Tampilkan postingan dengan label Gaje. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaje. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

Daftar Judul Buku FantasTeen (Listed by Author Name) [Updated?]

Buku-buku FantasTeen diurutkan dari nama penulis

KARENA SAYA EMANG KURANG KERJAAN :'v

Ingat, yang tertulis di sini hanya buku FantasTeen. Jadi, untuk penulis yang telah menulis KKPK atau PBC atau buku lainnya, maaf saja. Takkan saya tulis di sini.

Tenang, blog mereka, twitter, dsb... akan dicatat disini juga... mungkin. Jadi, HUS, SANA, KEPOIN PENULISNYA AJA!


List berdasarkan terbitan pertama [LINK]

List Berdasarkan Ratting Rohaluss [Coming Soon]


A

Adam
 Buku yang ditulis :
   1. Chocoblood


Akbar | Blog : https://akbarsuganda.wordpress.com
  Buku yang ditulis :
   1. Haunted School (Bestseller Januari 2014)
   2. Haunted School 2 (2014)
   3. Pure Blood (2015)
   4. Ve (2015)
   5. The Cursed George (Coming Soon)
   6. Republish : Haunted School (Coming Soon)


Alief Wheza Harsojo | Website : www.wheza99.com (IYA, ITU WEBSITE PRIBADI, ASTAGAH) dan www.wzhapublishing.blogspot.com | Twitter : @wheza99 | Google+ Account : +Wheza Harsojo | Random notes : Thanks for your support!!

Rohie's Close Friend!

  Buku yang ditulis :

   1. The Legend of Hell's Sword
   2. Halte Angker
   3. Ghost Dormitory in Madrid
   4. Poltergeist (In Collaboration with Tessia)


Alvan Muqqorobin Assegaf
  Buku yang ditulis:
   1. Lily Jasmine


Arghi Asy-Syi'ra
  Buku yang ditulis:
   1. Soul Eater
   2. The Dark Sirius


Aulia Saad | Blog : http://dunialiasaad.blogspot.com/ 
  Buku yang ditulis :
   1. Pangeran Mimpi Zera


Ayunda Nisa Chaira
  Buku yang Ditulis :
   1. Ghost Dormitory In London



B

Billy Brilliant
  Buku yang ditulis :
   1. Magic Pearl
   2. Deadly Claws (Scary)


C

D

Diendra Sartika
  Buku yang ditulis :
   1. Double R

Dini Octarina
  Buku yang ditulis :
   1. GONE

Ditta Hakha
  Buku yang ditulis :
   1. Reinkarnasi


E

F

Fauzi Maulana H (Rohie's Favorite Author!)
  Buku yang ditulis
   1. Unfinished Journal
   2. Dream Traveler
   3. Absolute Zero
   4. Black Reminiscence (Scary)


Fransisca Intan | Twitter: @fransiscaintan5 |
  Buku yang ditulis:
   1. Diary of March
   2. Diary of March : The Final Truth
   3. Ghost Dormitory in Beijing (Coming Soon)

Fira Firdaus
  Buku yang ditulis : 
   1. D'Ryan O


G


H

Hastomhidz | Nama Asli : Hastomo N. H
  Buku yang ditulis:
    1. Kuchisake


Hilmy An Nabhnany | Blog : sapimen.blogspot.com : Catatan SapiMan
  Buku yang ditulis :
   1. Solvite


Huda
 Buku yang ditulis :
   1. The Darkness


I

Indira
  Buku yang ditulis
   1. Nightmare

J

K

L

M

Marsella Azuela | Blog: Marsella Azuela Story mazustory.blogspot.com | Twitter: @Mazuchan | DeviantArt: http://marsellazuela.deviantart.com/  |
  Buku yang Ditulis : 
   1. The Diva
   2. Gallery of Dolls
  ...dan 3 buku lainnya... (nonfantasteen)


