diri sendiri pas noleh ke belakang buat menyesuaikan jawaban dengan teman-temannya.
Yah.
Sampai jumpa di part 5
Tampilkan postingan dengan label Writing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Writing. Tampilkan semua postingan
Minggu, 07 Mei 2017
Sabtu, 30 Juli 2016
Mengambil Inspirasi Dari Manga Untuk Novel - Kenapa Rohaluss Tidak Suka
Karena dari 5 novel FantasTeen yang terang-terangan menggunakan inspirasi dari animu, cuma ada 1 yang bagus.
Sisanya, entah itu mereka pintar dalam mencari inspirasi sehingga saya tidak sadar. And thats mean, There is a way to have Manga as your novel inspiration. Beneran ada caranya. Yah... yah...
...hanya satu dari lima buku itu angka yang cukup besar, loh.
THE ROHALUSS FIRST OFFICIAL RANT in ROHIE'S JOURNAL
Manga as Novel Inspiration
DISCLAIMER:
Aku penggemar kedua jenis karya itu. Aku tidak terlalu mengelu-elukan novel maupun manga. Heck, I wrote both of it, meskipun saya amatir dalam keduanya. Tapi setidaknya saya tahu sedikit. Tolong jangan diambil terlalu banyak, kadang saya agak marah dan perlu menuangkannya saja.
Jika ada yang tersinggung, maka saya mohon maaf.
Kenapa aku tidak menyarankan pemula untuk mengambil inspirasi dari manga?
Sederhana. Meskipun memiliki banyak persamaan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Dan beberapa bagian bahkan sangat kontras satu sama lain sehingga tidak dapat digabung menjadi satu.
Sure, Manga sama seperti Novel. Menceritakan dan menyampaikan kisah pada orang yang membacanya.
Perbedaan pertama yang membuat mereka kontras, adalah cara penyampaiannya. Manga menyampaikan dengan gambar. Novel menyampaikan dengan tulisan dan kata-kata. Nah, masalah pertamanya juga ada di sini.
1. Kamu bisa dengan mudah memaksa imajinasi pembaca dengan gambar, tapi akan sulit dengan kata-kata. Coba kamu deskripsikan satu karakter ke 8 orang berbeda yang bisa gambar. Coba aja. Kalau gambar mereka mirip, syukur. Tapi kalau mendekati saja, yah... kamu udah jadi penulis yang bagus kok.
Kamu gak bisa maksa imajinasi orang, nak. Dan memaksakan hal tersebut di dalam bentuk tulisan, jika tidak berhati-hati hanya akan terkesan seperti infodumping dengan cara paling tidak profesional sama sekali.
But yeah, there IS a way. Cuma kalau saya bahas disini, nanti kepanjangan. Takut jadi tutorial, kan agak bangsat juga. Tulisan Imajinasi mau dikemanakan?
2. Kebanyakan novel remaja yang jelas-jelas mengambil inspirasi dari anime/manga itu KELIHATAN BANGET referensinya. Saya marah soal yang satu ini. Bukannya aku membenci ini sekali, tapi hei, plis deh. Ada batasan antara plagiarisme dan inspirasi. Kalau bisa, plis jangan disentuh, apalagi dilangkahin sedikitpun. Case in point, dua novel FantasTeen yang menggunakan percakapan antar dua karakter (persis banget, gila, sampai pakai urat aku nyelesain bukunya), dan karakter yang sama menggunakan hampir setengah plotnya mirip.
(Oke, ceritanya emang beda jauh. Salut untuk yang mendaur ulang plot. Tapi lain kali, setidaknya gitu, gendernya diubah, atau apanya diubah... Masih kelihatan referensinya jelas banget deh. Kan kzl.)
Dikutip dari blognya Mb. Balthazar (dengan perubahan banyak, soalnya saya males nyari link-nya), anggaplah karya penulis adalah seekor ayam. Kalau kamu curi, terus dijual dipasar, ya jelaslah kamu bakal dikeroyok warga. Saya juga mau nabok penulis yang kayak gini. Gak pantas disebut penulis.
Tapi tenang. Nyolong tuh, harus aman. Kamu bisa ambil referensi. Misal, pakai kaki ayamnya doang. Terus diolah pakai bumbu racikan sendiri. Disajikan dengan sambel yang kamu racik sendiri (atau nyolong dari kebun warga). Kelihatan gak, itu ayam yang kamu curi? Semoga enggak. Soalnya karya tulis tetap saja bukan ayam. Pinter-pinter ngolahnya.
Intinya, jangan sampai kamu sajikan dengan mentah. Kalau mirip banget, orang bakal curiga. Saya yang sensitif aja mau nabok penulis yang pakai percakapan tersebut. Yang kedua yang mendaur ulang plot enggak, saya salut sama keberanian dia. Cuma, kalau diulang lagi, saya beneran tabok. Pake Hell's Sword. Pinjem punya Wheza. Critical hit. Kalau bisa, sekalian Overkill.
Hint: Anime yang saya sebut di sini adalah Another (Horror anime)
3. Percaya atau enggak, bikin karakter di manga/anime dan di novel itu jauh berbeda. Orang mahaganteng mungkin bisa membuat pembaca manga terpikat, tapi di novel bisa jadi Mary Sue false alarm. Novel lebih realistik daripada manga/anime, jadi ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna. Sementara itu, di manga (apalagi shoujo manga), ganteng itu sebuah atribut yang biasa digunakan. Gak aneh, apalagi terlihat menyebalkan.
4. Orang mengalahkan satu batalion musuh seorang diri di komik bisa kelihatan keren
Tapi di dalam novel (jika tidak hati-hati) malah Mary Sue. Malah, kalau mau alay sedikit, tanpa skill yang memadai, dan kamu mencoba tulis adegan anime di novel, jadinya kayak Deus Ex-Machina ditambah dengan sentuhan Narm.
Ini masih merujuk pada statement pertama paling atas. Kamu enggak bisa memaksakan imajinasi orang yang baca teks. Makanya saya tidak pernah menyuruh orang yang baca blog aku untuk mengambil inspirasi dari manga. (To be safe, that's it)
5. Ekspresi di anime dibuat-buat, terkesan hiperbolik. Jujur, saya ngakak bukan main saat membaca (yang ini saya seneng deh, mentionnya) Solvite-nya Hilmy An Nabhanny. Kelihatan anime-nya. Banget. Saya recomend banget buat baca ini kalau kalian mau tahu kenapa saya kurang suka mendengar 'inspirasi dari manga'.
And that's it, my rant has finally over. Thank you for reading.
Sisanya, entah itu mereka pintar dalam mencari inspirasi sehingga saya tidak sadar. And thats mean, There is a way to have Manga as your novel inspiration. Beneran ada caranya. Yah... yah...
...hanya satu dari lima buku itu angka yang cukup besar, loh.
![]() |
| Coret kata Review di banner ini Ganti jadi 'RANT' |
THE ROHALUSS FIRST OFFICIAL RANT in ROHIE'S JOURNAL
Manga as Novel Inspiration
DISCLAIMER:
Aku penggemar kedua jenis karya itu. Aku tidak terlalu mengelu-elukan novel maupun manga. Heck, I wrote both of it, meskipun saya amatir dalam keduanya. Tapi setidaknya saya tahu sedikit. Tolong jangan diambil terlalu banyak, kadang saya agak marah dan perlu menuangkannya saja.
Jika ada yang tersinggung, maka saya mohon maaf.
Kenapa aku tidak menyarankan pemula untuk mengambil inspirasi dari manga?
Sederhana. Meskipun memiliki banyak persamaan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Dan beberapa bagian bahkan sangat kontras satu sama lain sehingga tidak dapat digabung menjadi satu.
Sure, Manga sama seperti Novel. Menceritakan dan menyampaikan kisah pada orang yang membacanya.
Perbedaan pertama yang membuat mereka kontras, adalah cara penyampaiannya. Manga menyampaikan dengan gambar. Novel menyampaikan dengan tulisan dan kata-kata. Nah, masalah pertamanya juga ada di sini.
1. Kamu bisa dengan mudah memaksa imajinasi pembaca dengan gambar, tapi akan sulit dengan kata-kata. Coba kamu deskripsikan satu karakter ke 8 orang berbeda yang bisa gambar. Coba aja. Kalau gambar mereka mirip, syukur. Tapi kalau mendekati saja, yah... kamu udah jadi penulis yang bagus kok.
Kamu gak bisa maksa imajinasi orang, nak. Dan memaksakan hal tersebut di dalam bentuk tulisan, jika tidak berhati-hati hanya akan terkesan seperti infodumping dengan cara paling tidak profesional sama sekali.
But yeah, there IS a way. Cuma kalau saya bahas disini, nanti kepanjangan. Takut jadi tutorial, kan agak bangsat juga. Tulisan Imajinasi mau dikemanakan?
2. Kebanyakan novel remaja yang jelas-jelas mengambil inspirasi dari anime/manga itu KELIHATAN BANGET referensinya. Saya marah soal yang satu ini. Bukannya aku membenci ini sekali, tapi hei, plis deh. Ada batasan antara plagiarisme dan inspirasi. Kalau bisa, plis jangan disentuh, apalagi dilangkahin sedikitpun. Case in point, dua novel FantasTeen yang menggunakan percakapan antar dua karakter (persis banget, gila, sampai pakai urat aku nyelesain bukunya), dan karakter yang sama menggunakan hampir setengah plotnya mirip.
(Oke, ceritanya emang beda jauh. Salut untuk yang mendaur ulang plot. Tapi lain kali, setidaknya gitu, gendernya diubah, atau apanya diubah... Masih kelihatan referensinya jelas banget deh. Kan kzl.)
Dikutip dari blognya Mb. Balthazar (dengan perubahan banyak, soalnya saya males nyari link-nya), anggaplah karya penulis adalah seekor ayam. Kalau kamu curi, terus dijual dipasar, ya jelaslah kamu bakal dikeroyok warga. Saya juga mau nabok penulis yang kayak gini. Gak pantas disebut penulis.
Tapi tenang. Nyolong tuh, harus aman. Kamu bisa ambil referensi. Misal, pakai kaki ayamnya doang. Terus diolah pakai bumbu racikan sendiri. Disajikan dengan sambel yang kamu racik sendiri (atau nyolong dari kebun warga). Kelihatan gak, itu ayam yang kamu curi? Semoga enggak. Soalnya karya tulis tetap saja bukan ayam. Pinter-pinter ngolahnya.
Intinya, jangan sampai kamu sajikan dengan mentah. Kalau mirip banget, orang bakal curiga. Saya yang sensitif aja mau nabok penulis yang pakai percakapan tersebut. Yang kedua yang mendaur ulang plot enggak, saya salut sama keberanian dia. Cuma, kalau diulang lagi, saya beneran tabok. Pake Hell's Sword. Pinjem punya Wheza. Critical hit. Kalau bisa, sekalian Overkill.
Hint: Anime yang saya sebut di sini adalah Another (Horror anime)
3. Percaya atau enggak, bikin karakter di manga/anime dan di novel itu jauh berbeda. Orang mahaganteng mungkin bisa membuat pembaca manga terpikat, tapi di novel bisa jadi Mary Sue false alarm. Novel lebih realistik daripada manga/anime, jadi ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna. Sementara itu, di manga (apalagi shoujo manga), ganteng itu sebuah atribut yang biasa digunakan. Gak aneh, apalagi terlihat menyebalkan.
4. Orang mengalahkan satu batalion musuh seorang diri di komik bisa kelihatan keren
Tapi di dalam novel (jika tidak hati-hati) malah Mary Sue. Malah, kalau mau alay sedikit, tanpa skill yang memadai, dan kamu mencoba tulis adegan anime di novel, jadinya kayak Deus Ex-Machina ditambah dengan sentuhan Narm.