Medina Savira
  Buku yang ditulis
   1. The Golden Graffiti


Maii-Chan
  Buku yang ditulis :
   1. The Saviour


Mona Yonantha
  Buku yang ditulis
   1. Final Destiny


Monica Sales
  Buku yang ditulis :
   1. The Book of Black Spell


Mutiara Mira
  Buku yang ditulis :
   1. Sihir dan Manusia Serigala


Muthia Fadhila Khairunnisa
  Buku yang ditulis
   1. Ghost Dormitory : In Seoul


Muthiah Sabila
  Buku yang ditulis :
   1. Rumah Angker


N


Nabila Anasty
  Buku yang ditulis:
   1. Injurious
   2. The Escapist
   3. GD in Alaska
   4. Hot Seat
   5. Black Shadow


Nisrina Hanifa a.k.a Ninis


Nurul Pertiwi  
  Buku yang ditulis :
   1. Hantu Summer



O

P

Q

R


Rana Amani
  Buku yang ditulis :
   1. Jewel Mystery


S


SarTav
  Buku yang ditulis :
   1. Time Capsule


Sucia | Twitter : @suciaraaa
  Buku yang ditulis :
   1. Ghost Dormitory
   2. Ghost Dormitory 2
  Sedang mencari tahu jumlah buku lain yang diterbitkan...


T


Tessia
  Buku yang ditulis :
    1. Alive
    2. Kutukan Naskah Drama
    3. Poltergeist (In collaboration with Alief Wheza H)


Tsabita
  Buku yang ditulis :
   1. Terrible Mission


Trifani Magistra A.R
  Buku yang ditulis
   1. Talita dan Surat Misterius


U


Utari Rachma Siwi
  Buku yang ditulis:
   1. PANDORA


V


Violine Andita
  Buku yang ditulis
   1. Mysterious Murder


W


Wanda Amyra
  Buku yang ditulis :
   1. Ghost Dormitory : In Tokyo


X

Y

Z

Ziggy Z | Blog : gingeress.tumblr.com | twitter : @monamiCROISSANT | Untuk buku nonfantasteen dari Ziggy, silahkan cek blog-nya sendiri.

 (Rohaluss Favorite Author)

  Buku yang ditulis :
   1. Wonderworks
   2. Ghost Dormitory In Sidney
   3. Lucid Dream
   4. Toriad
   5. Saving Ludo


P.S : Jangan salahin aku kenapa Wheza data penulisnya paling banyak. Dia temanku. Harusnya aku kenalan juga sama yang lain... enggak nunggu dikenalin atau mereka mengenalkan diri...

Dan terakhir, kalau kalian penulis di atas dan punya blog untuk di-share, tulis. Tulis di komentar. Oh, ya. Twitter kalian juga. E-mail boleh. Terserah kalian. Kalian juga boleh share ini di FB atau dimanapun. Aku gak peduli.

Atau kalau kalian kelupaan ditulis sama aku, tulis juga di bawah.

Sabtu, 30 Juli 2016

Mengambil Inspirasi Dari Manga Untuk Novel - Kenapa Rohaluss Tidak Suka

Karena dari 5 novel FantasTeen yang terang-terangan menggunakan inspirasi dari animu, cuma ada 1 yang bagus.

Sisanya, entah itu mereka pintar dalam mencari inspirasi sehingga saya tidak sadar. And thats mean, There is a way to have Manga as your novel inspiration. Beneran ada caranya. Yah... yah...

...hanya satu dari lima buku itu angka yang cukup besar, loh.


Coret kata Review di banner ini
Ganti jadi 'RANT'

THE ROHALUSS FIRST OFFICIAL RANT in ROHIE'S JOURNAL
Manga as Novel Inspiration


DISCLAIMER:
Aku penggemar kedua jenis karya itu. Aku tidak terlalu mengelu-elukan novel maupun manga. Heck, I wrote both of it, meskipun saya amatir dalam keduanya. Tapi setidaknya saya tahu sedikit. Tolong jangan diambil terlalu banyak, kadang saya agak marah dan perlu menuangkannya saja.

Jika ada yang tersinggung, maka saya mohon maaf.


Kenapa aku tidak menyarankan pemula untuk mengambil inspirasi dari manga?

Sederhana. Meskipun memiliki banyak persamaan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Dan beberapa bagian bahkan sangat kontras satu sama lain sehingga tidak dapat digabung menjadi satu.

Sure, Manga sama seperti Novel. Menceritakan dan menyampaikan kisah pada orang yang membacanya.