Ini masih merujuk pada statement pertama paling atas. Kamu enggak bisa memaksakan imajinasi orang yang baca teks. Makanya saya tidak pernah menyuruh orang yang baca blog aku untuk mengambil inspirasi dari manga. (To be safe, that's it)
5. Ekspresi di anime dibuat-buat, terkesan hiperbolik. Jujur, saya ngakak bukan main saat membaca (yang ini saya seneng deh, mentionnya) Solvite-nya Hilmy An Nabhanny. Kelihatan anime-nya. Banget. Saya recomend banget buat baca ini kalau kalian mau tahu kenapa saya kurang suka mendengar 'inspirasi dari manga'.
And that's it, my rant has finally over. Thank you for reading.
Selasa, 22 Maret 2016
About The Writing Club...
Does anyone asks about Writing Club?
Well, I'm the admin-desu! #mendadakwibu
Pertama, aku akan jelaskan salah satu yang saya dijadikan admin pembantu... wZha Writing Club!
wZha Writing Club adalah grup menulis dimana saya adalah salah satu dari admin pembantu yang mereview, memberi tips menulis, dan mencoba menghidupkan tempat... soalnya admin utamanya males *ohok* Kita emang lagi hiatus, dan kemungkinan besar, tanpa persetujuan admin utama, gak ada yang bisa daftar masuk lagi.
Kenapa?
Entah. Wheza tergila-gila pada angka 99 sehingga dia ingin menciptakan klub beranggotakan 99 orang, despite things that will happens next.
Ceritanya panjang. Aku gak mungkin bisa ganti pikiran dia sedikitpun.
Apa saja yang diajarkan di sana?
Kita ada challenge bulanan yang lagi hiatus. Kita juga support kalau ada yang kirim cerpen... paling dibabat sama Iru dan saya kalau kalian bikin kesalahan yang bikin gatel. Kita juga terima request, dan konsultasi one by one dengan ketiga admin tertinggi (cailah).
Terus, disana bisa ngapain aja?
Kirim cerpen kalian, nanti dibabat sama admin pemerbaiki cerita, member yang lain saling support dan memberi masukkan... semoga.
Kalau mau masuk?
Izin Wheza. Wewenang saya hanya ada di mereview cerita yang diserahkan member.
BTW, sejak kejadian phising di sana, Wheza hati-hati dalam memasukkan posting. Untuk menghindari kejadian memalukan yang menyinggung unsur SARA, setiap posting yang masuk ke sana harus dikonfirmasi oleh admin. Eh, kalau dijelasin panjaaaanggggg.... deh. Pokoknya ada yang phising karena FB-nya dibajak dan jadnya heboh. Udah, gitu doang.
Kayaknya menarik! Gimana dong, aku tetep mau ikut!
Akan kucoba bicarakan hal ini sama Wheza. Dia juga mau hiatus setelah buku ketujuhnya, yang lagi di tangan penerbit untuk dikembangkan sekarang. Kemungkinan besar saya yang ambil alih. Atau Iru. Atau temennya yang satu lagi. Atau yang lainnya. Entah.
Pokoknya. Gitu.
Sekarang, writing club yang aku menjadi admin... dan sebenernya gak ada gunanya sekarang :v
Ini adalah grup saya sendiri! Gak ada gunanya sih selain update tutorial baru dan menerima request-request. Tapi nanti mungkin akan berkembang menjadi sebuah blog menulis yang lebih 'wah' lagi.
Untuk sementara, diskusi terbuka akan dilakuan di akun saya. Sampai jumlah anggota memadai untuk membuka diskusi, setidaknya...
Oh, tapi kalian bisa kirim cupkikan cerita, bertanya, dll. Saya insya allah jawab.
Eh, that's it.
I guess...
Well, I'm the admin-desu! #mendadakwibu
Pertama, aku akan jelaskan salah satu yang saya dijadikan admin pembantu... wZha Writing Club!
wZha Writing Club adalah grup menulis dimana saya adalah salah satu dari admin pembantu yang mereview, memberi tips menulis, dan mencoba menghidupkan tempat... soalnya admin utamanya males *ohok* Kita emang lagi hiatus, dan kemungkinan besar, tanpa persetujuan admin utama, gak ada yang bisa daftar masuk lagi.
Kenapa?
Entah. Wheza tergila-gila pada angka 99 sehingga dia ingin menciptakan klub beranggotakan 99 orang, despite things that will happens next.
Ceritanya panjang. Aku gak mungkin bisa ganti pikiran dia sedikitpun.
Apa saja yang diajarkan di sana?
Kita ada challenge bulanan yang lagi hiatus. Kita juga support kalau ada yang kirim cerpen... paling dibabat sama Iru dan saya kalau kalian bikin kesalahan yang bikin gatel. Kita juga terima request, dan konsultasi one by one dengan ketiga admin tertinggi (cailah).
Terus, disana bisa ngapain aja?
Kirim cerpen kalian, nanti dibabat sama admin pemerbaiki cerita, member yang lain saling support dan memberi masukkan... semoga.
Kalau mau masuk?
Izin Wheza. Wewenang saya hanya ada di mereview cerita yang diserahkan member.
BTW, sejak kejadian phising di sana, Wheza hati-hati dalam memasukkan posting. Untuk menghindari kejadian memalukan yang menyinggung unsur SARA, setiap posting yang masuk ke sana harus dikonfirmasi oleh admin. Eh, kalau dijelasin panjaaaanggggg.... deh. Pokoknya ada yang phising karena FB-nya dibajak dan jadnya heboh. Udah, gitu doang.
Kayaknya menarik! Gimana dong, aku tetep mau ikut!
Akan kucoba bicarakan hal ini sama Wheza. Dia juga mau hiatus setelah buku ketujuhnya, yang lagi di tangan penerbit untuk dikembangkan sekarang. Kemungkinan besar saya yang ambil alih. Atau Iru. Atau temennya yang satu lagi. Atau yang lainnya. Entah.
Pokoknya. Gitu.
Sekarang, writing club yang aku menjadi admin... dan sebenernya gak ada gunanya sekarang :v
Ini adalah grup saya sendiri! Gak ada gunanya sih selain update tutorial baru dan menerima request-request. Tapi nanti mungkin akan berkembang menjadi sebuah blog menulis yang lebih 'wah' lagi.
Untuk sementara, diskusi terbuka akan dilakuan di akun saya. Sampai jumlah anggota memadai untuk membuka diskusi, setidaknya...
Oh, tapi kalian bisa kirim cupkikan cerita, bertanya, dll. Saya insya allah jawab.
Eh, that's it.
I guess...
Rabu, 30 Desember 2015
[FB Discussion] Karakter Seperti Apa yang Bagus Menurut Kamu?
Akhir-akhir ini, saya memutuskan untuk membuat sebuah Facebook Discussion, dimana saya bertanya dan teman-teman FB saya menjawab. Pertanyaan minggu ini adalah 'Karakter seperti apa sih, yang bagus menurut kalian?'. Dan jawabannya, (meskipun saya cuma punya temen FB dikit :'v) lumayan bagus!
First off, saya dulu deh yang ngomong. Menurut Rohaluss sendiri, karakter yang bagus itu karakter yang punya keinginan, kelemahan, dan sifat yang mendukung. Tapi kelemahannya enggak sembarangan. Kelemahan itu adalah penghalang dia untuk mencapai keinginan, dan soal sifatnya... aku suka yang cliche, namun digabungkan dengan sifat yang agak 'beda'. Enggak perlu antimainstream, yang penting menarik.
Sekarang, ayo kita dengar jawaban dari orang lain!
Sepertinya memang antimainstream adalah sesuatu yang dihargai pembaca... ya? Tapi akhir-akhir ini semua karakter mainstream semua, jadi... Penulis, silahkan buat sesuatu yang antimainstream sendiri. Hindari klise? Uh, klise tidak dapat dihindari...
Lalu, satu komentar dari Writing Buddy saya bikin saya bener-bener ngerasa 'wah', gitu. Kalian inget orang yang pernah saya promosiin blognya karena dia nulis tutorial kisah horror? Apa jawaban dari dia?
Kelainan! Itu kelemahan yang paling klise, tapi enggak pernah basi. (Sama kayak 'penyelamat bumi', sering dipakai tapi gak pernah basi! Selalu ada yang baru)
Temen gambar saya juga angkat bicara! *Nama disensor soalnya nama Google+ dan FB dia beda*
Sepupuh sayah jugah ikuth komentarh *apa-apaan ini huruf*
....
Uh... karakter anime di novel... Ternyata masih ada yang suka. Jadi jangan takut.Meskipun kalian bakal saya gampar pada akhirnya karena karakter anime tidak terlalu realistik... *cough* maaf, saya kebawa emosi. Pastikan saja karakter anime yang kalian buat di novel cukup realistik untuk dibaca.
This is one of the best answer I ever got
No need description. 'sesuatu yang dipertaruhkan'... Itu membuat segalanya berbeda. SELANJUTNYA ORANG LAIN!!
Aku kaget juga ngelihat jawaban ini. Survey menyatakan bahwa karakter emo adalah karakter yang menarik.... juga indigo. Juga rada gila. Pokoknya misterius dan aneh adalah kombinasi yang... bagus? Yah, sekreatifnya penulis aja dah. Aku yakin kalian bisa, kalau mau.
Last, but not least, gua sempet debat sama penulis yang satu ini.
Sip.
Itu aja untuk hari ini. Diskusi-nya selesai sampai sini, semoga kalian... mengambil satu-dua pelajaran.
Btw, yang gak temenan sama saya tapi mau ikut diskusi... saya berencana membuat fanpage Tulisan Imajinasi Blog. Menurut kalian kalau gitu bakal ada yang ikutan gak? Atau saya bikin sementara untuk teman-teman menulis dulu aja, terus di-share?
Plz halp.
Sincerly, Rohaluss yang lagi kena Writer Block
First off, saya dulu deh yang ngomong. Menurut Rohaluss sendiri, karakter yang bagus itu karakter yang punya keinginan, kelemahan, dan sifat yang mendukung. Tapi kelemahannya enggak sembarangan. Kelemahan itu adalah penghalang dia untuk mencapai keinginan, dan soal sifatnya... aku suka yang cliche, namun digabungkan dengan sifat yang agak 'beda'. Enggak perlu antimainstream, yang penting menarik.
Sekarang, ayo kita dengar jawaban dari orang lain!
| My Junior from Junior Highschool! |
Lalu, satu komentar dari Writing Buddy saya bikin saya bener-bener ngerasa 'wah', gitu. Kalian inget orang yang pernah saya promosiin blognya karena dia nulis tutorial kisah horror? Apa jawaban dari dia?
| Dia orangnya Tapi blognya dihapus Sabar aja, ya *HAIKU by Alia Rohaluss~* |
Temen gambar saya juga angkat bicara! *Nama disensor soalnya nama Google+ dan FB dia beda*
| Uh, ya, dan saya takut dia ngamuk kalau nama aslinya keliatan... Bohong deng. Pingin aja sensor nama sekali-kali mah :v MAAF YA :v |
....
Uh... karakter anime di novel... Ternyata masih ada yang suka. Jadi jangan takut.
This is one of the best answer I ever got
No need description. 'sesuatu yang dipertaruhkan'... Itu membuat segalanya berbeda. SELANJUTNYA ORANG LAIN!!