Perbedaan pertama yang membuat mereka kontras, adalah cara penyampaiannya. Manga menyampaikan dengan gambar. Novel menyampaikan dengan tulisan dan kata-kata. Nah, masalah pertamanya juga ada di sini.


1. Kamu bisa dengan mudah memaksa imajinasi pembaca dengan gambar, tapi akan sulit dengan kata-kata. Coba kamu deskripsikan satu karakter ke 8 orang berbeda yang bisa gambar. Coba aja. Kalau gambar mereka mirip, syukur. Tapi kalau mendekati saja, yah... kamu udah jadi penulis yang bagus kok.

Kamu gak bisa maksa imajinasi orang, nak. Dan memaksakan hal tersebut di dalam bentuk tulisan, jika tidak berhati-hati hanya akan terkesan seperti infodumping dengan cara paling tidak profesional sama sekali.

But yeah, there IS a way. Cuma kalau saya bahas disini, nanti kepanjangan. Takut jadi tutorial, kan agak bangsat juga. Tulisan Imajinasi mau dikemanakan?


2. Kebanyakan novel remaja yang jelas-jelas mengambil inspirasi dari anime/manga itu KELIHATAN BANGET referensinya. Saya marah soal yang satu ini. Bukannya aku membenci ini sekali, tapi hei, plis deh. Ada batasan antara plagiarisme dan inspirasi. Kalau bisa, plis jangan disentuh, apalagi dilangkahin sedikitpun. Case in point, dua novel FantasTeen yang menggunakan percakapan antar dua karakter (persis banget, gila, sampai pakai urat aku nyelesain bukunya), dan karakter yang sama menggunakan hampir setengah plotnya mirip.

(Oke, ceritanya emang beda jauh. Salut untuk yang mendaur ulang plot. Tapi lain kali, setidaknya gitu, gendernya diubah, atau apanya diubah... Masih kelihatan referensinya jelas banget deh. Kan kzl.)

Dikutip dari blognya Mb. Balthazar (dengan perubahan banyak, soalnya saya males nyari link-nya), anggaplah karya penulis adalah seekor ayam. Kalau kamu curi, terus dijual dipasar, ya jelaslah kamu bakal dikeroyok warga. Saya juga mau nabok penulis yang kayak gini. Gak pantas disebut penulis.

Tapi tenang. Nyolong tuh, harus aman. Kamu bisa ambil referensi. Misal, pakai kaki ayamnya doang. Terus diolah pakai bumbu racikan sendiri. Disajikan dengan sambel yang kamu racik sendiri (atau nyolong dari kebun warga). Kelihatan gak, itu ayam yang kamu curi? Semoga enggak. Soalnya karya tulis tetap saja bukan ayam. Pinter-pinter ngolahnya.

Intinya, jangan sampai kamu sajikan dengan mentah. Kalau mirip banget, orang bakal curiga. Saya yang sensitif aja mau nabok penulis yang pakai percakapan tersebut. Yang kedua yang mendaur ulang plot enggak, saya salut sama keberanian dia. Cuma, kalau diulang lagi, saya beneran tabok. Pake Hell's Sword. Pinjem punya Wheza. Critical hit. Kalau bisa, sekalian Overkill.

Hint: Anime yang saya sebut di sini adalah Another (Horror anime)


3. Percaya atau enggak, bikin karakter di manga/anime dan di novel itu jauh berbeda. Orang mahaganteng mungkin bisa membuat pembaca manga terpikat, tapi di novel bisa jadi Mary Sue false alarm. Novel lebih realistik daripada manga/anime, jadi ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna. Sementara itu, di manga (apalagi shoujo manga), ganteng itu sebuah atribut yang biasa digunakan. Gak aneh, apalagi terlihat menyebalkan.


4. Orang mengalahkan satu batalion musuh seorang diri di komik bisa kelihatan keren
Tapi di dalam novel (jika tidak hati-hati) malah Mary Sue. Malah, kalau mau alay sedikit, tanpa skill yang memadai, dan kamu mencoba tulis adegan anime di novel, jadinya kayak Deus Ex-Machina ditambah dengan sentuhan Narm.

Ini masih merujuk pada statement pertama paling atas. Kamu enggak bisa memaksakan imajinasi orang yang baca teks. Makanya saya tidak pernah menyuruh orang yang baca blog aku untuk mengambil inspirasi dari manga. (To be safe, that's it)


5. Ekspresi di anime dibuat-buat, terkesan hiperbolik. Jujur, saya ngakak bukan main saat membaca (yang ini saya seneng deh, mentionnya) Solvite-nya Hilmy An Nabhanny. Kelihatan anime-nya. Banget. Saya recomend banget buat baca ini kalau kalian mau tahu kenapa saya kurang suka mendengar 'inspirasi dari manga'.



And that's it, my rant has finally over. Thank you for reading.

Selasa, 24 Mei 2016

Rata-Rata Pertanyaan Gaje di Tulisan Imajinasi

Kadang saya mau curcol aja kok...



1. Kasih saran dong soal nama/ plot/ cerita/ hal-hal lain yang kalau saya kasihin idenya bisa jadi mengubah seluruh tatanan plot aslinya
    Level annoyance: 4.5/5

Woy. Kamu niat gak sih bikin cerita? Kok nanyanya bukan tips, tapi beneran MINTA CERITA. Ini yang mau jadi penulis siapa sih?!

Kadang, minta saran judul, nama, dan plot itu lebih baik ke orang yang tahu ceritanya bakal kayak gimana. Saya tahu apa soal cerita kamu? Kalau ide yang saya kasih merusak tatanan cerita kamu gimana? Aku nulis TI bukan biar cerita kalian rusak sama ide saya. Saya ingin membantu.

Jadi plis deh. Pertanyaannya agak dipikirkan lagi, apakah pertanyaan itu pantas untuk ditanyakan ke orang asing yang gak tau apa-apa soal cerita kamu atau enggak.



2. Menurut kakak (hoeks) kalau ceritanya [insert plot yang kadang bagus, kadang juga absurd] bagus gak?
   Level annoyance: 3.5/5

Eksekusi menentukan.

Udah, jangan nanya lagi. Ada cewek cakep yang lari ke hutan, jadi pembantu dan tiba-tiba nikah sama pangeran. Cerita itu bisa jadi bagus, kok. Eksekusinya aja yang menentukan. Bukan ide. By the way, tadi itu cerita Putri Salju.



3. Boleh minta nomor HP?
   Level annoyance: None. Cuma paling ujung-ujungnya saya curcol

GHAK PUNYA HAAAPEEEE.... Tapi saya hargai pertanyaan yang satu ini. Seengaknya, ini gak bikin ribet kayak dua pertanyaan di atas.

Kalian bisa ajak saya chat melalui Google+, FB chat (meskipun jujur, saya pilih-pilih temen), Twitter. Yang jarang saya buka tapi boleh kalian kepoin AskFM dan Tumblr.



4. Kak (plis stahp panggil aku kak), baca cerita aku dong!
   Level annoyance: Kalau di blog, 1.5/5 dan di Wattpad... SAYA SENENG BANGET

Kirim linknya kalau punya Wattpad. Kalau enggak, asal saya kenal kalian saya bisa baca cerita kalian. Saya bakal terus baca sampai titik dimana saya bosen. Kalau lewat email, dan saya gak kenal kalian secara pribadi juga bakal saya baca... Tapi cuma satu chapter aja.

Agak males sih, lama-lama. Biasanya yang bilang gitu lupa krim ke e-mail saya. KHAN SAYAH SAKIT DI PHP-IN BANG. MAU DIBACA GAK SIH BANG?!



5. Ngambil ide dari anime?
  Level annoyance : 4.75/5 kalau kamu ceritain idenya dan absurd gila

Saya bukannya gak suka ide dari anime. Tapi ada 3 novel FantasTeen yang kelihatan jelas ngambil dari anime dan... sumpah, mending aku gak usah ceritain gimana. Aku gak suka. Pendapat pribadi aja.

Selain penulis-in-progress, saya komikus-in-training juga. Saya tahu perbedaan antara menulis adegan di komik dan di dalam novel. Koodrat 'Mary Sue' di komik juga gak bisa disamain sama novel. Orang yang seenak dengkul menyamakan kedua hal ini kadang bikin saya marah. Mau nulis adegan begini kok deskripsinya kayak menggambarkan adegan di anime? Gak realis banget masalahnya, dan malah bikin kelihatan *uhuk*amatir.