Aku kaget juga ngelihat jawaban ini. Survey menyatakan bahwa karakter emo adalah karakter yang menarik.... juga indigo. Juga rada gila. Pokoknya misterius dan aneh adalah kombinasi yang... bagus? Yah, sekreatifnya penulis aja dah. Aku yakin kalian bisa, kalau mau.
Last, but not least, gua sempet debat sama penulis yang satu ini.
| Sampai harus screenshot dua kali Akhirnya... kita gak dapet kesimpulan yang solid :v Tapi aku yakin kalian bisa mengambil kesimpulan dari kegajean kita berdua |
Sip.
Itu aja untuk hari ini. Diskusi-nya selesai sampai sini, semoga kalian... mengambil satu-dua pelajaran.
Btw, yang gak temenan sama saya tapi mau ikut diskusi... saya berencana membuat fanpage Tulisan Imajinasi Blog. Menurut kalian kalau gitu bakal ada yang ikutan gak? Atau saya bikin sementara untuk teman-teman menulis dulu aja, terus di-share?
Plz halp.
Sincerly, Rohaluss yang lagi kena Writer Block
Selasa, 24 November 2015
Ghostbuster Erika Project [FERMENTASI]
Dengan diterbitkannya catatan ini ke media luas internet, Aku, Alia Rohaluss atau dengan inisial nama A.S.N, dengan kesal dan sedih, menyatakan bahwa proyek NaNoWriMo : "Ghostbuster Erika Project" (Horror-Fantasy) akan ditidurkan untuk enam (6) bulan ke depan.
Pernyataan ini mengharuskan saya sebagai penulis untuk berjanji bahwa cerita ini bukanlah cerita gagal, melainkan sebuah proses untuk mematangkan ide dan mencari jalan keluar untuk meramu ide dengan sebaik-baiknya.
Kesalahan ini mungkin akan terulang, namun dengan sebaik-baiknya saya akan menghindari ide yang tidak matang untuk diolah seperti ini.
Judul Proyek : The Half-Blooded Supernaturals (Erika Lowandow : The Witches)
Waktu Fermentasi : 6 Bulan
Tertanda : AliaRohaluss
Ahem.
Tenang, enggak berarti aku membuat cerita Erika Lowandow mati begitu saja. Ini sama dengan proyek Illedurien Story : Tenevinch. Mereka belum cukup 'matang' untuk diproses lebih lanjut, sehingga saya memutuskan untuk me-fermentasikan (itu istilah yang saya buat sendiri) cerita ini dan akan melanjutkannya saat ide ini siap pakai.
Apa maksudnya, ide siap pakai?
Ghostbuster Erika Project adalah cerita dengan plot yang hanya dibuat selama 2 minggu, sementara itu tema Horror sendiri adalah tema yang PERTAMA KALI saya buat. Saya kurang pengalaman, kurang referensi, kurang pemantapan diri... sehingga saat saya menulis cerita ini, saya tidak bisa menikmatinya. Saya merasa saat saya mengerjakan kisah Erika, saya menyeret tubuh saya sendiri hanya untuk menyelesaikan satu cerita.
Rasanya begitu terpaksa.
Kasusnya hampir sama dengan Illedurien Story : Tenevich. Bedanya ada dua.
Satu, saya menikmati menyiksa banyak karakter sekaligus, sehingga saat saya menulis cerita ini, saya merasa bahagia dan tidak tertekan.
Dua, sekarang saya punya gambaran mantap terhadap kisah Dema Tresnalic dan Shara 'Daryan' Warger. Saya sudah bertanya pada FR, apa saja yang membuat kisah Tenevich tidak mungkin terbit, dan masalahnya hanya sedikit. Untunglah, saya memiliki ide untuk menulis Regrets (Illedurien Story : Lidderiane) dan The Crazy Reality (A.K.A Reasons, dan juga bagian dari The Half Blooded Supernatural [Im Family : The Angel]) sambil menunggu ide Tenevich matang sempurna.
Sekarang, Erika akan ditidurkan, supaya saat ia terbangun saya bisa membangkitkannya menjadi cerita sempurna.
Semoga saya bisa mendapatkan cara untuk mengolah ide ini sebaik-baiknya, sama seperti Tenevinch.
Pernyataan ini mengharuskan saya sebagai penulis untuk berjanji bahwa cerita ini bukanlah cerita gagal, melainkan sebuah proses untuk mematangkan ide dan mencari jalan keluar untuk meramu ide dengan sebaik-baiknya.
Kesalahan ini mungkin akan terulang, namun dengan sebaik-baiknya saya akan menghindari ide yang tidak matang untuk diolah seperti ini.
Judul Proyek : The Half-Blooded Supernaturals (Erika Lowandow : The Witches)
Waktu Fermentasi : 6 Bulan
Tertanda : AliaRohaluss
Ahem.
Tenang, enggak berarti aku membuat cerita Erika Lowandow mati begitu saja. Ini sama dengan proyek Illedurien Story : Tenevinch. Mereka belum cukup 'matang' untuk diproses lebih lanjut, sehingga saya memutuskan untuk me-fermentasikan (itu istilah yang saya buat sendiri) cerita ini dan akan melanjutkannya saat ide ini siap pakai.
Apa maksudnya, ide siap pakai?
Ghostbuster Erika Project adalah cerita dengan plot yang hanya dibuat selama 2 minggu, sementara itu tema Horror sendiri adalah tema yang PERTAMA KALI saya buat. Saya kurang pengalaman, kurang referensi, kurang pemantapan diri... sehingga saat saya menulis cerita ini, saya tidak bisa menikmatinya. Saya merasa saat saya mengerjakan kisah Erika, saya menyeret tubuh saya sendiri hanya untuk menyelesaikan satu cerita.
Rasanya begitu terpaksa.
Kasusnya hampir sama dengan Illedurien Story : Tenevich. Bedanya ada dua.
Satu, saya menikmati menyiksa banyak karakter sekaligus, sehingga saat saya menulis cerita ini, saya merasa bahagia dan tidak tertekan.
Dua, sekarang saya punya gambaran mantap terhadap kisah Dema Tresnalic dan Shara 'Daryan' Warger. Saya sudah bertanya pada FR, apa saja yang membuat kisah Tenevich tidak mungkin terbit, dan masalahnya hanya sedikit. Untunglah, saya memiliki ide untuk menulis Regrets (Illedurien Story : Lidderiane) dan The Crazy Reality (A.K.A Reasons, dan juga bagian dari The Half Blooded Supernatural [Im Family : The Angel]) sambil menunggu ide Tenevich matang sempurna.
Sekarang, Erika akan ditidurkan, supaya saat ia terbangun saya bisa membangkitkannya menjadi cerita sempurna.
Semoga saya bisa mendapatkan cara untuk mengolah ide ini sebaik-baiknya, sama seperti Tenevinch.
Selasa, 20 Oktober 2015
Reasons : Update 1 (Next Script will Be Sent by Me!)
Jadi, um...
...Aku mau ngirim naskah kelima aku.
CEPET BANGET? Asa kemarin baru ngirim Regrets, da!
Haha, ini gara-gara 90 Pages 30 Days Chalange di wZha Writing Club. Jadi, selama 30 Hari, kita harus maksain diri buat nyelesain 1 FantasTeen novel. A.K.A 90 Halaman. Aku gagal di hari 30 baru menyelesaikan 89 halaman.
Siiaaaaaaallllll....
Sekarang udah selesai sih. Aku jadi maksain Iru buat baca first draft aku yang ngaco karena AKU MALES NULIS 3 KALI. Lagian aku cukup PD dengan kemampuan Iru dalam berkomentar dan kemampuanku dalam mengedit.
Jadi, apa isi dari naskah kelimaku?
Aku pakai lirik lagu untuk plot-nya. Kalau kalian suka dengerin Owl City, mungkin kalian tahu lagu judulnya The Real World. Interpretasinya tiap orang bisa beragam, dan aku berpikir tentang stress yang terlepas, dan masih banyak lagi saat aku mendengar liriknya.
Btw, ini liriknya yang menginspirasi cerita ini.
I wouldn't wanna live there!
...Aku mau ngirim naskah kelima aku.
CEPET BANGET? Asa kemarin baru ngirim Regrets, da!
Haha, ini gara-gara 90 Pages 30 Days Chalange di wZha Writing Club. Jadi, selama 30 Hari, kita harus maksain diri buat nyelesain 1 FantasTeen novel. A.K.A 90 Halaman. Aku gagal di hari 30 baru menyelesaikan 89 halaman.
Siiaaaaaaallllll....
Sekarang udah selesai sih. Aku jadi maksain Iru buat baca first draft aku yang ngaco karena AKU MALES NULIS 3 KALI. Lagian aku cukup PD dengan kemampuan Iru dalam berkomentar dan kemampuanku dalam mengedit.
Jadi, apa isi dari naskah kelimaku?
Aku pakai lirik lagu untuk plot-nya. Kalau kalian suka dengerin Owl City, mungkin kalian tahu lagu judulnya The Real World. Interpretasinya tiap orang bisa beragam, dan aku berpikir tentang stress yang terlepas, dan masih banyak lagi saat aku mendengar liriknya.
Btw, ini liriknya yang menginspirasi cerita ini.
I saw the autumn leaves peel up off the street
Take wing on the balmy breeze and sweep you off your feet
Take wing on the balmy breeze and sweep you off your feet
And you blushed as they scooped you up on sugar maple wings
To gaze down on the city below ablaze with wondrous things
To gaze down on the city below ablaze with wondrous things
Downy feathers kiss your face and flutter everywhere
Reality is a lovely place but I wouldn't wanna live there
Reality is a lovely place but I wouldn't wanna live there
I wouldn't wanna live there!
Correct, temanya berlatar di Musim Gugur di suatu tempat di UK. Lalu, aku kepikiran sesuatu. Tentang imajinasi anak-anak. Tentang keegoisan orang yang berkata 'aku tidak mau hidup lagi di dunia nyata'. Gitu... jadi, ya, Don't blame me if the story brings some Person vs Self conflict.
I love to take this song literally. Jadi bakalan ada makhluk bersayap di cerita ini.
Em... kalau enggak diterima, siap-siap cek wattpad saya.
RSJ? RS? Bakalan sadis atau menyeramkan?
Gak. Tapi aku emang suka nulis mayat, jadi sedikit bumbu seram. Kalau Regrets diterima penerbit, anggaplah aku masih gak bisa move-on sama cerita itu.
Romance?
Hahaha... sadly, yes. Tapi lebih banyak Family. Rencananya aku mau bikin cerita yang ada manis-manisnya. Tapi Iru teriak 'THIS IS ROMANCE. WITH FEATHER FETISH AND CORPSE'. So I was just like...
...Nope. Let me edit that pls.
Jadi, kenapa kamu memutuskan untuk mengambil lirik sebagai ide cerita?
Aku mabok kayu putih, Jangan tanya kenapa.
Nope. Of course it's a joke.
Mungkin karena Iru bilang aku punya gaya bahasa yang mengerikan dan cocok untuk horror. Aku hanya berusaha keluar dari zona nyaman. Kebetulan, lagu yang aku suka hepi semua. Jadi kuputuskan untuk mengambil generator ciptaanku dan pilih secara enggak acak.
Will it be horror?
A little, a sminch of horror and lots of family, physicological things and love.
Kapan dikirim?
Secepatnya. Sambil nunggu info seputar kapan kepastian Regrets bakal ditolak/diterbitkan.
ROHIE OUT
Jumat, 28 Agustus 2015
Regrets, oh Regrets vs Reasons....
...Stupid.
I mean, really. Really stupid.
Aku udah mulai nulis chapter pertama dari naskah keempat (pertama dan kedua pernah ditolak penerbit dan aku enggak mau bicarain lagi) saya. Kenapa enggak ke-dua puluh satu? Karena kebanyakan ceritaku enggak selesai dan enggak mau diterbitin. Jadi, ya, ini yang keempat.