Kecuali kamu mau bikin Light-novel, jangan nulis adegan kayak deskripsiin skrip komik.

Emang sih, ada buku FantasTeen yang ngambil dari anime dan hasilnya lumayan (Contohnya Alive by Tessia dan The Legend of Hell's Sword by Wheza). Tapi Mengambil inspirasi =/= Menulis Gaya Anime. Dan tidak jarang banyak orang lupa akan hal ini. Terutama penulis muda yang kebanyakan baca komik daripada novel.

Kalau ini dilanjut, bakal jadi skrip panjang, jadi saya stop saja sampai sini.



Curcol selesai. Daah!

Sabtu, 27 Februari 2016

[INTERMEZZO] Izin Hiatus Maret! (Galau Naskah ditolak?)

Naskah Rohie ditolak!

Tenang aja, Rohie enggak akan berhenti nulis. Tapi Rohie mau recovery aja, mungkin komentar kalian gak akan dijawab. Mungkin aku bakal telat respon.

Maret ini aku hiatus. Aku mau asah kemampuan dalam hal yang paling aku benci. Semoga aku bisa, doain aja supaya aku kembali semangat!


P.S : Ceritanya bakal dipos-kan di Wattpad.

Rabu, 28 Oktober 2015

Reasons : Update 2 (Curcol First Reader, Antara 2 Orang Yang Pernah Membantu Saya)

Iru : Oi, ini narasi serbatau jangan serbatahu banget. Coba terbatas satu karakter aja biar gak bingung yang baca.

Me : ...DAMMIT, SATU LAGI KELEMAHAN SAYA YANG KAMU TEMUKAN


Oke, jadi ada hebatnya kamu mendapatkan seorang First Reader yang lebih hebat daripada kamu. Satu, kamu belajar. Dua, kamu lebih cepat berkembang. Tiga, kamu dapet temen yang bisa kamu caci balik kalau dia seandainya nulis cerita.

Nope. Just kidding.

Tapi ada benernya.

Dan astaga, aku terbiasa dengan Point Of View Orang Ketiga Serbatahu.

Sekarang aku mungkin akan membiarkan POV Orang Ketiga SOKSerbatahu ini supaya ada perkembangan novel. And you can judge me from that. Karena... karena aku males usaha :v

Gak. Aku punya tiga alasan.

Satu, malas.

Dua, aku enggak tau caranya nulis POV 3rd Person Terbatas.

Tiga. Aku KADANG enggak tau Iruhan ini serius atau enggak, soalnya dia komentar kayak abang CinemaSins lagi mantengin blockbuster movie. Agak nyebelin, ada benernya, bingung mau diapain sampai harus 'difermentasi' (a.k.a mengolah ulang ide tersebut, didiamkan sambil dimatangkan baik-baik) sebelum diolah kembali.

But it resulted in better story, kita bisa mentertawakan novel ini dan kita saling bertukar ilmu dan... dan banyak lagi. Jadi First Reader macam dia tuh sebenernya cuma perlu dimengerti dan harus kuat dikomentarin tajam.

Karena dia orang baik.

Tapi jadi rindu FR Wheza dimana dia lebih banyak ngasih encouragement. Kerasa gitu bedanya antara dibimbing oleh dua orang yang berbeda. Satu orang adalah 'orang yang menghajar kamu supaya kamu tambah kuat' dan seorang lagi 'yang menuntun kamu supaya kamu bisa lebih maju'.

Wheza juga baik.

...Jadi...

Dan disini saya sadar betapa pentingnya peran First Reader.

Kalau enggak ada Wheza, aku udah berhenti nulis dua tahun lalu.

Sementara itu, enggak ada Iru aku enggak akan bisa nyelesain satu ceritapun.



Uh, jadi curcol gini? Curcolnya mirip pula dengan curcol sebelumnya.

Biarkanlah.

Pokoknya mengedit Reasons ini beneran jadi tantangan yang besar dan aku bisa bikin episode dua dari 'Tolong Jangan Tiru Kesalahan Saya' dot com

And Re-Build dari kesalahan di Regrets. Aku juga gak bisa diskusiin ini sama Iruhan ataupun Wheza, mereka sibuk akhir-akhir ini... mungkin.