Dan saya edit naskah ketiga hari ini supaya bisa dikirim minggu pagi.
Tahu apa yang terjadi?
Aku sadar tulisan aku di calon novel saya, Regrets, terhitung jelek. Jika dibandingkan dengan tulisan saya yang keempat, berjudul Reasons, tentu saja. kau tahu betapa buruknya itu?
Sekarang aku gila, pingin ngedit ulang cerita ketiga aku, tapi mungkin itu akan memakan waktu sebulan. Sialnya, Sebulan lagi NaNoWriMo. Aku perlu menyiapkan ide selama sebulan supaya tahun ini aku bisa tuntas menulis 50.000 kata! Ah, sial, kenapa aku sadar tulisan aku jelek pas waktunya NaNoWriMo.
Tapi itu patut disyukuri sedikit, bukan?
Artinya aku ada impruv.
...ah, aku pingin bilang buku pertama aku enggak akan semaksimal buku kedua, but that'll be a lie. Regrets bakal sengaja naro 2 kesalahan major (karena aku enggak tau cara memperbaikinya) tapi, ya... gitulah.
Kan bisa dijadiin tutorial : Cara Salah Menulis dari Kesalahan Saya Sendiri
Duh.
Kok jadi pengakuan dosa gini?
Udah ya, Rohaluss out. Udah malem mau bobok terus ngedit lagi.
I mean, really. Really stupid.
Aku udah mulai nulis chapter pertama dari naskah keempat (pertama dan kedua pernah ditolak penerbit dan aku enggak mau bicarain lagi) saya. Kenapa enggak ke-dua puluh satu? Karena kebanyakan ceritaku enggak selesai dan enggak mau diterbitin. Jadi, ya, ini yang keempat.
Dan saya edit naskah ketiga hari ini supaya bisa dikirim minggu pagi.
Tahu apa yang terjadi?
Aku sadar tulisan aku di calon novel saya, Regrets, terhitung jelek. Jika dibandingkan dengan tulisan saya yang keempat, berjudul Reasons, tentu saja. kau tahu betapa buruknya itu?
Sekarang aku gila, pingin ngedit ulang cerita ketiga aku, tapi mungkin itu akan memakan waktu sebulan. Sialnya, Sebulan lagi NaNoWriMo. Aku perlu menyiapkan ide selama sebulan supaya tahun ini aku bisa tuntas menulis 50.000 kata! Ah, sial, kenapa aku sadar tulisan aku jelek pas waktunya NaNoWriMo.
Tapi itu patut disyukuri sedikit, bukan?
Artinya aku ada impruv.
...ah, aku pingin bilang buku pertama aku enggak akan semaksimal buku kedua, but that'll be a lie. Regrets bakal sengaja naro 2 kesalahan major (karena aku enggak tau cara memperbaikinya) tapi, ya... gitulah.
Kan bisa dijadiin tutorial : Cara Salah Menulis dari Kesalahan Saya Sendiri
Duh.
Kok jadi pengakuan dosa gini?
Udah ya, Rohaluss out. Udah malem mau bobok terus ngedit lagi.
Senin, 27 Juli 2015
Rohaluss Random Plot Generator ver.1.5
1. Ambil dadu, atau boleh dah, buka online dan tulis random dice generator. Link disini.
2. Kocok sebanyak 9 kali, tulis angka yang kalian dapatkan.
3. Idenya sangat samar, jadi tugas kalian setelah mendapatkan plot ini adalah menggali ide dan mencari detail, menciptakan ceritamu berdasarkan alur plot yang telah ditetapkan.
4. Tentu saja kalian bisa mengacuhkan angka-angka yang kalian tidak suka/ gak masuk ke dalam cerita.
5. No plot twist. Buat sendiri plot twist-nya kalau kalian menggunakan ini. Tandanya beberapa hal harus direnungkan ulang dan dihapus seluruhnya.
Okey, enjoy the story!
INTRO [Dadu pertama]
1. Karaktermu sedang berkeliling kota
2. Karaktermu bertemu orang-orang baik
3. karaktermu bertemu orang-orang jahat
4. Karaktermu sedang melakukan hobi-nya
5. Karaktermu menerima pesan/telepon/telegraf/apapun
6. Karaktermu sedang berkerja
INTRO 2 [Dadu kedua]
1. Dia lalu menemukan barang
2. Dia berpapasan dengan seseorang yang berharga baginya
3. Dia pulang ke rumah
4. Dia membaca
5. Dia membereskan barang
6. Dia berjalan-jalan
KONFLIK [Dadu ketiga]
1. Seseorang (atau banyak orang) sedang dalam bahaya
2. Sebuah (atau banyak) barang dicuri
3. Seseorang (Atau banyak orang) sedang dalam kondisi emosional yang buruk
4. Seseorang (atau banyak orang) sedang dalam kondisi mental yang buruk
5. Pertarungan/perang/duel/adu apalah sedang terjadi
6. Seseorang (atau banyak orang) teringat akan sesuatu yang buruk
BERIKUTNYA [Dadu Keempat]
1. Seseorang (atau banyak orang) mati
2. Terlibat dalam organisasi paling rahasia di muka bumi
3. Pengumuman besar-besaran terjadi
4. Seseorang (atau banyak orang) datang dan memperburuk keadaan
5. Sesuatu yang diluar akal manusia terjadi
6. Kejadian alam memperburuk keadan
LALU... [Dadu kelima]
1. "Sesuatu" dipertaruhkan
2. Sebuah (atau banyak) kemampuan khusus dibutuhkan
3. Makhluk astral terlibat
4. Ras manusia terancam punah
5. Karakter utama tidak peduli
6. Seseorang (atau banyak orang) menjadi histeris
TAPI KEMUDIAN...!!! [Dadu keenam]
1. Konflik memburuk karena kesalahan karakter utama
2. Konflik meledak tiba-tiba.
3. Seseorang (atau sesuatu) yang menjadi kunci penyelesaian konflik menghilang
4. Konfliknya malah nambah
5. Si karakter utamamalah tidur di rumah tetangga jadi badass. And what I mean by badass... berkhianat.
6. Seseorang dari pihak teman berkhianat.
PENYELESAIAN [Dadu ketujuh]
1. Tokoh utamanya
2. Sebuah rencana bodoh yang licik
3. Diplomasi
4. Benda tertentu
5. Bertarung
6. Lari
NAMUN HAL YANG HARUS TERJADI...!! [Dadu kedelapan]
1. Pengorbanan nyawa
2. Ingatan seseorang harus hilang
3. Mengorbankan benda penting
4. Menghancurkan moral yang dipegang teguh
5. Melanggar hukum yang telah berlaku
6. Kejujuran pahit harus diutarakan
AKHIR [Dadu kesembilan]
1. Konflik selesai.
2. Konflik belum berakhir namun dunia mulai beraksi. Revolusi dunia.
3. Konflik selesai namun ada sedikit yang masih belum tuntas.
4. Konflik belum berakhir dan dunia belum melakukan apapun. Sequel needed.
5. Karakter utama mem-prolog-kan dunia. Eh... ya, dunia hancur, konflik selesai.
6. LOL. WUT.
2. Kocok sebanyak 9 kali, tulis angka yang kalian dapatkan.
3. Idenya sangat samar, jadi tugas kalian setelah mendapatkan plot ini adalah menggali ide dan mencari detail, menciptakan ceritamu berdasarkan alur plot yang telah ditetapkan.
4. Tentu saja kalian bisa mengacuhkan angka-angka yang kalian tidak suka/ gak masuk ke dalam cerita.
5. No plot twist. Buat sendiri plot twist-nya kalau kalian menggunakan ini. Tandanya beberapa hal harus direnungkan ulang dan dihapus seluruhnya.
Okey, enjoy the story!
INTRO [Dadu pertama]
1. Karaktermu sedang berkeliling kota
2. Karaktermu bertemu orang-orang baik
3. karaktermu bertemu orang-orang jahat
4. Karaktermu sedang melakukan hobi-nya
5. Karaktermu menerima pesan/telepon/telegraf/apapun
6. Karaktermu sedang berkerja
INTRO 2 [Dadu kedua]
1. Dia lalu menemukan barang
2. Dia berpapasan dengan seseorang yang berharga baginya
3. Dia pulang ke rumah
4. Dia membaca
5. Dia membereskan barang
6. Dia berjalan-jalan
KONFLIK [Dadu ketiga]
1. Seseorang (atau banyak orang) sedang dalam bahaya
2. Sebuah (atau banyak) barang dicuri
3. Seseorang (Atau banyak orang) sedang dalam kondisi emosional yang buruk
4. Seseorang (atau banyak orang) sedang dalam kondisi mental yang buruk
5. Pertarungan/perang/duel/adu apalah sedang terjadi
6. Seseorang (atau banyak orang) teringat akan sesuatu yang buruk
BERIKUTNYA [Dadu Keempat]
1. Seseorang (atau banyak orang) mati
2. Terlibat dalam organisasi paling rahasia di muka bumi
3. Pengumuman besar-besaran terjadi
4. Seseorang (atau banyak orang) datang dan memperburuk keadaan
5. Sesuatu yang diluar akal manusia terjadi
6. Kejadian alam memperburuk keadan
LALU... [Dadu kelima]
1. "Sesuatu" dipertaruhkan
2. Sebuah (atau banyak) kemampuan khusus dibutuhkan
3. Makhluk astral terlibat
4. Ras manusia terancam punah
5. Karakter utama tidak peduli
6. Seseorang (atau banyak orang) menjadi histeris
TAPI KEMUDIAN...!!! [Dadu keenam]
1. Konflik memburuk karena kesalahan karakter utama
2. Konflik meledak tiba-tiba.
3. Seseorang (atau sesuatu) yang menjadi kunci penyelesaian konflik menghilang
4. Konfliknya malah nambah
5. Si karakter utama
6. Seseorang dari pihak teman berkhianat.
PENYELESAIAN [Dadu ketujuh]
1. Tokoh utamanya
2. Sebuah rencana bodoh yang licik
3. Diplomasi
4. Benda tertentu
5. Bertarung
6. Lari
NAMUN HAL YANG HARUS TERJADI...!! [Dadu kedelapan]
1. Pengorbanan nyawa
2. Ingatan seseorang harus hilang
3. Mengorbankan benda penting
4. Menghancurkan moral yang dipegang teguh
5. Melanggar hukum yang telah berlaku
6. Kejujuran pahit harus diutarakan
AKHIR [Dadu kesembilan]
1. Konflik selesai.
2. Konflik belum berakhir namun dunia mulai beraksi. Revolusi dunia.
3. Konflik selesai namun ada sedikit yang masih belum tuntas.
4. Konflik belum berakhir dan dunia belum melakukan apapun. Sequel needed.
5. Karakter utama mem-prolog-kan dunia. Eh... ya, dunia hancur, konflik selesai.
6. LOL. WUT.
Kamis, 14 Mei 2015
[Reference] Variasi Phobia dan Ketakutan Untuk Karaktermu!
Because brave characters are too mainstream, you can add some spice and make them perfect.
Rasa takut, selain menjadi bahan karakterisasi yang bagus, bisa menjadi penambah konflik, penambah rasa karakter, juga membuatnya semakin menarik! Tidak tahu rasa takut pada apa yang bisa kalian tambahkan? Jangan khawatir, Rohaluss disini akan memberi kalian ide!
Eh, harusnya ini di TI, ya?
Biarlah.