Catatan lain dari perkembangan naskah Reasons : ...Sialan, aku perlu banyak latihan,



And another notes : Iklan bentar

Support Alief Wheza by BUYING HIS BOOKS (yay)
The Legend Of Hell's Sword
Halte Angker
Jawa Jejawen
Ghost Dormitory in Madrid
     Don't forget to visit his blog! : wheza99.blogspot.com
                                               

Visit Iruhan Special Review Pake Saos Sambel dan Pedes Gila di :
tofixamockingbook.blogspot.com

Uh, dan kalau dia udah nulis buku saya kasih tahu kalian semua. IRU CEPETAN SELESAIN ITU PROYEK, AKU JANJI ENGGAK AKAN GANGGU KAMU SOALNYA NASKAH KEENAM BAKALAN ANCUR TOTAL. SO NOPE. SAMPAI JANUARI KECUALI KAMU PENASARAN AKHIRNYA NOVEL HORROR-THRILLER AKU JADINYA GIMANA.

Oke, jadi intinya saya nyindir dua FR saya di sini dan saya mau kabur sebelum salah satu atau salah dua dari mereka sadar. Rohie out!

*Ya, kalau saya post artinya saya juga mau mereka tahu*
*Uh, complicated banget ya?*


*Dasar cewek*

Selasa, 20 Oktober 2015

Reasons : Update 1 (Next Script will Be Sent by Me!)

Jadi, um...

...Aku mau ngirim naskah kelima aku.


CEPET BANGET? Asa kemarin baru ngirim Regrets, da!


Haha, ini gara-gara 90 Pages 30 Days Chalange di wZha Writing Club. Jadi, selama 30 Hari, kita harus maksain diri buat nyelesain 1 FantasTeen novel. A.K.A 90 Halaman. Aku gagal di hari 30 baru menyelesaikan 89 halaman.

Siiaaaaaaallllll....

Sekarang udah selesai sih. Aku jadi maksain Iru buat baca first draft aku yang ngaco karena AKU MALES NULIS 3 KALI. Lagian aku cukup PD dengan kemampuan Iru dalam berkomentar dan kemampuanku dalam mengedit.



Jadi, apa isi dari naskah kelimaku?

Aku pakai lirik lagu untuk plot-nya. Kalau kalian suka dengerin Owl City, mungkin kalian tahu lagu judulnya The Real World. Interpretasinya tiap orang bisa beragam, dan aku berpikir tentang stress yang terlepas, dan masih banyak lagi saat aku mendengar liriknya.

Btw, ini liriknya yang menginspirasi cerita ini.


I saw the autumn leaves peel up off the street
Take wing on the balmy breeze and sweep you off your feet

And you blushed as they scooped you up on sugar maple wings
To gaze down on the city below ablaze with wondrous things

Downy feathers kiss your face and flutter everywhere
Reality is a lovely place but I wouldn't wanna live there

I wouldn't wanna live there!


Correct, temanya berlatar di Musim Gugur di suatu tempat di UK. Lalu, aku kepikiran sesuatu. Tentang imajinasi anak-anak. Tentang keegoisan orang yang berkata 'aku tidak mau hidup lagi di dunia nyata'. Gitu... jadi, ya, Don't blame me if the story brings some Person vs Self conflict.

I love to take this song literally. Jadi bakalan ada makhluk bersayap di cerita ini.

Em... kalau enggak diterima, siap-siap cek wattpad saya.





RSJ? RS? Bakalan sadis atau menyeramkan?
Gak. Tapi aku emang suka nulis mayat, jadi sedikit bumbu seram. Kalau Regrets diterima penerbit, anggaplah aku masih gak bisa move-on sama cerita itu.


Romance?
Hahaha... sadly, yes. Tapi lebih banyak Family. Rencananya aku mau bikin cerita yang ada manis-manisnya. Tapi Iru teriak 'THIS IS ROMANCE. WITH FEATHER FETISH AND CORPSE'. So I was just like...

...Nope. Let me edit that pls.


Jadi, kenapa kamu memutuskan untuk mengambil lirik sebagai ide cerita?
Aku mabok kayu putih, Jangan tanya kenapa. 