1. DIABAIKAN / DITINGGAL
Rasa takut akan diabaikan atau ditinggal akan membuat karaktermu berusaha sekuat tenaga untuk mendapat perhatian besar. Juga, rasa takut akan diabaikan bisa membuat karaktermu lebih rentan terhadap rasa kesepian, iri, dan juga rasa stress.
2. AMNESIA
Orang-orang yang takut akan kehilangan ingatannya adalah orang yang merasa ia adalah orang paling bahagia di dunia. Atau sebaliknya, ingatannya yang indah sangat berharga baginya karena ia sedih. Bagaimana orang yang phobia amnesia akan bertingkah?
3. JADI ORTU
Aw, but my character is going to marry someone! So what. Yang penting sekarang ada konfliknya!
4. JADI JAHAT
Phobia jadi orang jahat lebih menyeramkan daripada phobia orang jahat. Coba pikirkan sifat negatif yang didapatkan orang saat ia takut dirinya akan menjadi orang yang kejam.
5. SENDIRIAN
Because fear of jones is being popular lately.
6. PETIR
Karena petir membunuh.
7. KESETRUM
Karena kesetrum bisa berbahaya, bahkan menganggap listrik itu amat sangat berbahaya, dan segalanya dianggap berbahayaaaaaa.....
8. DISENTUH
Gwaaaaah!! JANGAN MENDEKAT!! JANGAN SENTUH AKU!!!
9. TAKUT DITATAP
And I've been suffering this for 4 years. How weird is that? Kadang aku masih berpikir bahwa orang-orang yang menatapku ingin membunuhku. Yah, paronia tingkat luar bi(n)asa. Sekarang sih udah enggak. Syukurlah.
10. TAKUT TIDAK MEMILIKI TEMAN
...
Tambahkan phobia kalian di bawah kalau kalian nyuri...eh, ngambil dari sini, biar yang lain bisa terinspirasi juga!
Rohie out.
Rasa takut, selain menjadi bahan karakterisasi yang bagus, bisa menjadi penambah konflik, penambah rasa karakter, juga membuatnya semakin menarik! Tidak tahu rasa takut pada apa yang bisa kalian tambahkan? Jangan khawatir, Rohaluss disini akan memberi kalian ide!
Eh, harusnya ini di TI, ya?
Biarlah.
1. DIABAIKAN / DITINGGAL
Rasa takut akan diabaikan atau ditinggal akan membuat karaktermu berusaha sekuat tenaga untuk mendapat perhatian besar. Juga, rasa takut akan diabaikan bisa membuat karaktermu lebih rentan terhadap rasa kesepian, iri, dan juga rasa stress.
2. AMNESIA
Orang-orang yang takut akan kehilangan ingatannya adalah orang yang merasa ia adalah orang paling bahagia di dunia. Atau sebaliknya, ingatannya yang indah sangat berharga baginya karena ia sedih. Bagaimana orang yang phobia amnesia akan bertingkah?
3. JADI ORTU
Aw, but my character is going to marry someone! So what. Yang penting sekarang ada konfliknya!
4. JADI JAHAT
Phobia jadi orang jahat lebih menyeramkan daripada phobia orang jahat. Coba pikirkan sifat negatif yang didapatkan orang saat ia takut dirinya akan menjadi orang yang kejam.
5. SENDIRIAN
Because fear of jones is being popular lately.
6. PETIR
Karena petir membunuh.
7. KESETRUM
Karena kesetrum bisa berbahaya, bahkan menganggap listrik itu amat sangat berbahaya, dan segalanya dianggap berbahayaaaaaa.....
8. DISENTUH
Gwaaaaah!! JANGAN MENDEKAT!! JANGAN SENTUH AKU!!!
9. TAKUT DITATAP
And I've been suffering this for 4 years. How weird is that? Kadang aku masih berpikir bahwa orang-orang yang menatapku ingin membunuhku. Yah, paronia tingkat luar bi(n)asa. Sekarang sih udah enggak. Syukurlah.
10. TAKUT TIDAK MEMILIKI TEMAN
...
Tambahkan phobia kalian di bawah kalau kalian nyuri...eh, ngambil dari sini, biar yang lain bisa terinspirasi juga!
Rohie out.
Rabu, 17 Desember 2014
Writer Block'ed : Cerpen 001
Chalange : Pilih satu novel, buka halaman terakhir, dan jadikan kalimat terakhir sebagai awal dari ceritamu.
Chosen Book : Haunted School by Akbar
Last Sentence of the Novel : "Hari yang begitu indah dan damai"
Genre : Thriller
Before I start, don't forget to support author by buying their book. Let's start!
Hari yang begitu indah dan damai. Sunyi. Jauh dari kebisingan kota dan asap tebal yang menyesakan dada. Matahari terasa hangat. Tanganku hangat. Ini semua terasa sangat luar biasa. Angin sejuk, pepohonan yang menghalangi sinar matahari. Ini... ini luar biasa.
Kubasuh seluruh badanku di sungai, kurasakan airnya membasahi tanganku, menghapus rasa hangat dan digantikan dengan kesejukan. Sejuk. Airnya tidak deras, namun seperti ada yang mendorong kakiku. Arus air ini cukup deras untuk menghanyutkan benda yang cukup berat. Tapi tidak cukup untuk benda yang sangat berat, bukan?
Oh, payah. Otakku tidak bisa berkerja. Ayolah, pikirkan.
Aku harus lepas.
Tapi aku tidak mungkin lepas. Sudah terlambat. Penyesalan tak ada gunanya. Udara, tanah, air... semuanya melihat. Semuanya memberikan ketenangan, dan aku tidak mau meninggalkan mereka. Mereka tetap memberikan kenyamanan walau aku melakukan hal buruk. Mereka seperti teman lama. Mereka indah. Memberikan kedamaian...
...aku mendapat ide.
Mungkin berhasil.
Aku mengambil pisauku, lalu aku berjalan mendekati pohon tempat aku menaruh pria pengkhianat itu yang sudah tidak bernafas. Aku padahal baru membersihkan diri, kenapa ide ini baru muncul di kepalaku?
Aku memulai perkerjaanku. Setelah selesai, aku berbalik, meminta maaf pada sungai yang telah kunodai sebelum melempar kepala pria itu.
Sekarang, hari ini menjadi hari yang jauh lebih indah. Tanpa perasaan cemburu yang dia lakukan.
...dan hari ini jauh lebih damai karena aku tak perlu perang mulut dengannya lagi.
End note : Writer Block'ed adalah episode Journal of Rohaluss kalau aku kehabisan ide cerita. Dalam rangka melancarkan keinginanku untuk menulis, kutulis cerita baru atau cerpen, atau kalian akan mendapati chapter Defrosted baru.
Oke, Rohaluss out. Sekali lagi, Support the author. Buy their book. Got it?
Sabtu, 27 September 2014
Buat Inspirasi Random : Game of Lyrics
CARA BERMAIN :
THIS GAME IS UNDER CONSTRUCTION!! Kalian bisa test dan mencoba menginspirasi diri sendiri di sini dan membantuku melanjutkannya dengan cara komentar.
Cukup klik salah satu dari link dibawah.
Kalian harus meresapi lirik dan membuat cerpen/novel/artwork/lainnya dengan lirik tersebut.
Cara lainnya adalah men-download dan menulis apa yang kalian bayangkan.
Note for vote : Kalian boleh saran penyanyi dan lagu di komentar.
Note for the one who worried : Tenang. Gak ada lirik Anaconda atau yang berhubungan dengan itu. Kategori-nya sudah dikelompokkan. Dan ngomong-ngomong, mungkin bener-bener random. Edisi ini adalah salah satu yang akan di-update secara berkala setiap kali aku ingat.
Majority dari lirik di bawah dari penyanyi favoritku.
Kategori Lirik: Romance (Fall in love, broken heart, anything will do)
[LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK][LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK]
Kategori Lirik: Dark
[LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK]
Kategori Lirik: Fantasi / Banyak yang berhubungan dengan imajinasi
[LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK]
Kategori Lirik : Slice of Life, Society, and Character Psychology
[LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK][LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK]
Kategori Instrumental : Galau
Kategori Instrumental : Beat
Kategori Tidak Disarankan (Sedikit menjurus 'kesana'... tapi masih dalam garis batas okey...)
[LINK]
END NOTE :
Sabar ya bro. Ada beberapa lirik isinya mengandung dua kategori (seperti Romance Dark, Romance Fantasy, Romance apapun) dan aku nulis dua kali di satu waktu.
Apalagi, Owl City liriknya penuh imajinasi, dan romance-nya manis. Seperti :
I'll meet you there : [LINK]
Fireflies (Favoritku! Penuh Fantasi!) : [LINK]
If My Heart was A House (Rada gombal, manis) : [LINK]
Deer In The Headlights (tentang Love at First Sight? Lucu, bukan?) : [LINK]
Take It All Away, lagu sedih : [LINK]
Dan yang menarik, lirik yang jatuh cinta pada... hantu? Owl City unik, ya? [LINK]
Yah... and again, this page is under construction. You can help me by commenting bellow.
Song just added : Owl City - Simple Plan - Maroon 5 - The Script - A7X - Vocaloid
Sisanya nunggu sebentar...
THIS GAME IS UNDER CONSTRUCTION!! Kalian bisa test dan mencoba menginspirasi diri sendiri di sini dan membantuku melanjutkannya dengan cara komentar.
Cukup klik salah satu dari link dibawah.
Kalian harus meresapi lirik dan membuat cerpen/novel/artwork/lainnya dengan lirik tersebut.
Cara lainnya adalah men-download dan menulis apa yang kalian bayangkan.
Note for vote : Kalian boleh saran penyanyi dan lagu di komentar.
Note for the one who worried : Tenang. Gak ada lirik Anaconda atau yang berhubungan dengan itu. Kategori-nya sudah dikelompokkan. Dan ngomong-ngomong, mungkin bener-bener random. Edisi ini adalah salah satu yang akan di-update secara berkala setiap kali aku ingat.
Majority dari lirik di bawah dari penyanyi favoritku.
Kategori Lirik: Romance (Fall in love, broken heart, anything will do)
[LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK][LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK]
Kategori Lirik: Dark
[LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK]
Kategori Lirik: Fantasi / Banyak yang berhubungan dengan imajinasi
[LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK]
Kategori Lirik : Slice of Life, Society, and Character Psychology
[LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK][LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK] [LINK]
Kategori Instrumental : Galau
Kategori Instrumental : Beat
Kategori Tidak Disarankan (Sedikit menjurus 'kesana'... tapi masih dalam garis batas okey...)
[LINK]
END NOTE :
Sabar ya bro. Ada beberapa lirik isinya mengandung dua kategori (seperti Romance Dark, Romance Fantasy, Romance apapun) dan aku nulis dua kali di satu waktu.
Apalagi, Owl City liriknya penuh imajinasi, dan romance-nya manis. Seperti :
I'll meet you there : [LINK]
Fireflies (Favoritku! Penuh Fantasi!) : [LINK]
If My Heart was A House (Rada gombal, manis) : [LINK]
Deer In The Headlights (tentang Love at First Sight? Lucu, bukan?) : [LINK]
Take It All Away, lagu sedih : [LINK]
Dan yang menarik, lirik yang jatuh cinta pada... hantu? Owl City unik, ya? [LINK]
Yah... and again, this page is under construction. You can help me by commenting bellow.
Song just added : Owl City - Simple Plan - Maroon 5 - The Script - A7X - Vocaloid
Sisanya nunggu sebentar...
Jumat, 29 Agustus 2014
FantasTeen...? [Penjelasan Jenis Novel Berdasarkan Jumlah Kata]
Beberapa bulan yang lalu, aku bertanya-tanya : FantasTeen itu apa, sih?
Guru Bahasa Indonesia di SMP-ku - beliau dipanggil Pak Sigit - mengatakan kalau buku dibawah 100 halaman itu novel pendek, karena terlalu pendek kalau disebut novel, terlalu panjang kalau disebut cerpen. Hal ini membuatku bertanya-tanya...
Selama ini aku berusaha nulis apaan?
Lalu, sekarang pertanyaan ini terjawab sudah. Aku menemukan posting (bahasa inggris, sih) tentang jenis tulisan berdasarkan jumlah kata dalam kisahnya. Wow. Ini belum juga menjawab pertanyaan tadi yang baru saja kukatakan...
NB :
Keterangan naskah FantasTeen : Spasi 1,5 -_-
Nomor | Nama Buku | Jumlah Kata | Perkiraan
1. Short-short story 500 - 2500 2-10 halaman
2. Short Story 2500-5000 10-20 halaman
3. Novelit 7.000-25.000 28-100 halaman
4. Novella 17.500 - 40.000 70-160 halaman
5. Novel cover kertas 35.000 - 80.000 140-320 halaman
6. Novel Hardcover 25.000 - 150.000 100-600 halaman
7. Humor Feature 300- 800 2-4 halaman
8. Op-Ed (Hah?) 500-1000 2-5 halaman
9. Review Buku 400-1000 2-5 halaman
10. Cerpen Majalah 800-3000 4-12 halaman
11. Artikel Majalah 2000-5000 8-20 halaman
12. Buku Nonfiksi 20.000-200.000 80-800 halaman
13. Buku Resep (wow) 10.000-200.000 40-800 halaman
14. Buku Young Adult 15.000- 80.000 60-320 halaman
15. Puisi 2-100 baris 1-3 halaman
Jadi... FantasTeen, kalian termasuk apaan?
Lupakan. Aku hanya men-share saja
Guru Bahasa Indonesia di SMP-ku - beliau dipanggil Pak Sigit - mengatakan kalau buku dibawah 100 halaman itu novel pendek, karena terlalu pendek kalau disebut novel, terlalu panjang kalau disebut cerpen. Hal ini membuatku bertanya-tanya...
Selama ini aku berusaha nulis apaan?
Lalu, sekarang pertanyaan ini terjawab sudah. Aku menemukan posting (bahasa inggris, sih) tentang jenis tulisan berdasarkan jumlah kata dalam kisahnya. Wow. Ini belum juga menjawab pertanyaan tadi yang baru saja kukatakan...
NB :
Keterangan naskah FantasTeen : Spasi 1,5 -_-
Nomor | Nama Buku | Jumlah Kata | Perkiraan
1. Short-short story 500 - 2500 2-10 halaman
2. Short Story 2500-5000 10-20 halaman
3. Novelit 7.000-25.000 28-100 halaman
4. Novella 17.500 - 40.000 70-160 halaman
5. Novel cover kertas 35.000 - 80.000 140-320 halaman
6. Novel Hardcover 25.000 - 150.000 100-600 halaman
7. Humor Feature 300- 800 2-4 halaman
8. Op-Ed (Hah?) 500-1000 2-5 halaman
9. Review Buku 400-1000 2-5 halaman
10. Cerpen Majalah 800-3000 4-12 halaman
11. Artikel Majalah 2000-5000 8-20 halaman
12. Buku Nonfiksi 20.000-200.000 80-800 halaman
13. Buku Resep (wow) 10.000-200.000 40-800 halaman
14. Buku Young Adult 15.000- 80.000 60-320 halaman
15. Puisi 2-100 baris 1-3 halaman
Jadi... FantasTeen, kalian termasuk apaan?
Lupakan. Aku hanya men-share saja
Sabtu, 16 Agustus 2014
My Story... Contains Yaoi?!! DAMMIT!!!
Oke, 1 minggu sebelum aku akan mengirim naskahku. Sekarang aku baru sadar bahwa ada hal bodoh di dalam novelku yang tidak sengaja kumasukan.
Yaoi.
Kalau kalian tidak tahu apa itu Yaoi, jangan search di internet atau kalian bakal menyesal.
Yang tau, sudahlah. Nge-ship jangan berlebihan.
Jadi, ceritanya begini :
Aku membuat karakter pria berambut hitam yang manis dan memiliki masa lalu yang gelap. Penyihir yang memegang satu kutukan yang membuatnya membunuh setiap penyihir yang ia sentuh. Lalu nanti akan bertemu dengan wanita nonsihir... pemburu penyihir berbahaya yang cantik. Pengguna pistol besi, dan dia waktu melihat si karakter pria, dia percaya bahwa pria itu sedang mencari penawar kutukan (bener sih) dan akhirnya membantu. Di akhir cerita, mereka memang berpisah dengan perasaan aneh mengganjal di pikiran mereka.
Aku berpikir lagi. Ini FantasTeen. Terlalu banyak romance, dan aku mual sendiri. Gak. Myrlina Sharon Shooterstars diubah menjadi cowok. Cowok brutal *masih* pemburu penyihir berbahaya dengan alasan berbeda.
Niatnya sih, bromance. Friendship gitu.
Tapi si karakter transgender ini (namanya Shara - diambil dari nama tengah karakter yang gak jadi) emang keliatannya agak... over protektif. Dia juga agak sembrono. Kelihatannya jadi agak...
TIDAAAK!!! *Mati*
Tapi lupakan. Jangan ada satupun dari kalian menganggap Shara adalah karakter cewek atau bahkan Yaoi. Kecuali aku memang harus membantai kalian satu per satu.
Just Sayin' XD
Yaoi.
Kalau kalian tidak tahu apa itu Yaoi, jangan search di internet atau kalian bakal menyesal.
Yang tau, sudahlah. Nge-ship jangan berlebihan.
Jadi, ceritanya begini :
Aku membuat karakter pria berambut hitam yang manis dan memiliki masa lalu yang gelap. Penyihir yang memegang satu kutukan yang membuatnya membunuh setiap penyihir yang ia sentuh. Lalu nanti akan bertemu dengan wanita nonsihir... pemburu penyihir berbahaya yang cantik. Pengguna pistol besi, dan dia waktu melihat si karakter pria, dia percaya bahwa pria itu sedang mencari penawar kutukan (bener sih) dan akhirnya membantu. Di akhir cerita, mereka memang berpisah dengan perasaan aneh mengganjal di pikiran mereka.
Aku berpikir lagi. Ini FantasTeen. Terlalu banyak romance, dan aku mual sendiri. Gak. Myrlina Sharon Shooterstars diubah menjadi cowok. Cowok brutal *masih* pemburu penyihir berbahaya dengan alasan berbeda.
Niatnya sih, bromance. Friendship gitu.
Tapi si karakter transgender ini (namanya Shara - diambil dari nama tengah karakter yang gak jadi) emang keliatannya agak... over protektif. Dia juga agak sembrono. Kelihatannya jadi agak...
TIDAAAK!!! *Mati*
Tapi lupakan. Jangan ada satupun dari kalian menganggap Shara adalah karakter cewek atau bahkan Yaoi. Kecuali aku memang harus membantai kalian satu per satu.
Just Sayin' XD
Minggu, 03 Agustus 2014
Defrosted Chapter 3
Gila, file ilang, mudik 5 hari, argh, pokoknya susah, deh! Gak sempet bikin ilustrasinya (jadi menyusul) tapi silahkan enjoy chapter 3!
Defrosted Chapter 3 : Apa yang Terjadi pada Klan Musim
Dingin?
Sennia berlari mengikuti aura aneh yang menariknya. Dia lupa
membawa jubahnya, lupa menggunakan sepatu salju, dan dia juga lupa membawa
lentera. Berkali-kali, ia terperosok salju, menjatuhkan benda bersinar dari
sakunya tanpa sengaja.
Dia akhirnya menemukan Demor, berdiri di depan gadis es yang
menangis keras. Dia bahkan tidak mau repot untuk sekedar menenangkan gadis itu.
Hanya berdiri dengan wajahnya yang (menurut Sennia) dingin itu!
“Demoooor!! Kau bodoh atau apa?!!” teriak Sennia, mendorong
keras punggung Demor. “Kamu apain dia?!”
Demor menarik nafas panjang, “Memberitahunya kenyataan. Dia
dari klan musim dingin yang Ketua bicarakan beberapa musim lalu. Belasan
elemental es yang diculik dari perkemahannya? Kau ingat?”
Sennia tentu saja mengingatnya. Beberapa musim lalu,
tepatnya musim gugur tahun lalu dimana elemental es baru saja bersiap
mendapatkan kekuatannya kembali, makhluk berderak yang memiliki mata merah
menyala menangkap mereka hidup-hidup. Entah kemana. Puluhan klan elemental
diculik dengan cara yang sama.
Hanya tersisa beberapa klan elemental, dan mereka berkumpul
di tempat yang jauh untuk balas dendam. Gossip mengatakan balas dendam, namun
sepertinya kata paling tepat adalah bersembunyi dan bertahan hidup. Mereka
sudah seakan punah. Atau mereka sudah menyatu dengan kelompok pengelana dan
klan lain?
Sennia tidak tahu. Sennia seharusnya tahu, tapi dia masih terlalu muda untuk terlibat urusan
Elemental sungguhan. Ayahnya pergi dan menitipkannya pada klan pengelana musim
semi. Lalu, menghilang dalam urusan Elemental.
Gadis ini mungkin memang elemental. Auranya yang terasa
berbeda, suara tangisannya yang menggetarkan udara, dan rambutnya yang berwarna
abnormal itu menunjukkan bahwa dia seorang elemental. Tapi klan itu? Klan itu
tidak tersisa sama sekali! Jika gadis itu tahu, mungkin dia akan mengamuk...
Sennia berusaha menggilangkan bayangan kematian dari kepala
gadis itu, “Mungkin enggak, kan?! Ada puluhan klan musim dingin di daerah
pegunungan seperti ini!”
“Hanya satu klan elemental
es yang ada di dunia,” nada Demor masih datar. “Kau pernah tahu kalau
elemental membuat dirinya mati sementara dengan menyelubungi dirinya dengan
element-nya.”
“Mati sementara?! Untuk apa, dia kan-?”
“Aku sudah pernah bilang,” Demor mendesis. “Untuk
bersembunyi.”
Sennia langsung menutup mulutnya setelah kepintarannya kalah
oleh Demor, “Kita tidak boleh meninggalkan dia di sini. Apalagi...”
“Aku tidak mau membawa seseorang yang cengeng ke kelompok
kita, menghambat saja,” Demor lagi-lagi memotong tajam. “Aku duluan. Yang penting
aku sudah mengatakannya bahwa klan es sudah mati.”
-Defrosted-
Butuh beberapa menit bagi Sennia untuk menenangkan gadis
elemental itu sambil menahan dingin. Jubahnya, jaketnya, bahkan ia salah
menggunakan sepatu. Sebagai tabib muda, dia sudah cukup kebal dingin, sehingga
ia meminjamkan baju hangatnya pada anak-anak yang sakit. Tapi udara di sekitar
turun drastis setelah Demor membuat seorang elemental menangis. Yah, di saat
yang buruk seperti ini, pria bodoh macam apa yang membuat wanita menangis? Di
tengah lautan es seperti ini pula!
“Jangan dengarkan Demor, dia itu sinting,” Sennia berkata
dengan sedikit berbisik. “Dia selalu saja dingin pada semua orang!”
“Tapi seekor Demon memang selalu menyeret hati manusia pada
kegelap... tadi kamu bilang apa?” tanya gadis itu, lirih. “Aku...”
Sennia menghela nafas, “Shock membuat kepalamu berpikir
lamban, ya?”
Gadis itu hanya tersenyum paksa, “tidak apa-apa.”
Lalu, diam. Sennia memeluk kedua lututnya, menjaganya supaya
tetap hangat walau... yah, hampir tidak membantu sama sekali. Matahari sudah
hampir terbenam. Udara terasa menipis. Bahkan, asap dari perkemahan sudah mulai
terlihat. Mereka sudah menyalakan api unggun. Demor pasti sedang memotong
daging buruannya – tugas pria di kelompok – dan membakarnya di api.
Sennia lapar, namun ia tidak mau meninggalkan seorang
elemental disini sendirian. Apalagi setelah pembantaian elemental yang terjadi
akhir-akhir ini.
“Aku harus pulang,” gadis itu berdiri. “...sebelum gelap.”
Sennia mau menahannya, namun gadis itu melanjutkan, “Aku
harus memastikannya. Harus.”
“Kau mau pergi kemana?”
Sennia menoleh, diikuti gadis tersebut. Demor berjalan mendekat,
melepaskan jubah berburunya dan memberikannya pada gadis itu. Demor tanpa
sengaja melihat telinga gadis itu, lalu menarik nafas panjang.
Demor menggerakan tangannya dan memberi isyarat mulut dengan
cepat, sampai-sampai Sennia tidak dapat membacanya.
“Ketuamu mengundangku makan malam?” Ulang gadis itu. “Apa
akan merepotkan?”
Sennia menganga, tidak percaya bahwa gadis itu dapat
mengerti. Lalu, Demor mengangguk, dan
memberikan kode melalui gerakan mulutnya lagi. Tenang, namun wajahnya masih
sangat dingin.
“Kalau begitu, tidak apa-apa,” gadis itu mengangguk lemah. “Aku
akan ikut.”
Lalu, gadis itu berjalan terlebih dahulu ke arah perkemahan.
Demor menatap Sennia, lalu tersenyum sombong.
“Kau mau kedinginan di sana?”
Sennia menggerutu, “Dasar kau ini!!”
-Defrosted-
Sennia tidak begitu percaya hal ini. Demor bersikap aneh di
depan gadis itu. Aneh, sangat aneh. Dia seakan tidak peduli namun... yah, entahlah.
Demor tidak pernah bersikap sebodoh itu di depan siapapun. Apalagi wanita yang
baru ditemuinya.
Tidak adil!
Lalu, Sennia memukul dirinya sendiri. Astaga! Kenapa aku berpikir hal itu tidak adil? Apa yang salah
denganku?
“Sennia, kamu sudah ‘mengecek’ hal-hal itu?”
Sennia menoleh, lalu berdiri, “Ketua! Maaf, aku-”
“Demor mengatakan padaku bahwa telinga Crilys membeku,
sehingga tidak dapat mendengar dengan baik,” Ketua kelompok lalu menepuk pundak
Sennia. “Tabib, kuserahkan ini padamu nanti.”
“Nanti?” tanya Sennia. “Tunggu, Paman! Darimana paman tahu
namanya?”
“Ah, Sennia, kamu bergabung baru setengah tahun,” Suara
ketua sedikit melembut. “Kami bersahabat dengan klan es itu sudah cukup lama. Dia
adalah Crilys Aerith Frosta. Aku mengenalnya, bahkan saat dia masih berupa bola
cahaya yang lemah...”
“Jadi hanya aku yang tidak tahu dia?” tanya Sennia.
“Hanya kamu dan Demor,” ketua menegaskan. “Yah, dia sudah
tumbuh sekarang. Beberapa bahkan tidak mengenalinya sampai Crilys berbicara.
Nah, sebelum itu, ada yang mau kamu sampaikan padaku?”
Sennia mengatupkan mulutnya, lalu berbisik pelan, “Demor
bersikap aneh padanya.”
“Ah, itu karena mereka sama.”
Sennia terkejut, “Sama?”
“Kami menemukan Demor tiga tahun yang lalu,” ketua
melanjutkan. “Klan-nya dibantai habis oleh besi bermata merah yang bergerak dengan
tenaga api. Kami menemukannya dalam keadaan babak belur.”
Sennia diam-diam melirik Demor, yang membuka kancing jaketnya
di depan api, memasak daging buruan dan memanaskan air. Dia bahkan tidak
meninggalkan pisaunya di tenda penyimpanan senjata. Alat-alat bertarung dan
berburunya selalu ia bawa kemanapun. Dia menatap api seakan menatap musuh.
“Lalu, setelah bangun, ia berpikir kami adalah penjual
budak, sehingga ia kabur ke kampung halamannya, mendapati segalanya sudah...”
“Aku mengerti,” Sennia memotong, membayangkannya saja sudah
membuatnya merasa kasihan.
“Dia hanya tidak ingin gadis itu merasakan hal yang sama.
Walaupun sikapnya seperti itu, dialah yang paling mengerti semua anggota
kelompok,” Ketua ikut memandangi Demor yang berkerja di depan api.
“Aku tidak tahu...” bisik Sennia. “...Tapi setelah kulihat
lagi, dia berusaha menutupi lukanya dengan wajah dan sikapnya itu...”
Rabu, 04 Juni 2014
R's Review : FantasTeen | The Book of Black Spell
![]() |
| Backstab Level : Kurang lebih ** (I have found some mistake on your book, and I am trying to help.) |
![]() |
| This BOOK Enggak ada versi besarnya (sorry) |
_________________________________________________________________
CLICK AND DRAG to read STABBING COMMENT!!
(Coba usaha copy-paste untuk membuat tulisan kekurangan dan spoiler terlihat)
_________________________________________________________________
Karena aku yakin kebanyakan bahasa di buku ini diambil dari bahasa yunani... oh, beberapa dari bahasa turki. Itali? Hm...
Well, the main character is :
Fotia : Adik Nero, pengguna sihir air (Sepertinya terfokus pada pertahanan & penyembuh). Rohaluss masih mencari tahu dari mana namanya berasal (iseng)
Nero : Kakak Fotia, pengguna sihir api. Namanya kemungkinan diambli dari bahasa itali, berarti 'hitam'. Sumber tidak dapat dipercaya *sigh*
[Special Bonus] REVIEW FIRST CHAPTER :
Well... ada banyak hal yang harus di-review di sini. Terutama bagian 'Penulis berhasil membuat pembuka yang bagus sekaligus kebalikannya dalam waktu yang bersamaan'. Beberapa poin bagus menjadi hilang, tapi itu hanya bagi Rohaluss. Adikku bilang, kekurangan nomor 1 itu karena teteh terlalu lebay aja (wut?).
Let's put this simple :
1. Starting with mystery, ada beberapa kejadian yang membuat sebelah alis terangkat, membuat pembaca tertarik mengikuti cerita ini.
2. Good starting event.
Tapi tolong dengan amat sangat :
1. Halaman 11 paragraf perkenalan Nero : terlalu monoton (juga bagian Fotia dan Elizabeth, plus semua karakter di buku ini)
Halaman 14 : (Grammar nazi mode) "You are sitting my chair, newbie!" penulis lupa menambahkan kata on, atau milikku salah ketik? Hm...
Halaman 16 : Not quite sure, but please rethink. It's quite impossible *not-so-spoiler* untuk seorang murid membawa senjata ke sekolah. *not-so-spoiler ends* Tapi sudahlah, mungkin karena ekstrakulikuler?
Kisah petualangan Fotia dan Nero dalam mencari Book of Black Spell sebelum Kaum-yang-tidak-boleh-diseut-namanya menemukannya (Ceritanya, nama itu tabu XD) ini cukup seru. Cukup, iya. Alasan di bawah.
1. Punya magnet di tiap chapter (kecuali chapter 2 sampai 4. Gara-gara Gester. Aku gak suka apapun yang berbau romance walau itu bukan romance).
2. Banyak halangannya, jadi kisahnya gak sesimpel itu.
3. Beberapa karakter memiliki background story yang menarik . (Terutama William!)
4. Critical things happened, I simply love it.
5. Startegi musuhnya juga gak abal-abal.
Overall, cerita ini punya daya tarik sendiri, terutama bagian favoritku : Dua kubu berperang! Whoo! Tapi maaf, ada beberapa hal juga yang membuat wajahku berubah menjadi emot ini -> (-_-)" dan ini O_O.
I mean, seriously, you have good story in there, but you have to see what have you done there.
(tolong drag dan highlight untuk membaca)
1. Too much tell and not show : Terlalu tegas, terlalu singkat untuk sebuah deskripsi. Wajahku jadi emot beneran gara-gara cara menulismu.
2. Immortals : Beberapa dari Kraktermu hidup abadi, dan kalau mati hidup lagi. Kisah akan lebih seru jika hidup dan mati berada di garis tipis, Monica. Dan di cerita ini, entah kenapa, kuharap salah satu dari anggota orang-orang hebat-mu (protagonis) ada yang mati. Sungguh.
3. Perkenalan karakter yang... membosankan. Sudah kubahas sebelumnya.
4. Non-efective paragraph. Cek Halaman 60, dua paragraf terakhir. 38-40, lalu halaman 63, lalu 101 (3 bagian yang bikin tablefliping-momments. OKAY, ENOUGH FOR VANTO!). halaman 71, dua paragraf terakhir. Halaman 75 teks Nerd (first paragraph). Masih banyak lagi paragraf kurang efektif lainnya.
5. Ekspresi lo mana?!! Kadang ada beberapa kalimat yang tidak sesuai sama sekali. Cek halaman 70, untuk contoh jelasnya.
6. Akhir yang menggantung. Aku mengerti jika kamu ingin menulis dua buku, tapi kalau enggak, kamu sudah memberikan satu poin min buat Rohaluss.
Dan itu kelebihan dan kekurangan buku ini. Maklumi saja kalau tajam, setidaknya aku berniat membantu. Okay, last thing, SUPPORT THE AUTHORS BY BUYING THE BOOK!! Have fun!
Rohaluss Book Ratting : Probably three, but I (currently) don't care.
Author Rank : Nomor 3, tapi bukan yang ketiga. (Cek 'Rohaluss Author Rank' for Details : Coming Soon)
Sabtu, 31 Mei 2014
Journal : Rohaluss Fears
Novel lamaku sudah selesai.
Sebenarnya, sebuah novel yang pernah ditolak dan kutemukan 18 kesalahan di dalamnya. Sudah ku-edit sampai aku mau mati. Lalu aku tulis ulang. Empat kali.
Siap dikirim ke FantasTeen, tapi aku punya sejuta masalah. (Lebay amat. Cuma tiga padahal!)
1. Rejection
Aku ditolak dua kali. Dua-duanya emang crappy story yang menakutkan, dan aku seratus persen yakin ceritaku yang satu ini lebih baik dari dua novel yang ditolak. Tapi tiap kali aku mau nge-print naskahku sendiri, aku pikir 'ah, aku harus baca lagi. Aku tidak boleh ditolak lagi'. But it's go on and on like that.
Kisah ini kurencanakan dari kelas 7. Selesai sejak 2 bulan yang lalu. Tapi aku benar-benar takut gagal.
I got this on internet : Kakorrhaphiophobia- Fear of failure or defeat.
Oke, aku terkena Kakorrhaphiophobia.
2. Name&Photo
Aku harus nulis nama asliku... Semua orang bakal tau nama asliku!
Aku sebenarnya sudah mulai tidak peduli. Nama asliku pernah tidak sengaja tertulis di suatu tempat. So it's not huge probs. Tapi diam-diam, aku berharap aku bersekolah SMA di tempat dimana seorangpun di kelasku tidak suka membaca FantasTeen. Semoga.
Aku bisa meledak.
Plus : Aku benci fotoku sendiri. Aku gak suka foto!
3. Second Book
(Heavy breathing) oke, ini yang terakhir. Kisahku terbagi menjadi dua bagian (semoga). Bagian pertama kuusahakan 'will be fine with no 2nd book'. Tapi kalau bukuku tidak bestseller, aku tidak bisa melanjutkannya. Takut banget...
Dan karena ini, aku tidak bisa tenang tidur, dan entah kenapa jadi takut kalau blog gak ke-update.
Bisakah aku mendapat jawaban dari kakak-kakak fantasteen, apakah aku boleh menulis Gamebook?! Itu bakal membuatku lebih tenang. Aku mau nulis sesuatu selain buku yang membawaku ke ketakutan ini!!
Sebenarnya, sebuah novel yang pernah ditolak dan kutemukan 18 kesalahan di dalamnya. Sudah ku-edit sampai aku mau mati. Lalu aku tulis ulang. Empat kali.
Siap dikirim ke FantasTeen, tapi aku punya sejuta masalah. (Lebay amat. Cuma tiga padahal!)
1. Rejection
Aku ditolak dua kali. Dua-duanya emang crappy story yang menakutkan, dan aku seratus persen yakin ceritaku yang satu ini lebih baik dari dua novel yang ditolak. Tapi tiap kali aku mau nge-print naskahku sendiri, aku pikir 'ah, aku harus baca lagi. Aku tidak boleh ditolak lagi'. But it's go on and on like that.
Kisah ini kurencanakan dari kelas 7. Selesai sejak 2 bulan yang lalu. Tapi aku benar-benar takut gagal.
I got this on internet : Kakorrhaphiophobia- Fear of failure or defeat.
Oke, aku terkena Kakorrhaphiophobia.
2. Name&Photo
Aku harus nulis nama asliku... Semua orang bakal tau nama asliku!
Aku sebenarnya sudah mulai tidak peduli. Nama asliku pernah tidak sengaja tertulis di suatu tempat. So it's not huge probs. Tapi diam-diam, aku berharap aku bersekolah SMA di tempat dimana seorangpun di kelasku tidak suka membaca FantasTeen. Semoga.
Aku bisa meledak.
Plus : Aku benci fotoku sendiri. Aku gak suka foto!
3. Second Book
(Heavy breathing) oke, ini yang terakhir. Kisahku terbagi menjadi dua bagian (semoga). Bagian pertama kuusahakan 'will be fine with no 2nd book'. Tapi kalau bukuku tidak bestseller, aku tidak bisa melanjutkannya. Takut banget...
Dan karena ini, aku tidak bisa tenang tidur, dan entah kenapa jadi takut kalau blog gak ke-update.
Bisakah aku mendapat jawaban dari kakak-kakak fantasteen, apakah aku boleh menulis Gamebook?! Itu bakal membuatku lebih tenang. Aku mau nulis sesuatu selain buku yang membawaku ke ketakutan ini!!
Rabu, 21 Mei 2014
Rohaluss Story : Defrosted Chapter 1 | Opening
Inspired from :
Fantasteen : Absolute Zero by
Fauzi (Thank you!)
The Book of Black Spell by Monica
(Hi, new author! Welcome to writing world, eh?)
Final Fantasy (Square Enix Game)
+ Those absurd games I have
played lately
Story By : AliaRohaluss~
Genere : Hard Fantasy
Tabokan penulis sebelum mulai : Thanks
to all my readers, I’ve finally finish my novel! XD Belum berani ngirim ke FantasTeen, sih. Aku masih mikir, resikonya terlalu besar untuk menulis novel dua buku... *sigh*
Sebagai perayaan, aku dengan
bangga mempersembahkan : Defrosted Novel-Comic atau Light Novel, (terserah kalian
mau nyebut cerita banyak ilustrasi dengan apa...) Kurang lebih 5 chapter.
Ilustrasi di chapter berikutnya. Bakal rada ngawur gara-gara masih latihan menggunakan digital art
tools.
Ahem. Semoga itu novel keterima,
yah! (Amin...)
Defrosted
Chapter 1
“Kamu
menemukan gadis ini dalam kondisi seperti... em... ini?”
Lelaki
berambut coklat itu mengangguk tegas. Dia tahu dia seharusnya tidak membawa
bongkahan es berisi manusia itu pulang ke perkemahan, tapi sudah terlambat
untuk menyadari kesalahannya sekarang. Mungkin para tertua klan akan bertanya
lebih banyak, dan itu bisa memakan waktu lama.
Cerewet. Pikirnya. Lagipula dia sudah mati. Tidak ada waktu untuk mengurus mayat di musim
dingin membekukan ini.
Tertua
klan berjanggut putih itu menarik nafas panjang, “Kita harus mencairkannya,
Demor. Roh manusia ini akan terus mengganggu tempat ini sampai tubuhnya
diperlakukan dengan layak.”
“Dengan
senang hati,” Demor, lelaki itu, berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu. Aku tidak punya waktu untuk ini. Roh manusia
apanya?
Banyak
orang mengelilingi bongkahan es raksasa yang diletakan agak jauh dari
perkemahan. Samar, memang, tapi di dalamnya benar-benar ada sebuah tubuh dengan
baju pendek berwarna putih. Dari sisi manapun, baik gadis tersebut ataupun es
yang membekukannya terlihat abnormal. Auranya seperti bukan es. Saat disentuh
tidak dingin, melainkan seperti menyentuh batu licin.
“Ini
bukan es,” kata salah satu wanita di sana.
“Jika
ini bukan es, apa lagi?” timpal seorang pria. “Wajar saja kalau ada yang
membeku di danau itu lagi. Ini sudah
yang keempat kalinya dalam musim dingin panjang.”
“Minggir,”
Demor mendorong pundak beberapa orang di depannya. “Es atau bukan, itu tidak
penting.”
Demor
mengeluarkan sebilah pisau pendek yang selalu ia gunakan saat berburu. Terbuat dari
batu hitam yang mengilap, bentuknya sedikit terlihat kasar. Dia menaruh
ujungnya di depan es tersebut, siap untuk menghancurkan benda apapun yang
berani menyita waktunya.
“Demor, jangan lakukan itu!!”
Demor
menoleh ke arah sumber suara. Seorang gadis berambut hitam dengan kalung besar
menggantung di lehernya terengah setelah berlari cepat. Dia Sennia, tabib
sekaligus peramal dalam perkemahan – atau orang-orang berkata begitu – yang
masih belajar. Bahkan dalam musim dingin seganas ini, dia masih menggunakan
baju musim gugur dengan banyak benda mistis menghiasi pakaiannya.
“Roh
manusia bisa hancur jika kamu tidak hati-hati dalam mengurus tubuhnya!
Seharusnya kamu-”
“Cerewet,”
desis Demor. “Apa aku kelihatan peduli tentang roh manusia dan kehidupan
setelah kematian?!”
Sennia
menggumam, “Ya... kupikir kamu memang tidak peduli, sih. Tapi...”
Tanpa
menghiraukan penjelasan Sennia, Demor langsung menusukan pisaunya pada es
tersebut. Anehnya, pisau kokoh miliknya hanya berhasil membuat tusukan kecil,
hampir tidak membuat sedikitpun retakan.
Seakan
ada sesuatu yang melindungi es itu.
Demor
merasakan hal ganjil yang membuatnya mundur. Sebuah perlindungan. Ya... aura
tabir pelindung yang lemah. Sejenis... sihir. Mungkin bukan sihir. Tidak ada
bekas penyihir yang melakukannya. Seperti sihir murni. Sihir yang tidak
terjamah oleh kemampuan manusia, membekukan gadis itu.
Sennia menjitak
kepala Demor, “Kau ini mau mengutuk kelompok pengelana ini, ya?!! Kubilang
jangan, ya jangan!! Dasar cowok tak berperasaan!”
“Jaga
ucapanmu, Sen-”
Klik.
...es
itu retak.
“Astaga,
Demooor!! Apa yang kau lakukan?!!” teriak Sennia. “Kau menghancurkan masa depan
kita semua! Aaah!!!”
Tapi aku tidak melakukan
apa-apa... Demor
menutup telinganya, mencoba menjaga telinganya sebelum teriakan tak waras itu
memenuhi otaknya. Matanya menatap gadis di dalam es. Sesuatu membuatnya merasa
tidak enak... Terkurung di dalam es, tapi terasa hidup... apa hanya perasaannya
saja, bahwa dia melihat gadis itu bergerak?
Itu
tidak mungkin. Manusia macam apa yang masih hidup di dalam es? Secara logika,
mereka takkan bisa bernafas tanpa udara. Dan dilihat dari pakaiannya, mungkin
dia membeku saat musim panas...
Saat
musim panas?
“Demor,
kau harus bertanggung jawab!! Sekarang juga!!” Sennia mengguncang-guncangkan
tubuh Demor. “Kau gila! Rohnya sedang marah! Kita akan mati dikutuk roh manusia
yang menuntut balas dendam!! Aaaah!!!”
Matanya
terbuka. Mata gadis itu terbuka, menatap Demor, lemah.
“Kau
yang gila, Sennia! Orang itu masih hidup!” Demor mendorong tubuh Sennia
menjauh. “Minggir!”
“Demo-”
- Defrosted -
Pisau
itu belum menyentuh es. Sedikitpun tidak. Sennia melihat Demor baru saja memposisikan
pisaunya di belakang kepalanya. Masih dalam posisi itu, tapi tiba-tiba saja, es itu hancur.
Pecahan
es berserakan di mana-mana, memantulkan cahaya-cahaya terkecil dari lentera api
dan sinar matahari yang menembus awan tebal. Demor membatu di tempat. Hampir
saja beberapa dari pecahan es tajam mengenainya.
“Whoa,
tadi itu berbahaya sekali,” sembur Sennia. “Tapi kamu benar, Demor. Gadis itu
masih bernafas.”
“...Hei,
apa kau baik-baik saja, Nona Es?”
tanya Demor, dingin.
Tangan
Sennia menimpuk kepala Demor, “Bisakah kau sedikit lebih sopan?!”
Gadis
berambut biru itu menatap langit. Atau sesuatu yang lain. Tatapannya kosong.
Nafasnya memburu.
Lari.
...kamu harus pergi-
Temukan element- .... –lainnya.
...menolongmu.
Gadis
itu berteriak. Menangis. Dengan suara yang mampu menggetarkan badai salju dan
menyayat hati...
Dia
sendiri tidak tahu mengapa dadanya terasa berat.
Dia
merasa hampa.
Sendirian.
Demor
berlutut, berusaha menenangkannya, “Nona...”
Pecahan
es melesat dan menggores pelipis Demor, “Pergi!!”
Gadis
itu berdiri, gemetar, melangkah mundur menjauhi Demor, “Demon!”
“Demon?”
Sennia merenyitkan dahi. “Demor, Itu nama aslimu?”
“Kau
pikir aku ini apa?!” Demor berdiri, mencoba mendekat, “Dengar, Elemental, namaku bukan-”
Lagi-lagi,
suara di kepala gadis itu terdengar lagi.
Lari.
Gadis
itu membuat tembok es transparan yang membatasi dia dan kelompok pengelana
tersebut, dan berlari sekuat-kuatnya. Demor hanya menatap punggung gadis itu
yang berlari ke dalam hutan. Mengarah ke danau.
“Sialan. Dia tidak boleh kembali ke
tempatnya!” Demor mengambil lenteranya. Dengan cepat, dia memutari tembok itu
dan berlari menyusul gadis itu.
Dia tidak boleh kembali...
Langganan:
Postingan (Atom)