Nope. Of course it's a joke.

Mungkin karena Iru bilang aku punya gaya bahasa yang mengerikan dan cocok untuk horror. Aku hanya berusaha keluar dari zona nyaman. Kebetulan, lagu yang aku suka hepi semua. Jadi kuputuskan untuk mengambil generator ciptaanku dan pilih secara enggak acak.


Will it be horror?
A little, a sminch of horror and lots of family, physicological things and love.


Kapan dikirim?
Secepatnya. Sambil nunggu info seputar kapan kepastian Regrets bakal ditolak/diterbitkan.



ROHIE OUT

Jumat, 28 Agustus 2015

Regrets, oh Regrets vs Reasons....

...Stupid.

I mean, really. Really stupid.

Aku udah mulai nulis chapter pertama dari naskah keempat (pertama dan kedua pernah ditolak penerbit dan aku enggak mau bicarain lagi) saya. Kenapa enggak ke-dua puluh satu? Karena kebanyakan ceritaku enggak selesai dan enggak mau diterbitin. Jadi, ya, ini yang keempat.

Dan saya edit naskah ketiga hari ini supaya bisa dikirim minggu pagi.

Tahu apa yang terjadi?

Aku sadar tulisan aku di calon novel saya, Regrets, terhitung jelek. Jika dibandingkan dengan tulisan saya yang keempat, berjudul Reasons, tentu saja. kau tahu betapa buruknya itu?

Sekarang aku gila, pingin ngedit ulang cerita ketiga aku, tapi mungkin itu akan memakan waktu sebulan. Sialnya, Sebulan lagi NaNoWriMo. Aku perlu menyiapkan ide selama sebulan supaya tahun ini aku bisa tuntas menulis 50.000 kata! Ah, sial, kenapa aku sadar tulisan aku jelek pas waktunya NaNoWriMo.

Tapi itu patut disyukuri sedikit, bukan?

Artinya aku ada impruv.

...ah, aku pingin bilang buku pertama aku enggak akan semaksimal buku kedua, but that'll be a lie. Regrets bakal sengaja naro 2 kesalahan major (karena aku enggak tau cara memperbaikinya) tapi, ya... gitulah.

Kan bisa dijadiin tutorial : Cara Salah Menulis dari Kesalahan Saya Sendiri

Duh.

Kok jadi pengakuan dosa gini?

Udah ya, Rohaluss out. Udah malem mau bobok terus ngedit lagi.

Senin, 24 Agustus 2015

Well, I Lose. WE BOTH LOSE.

Inget pas aku pernah bilang aku dan Iru lomba menulis bersama?

Yah... berita buruk. Aku kalah.

KITA BERDUA kalah. Enggak ada yang selesai. Sekarang aku harus memberikan hadiah untuknya. Dia juga, tapi ya... entahlah. Aku ikut cuma buat semangat nulis.

Jadi, ini hadiah yang aku kasih ke Iru-kun. Hope you like it, because I DON'T. I HAVE TO CHANGE HIS HAIR COLOR TWICE, DAMMIT.
Still, it's worth of it
Do you guys like him?

Kamis, 16 Juli 2015

Race of Writing : Me vs Iruhan Hizura

Suddenly, Iruhan mengajakku untuk bertarung - ahem - berlomba dalam menulis.
Batas waktunya sampai masuk sekolah - tanggal 27 nanti.

Aku harus menyelesaikan novelku sementara dia menyelesaikan tugasnya sebelum waktu yang ditentukan.

Tentu saja ada konsekuensi bagi orang yang tidak berhasil. Y'all can guess.

Aku akan mengumumkan hasilnya disini.


Rohaluss out.

Sabtu, 23 Mei 2015

Portofolio buat Rapor Sekolah? God...

Suddenly, tiba-tiba, gak bisa diprediksi, sekolah aku nyuruh bikin photofolio buat ditaro di belakang rapor sekolah.

And I was like; "WTF, School, we are not looking for a job!"

Tapi apapun itu, rasanya kan gak enak. Aku terkenal di dunia maya dengan nama Alia Rohaluss, dan selamanya akan terus seperti itu. (inginnya sih begitu) Tapi karena aku harus memasukan nama, blog, aktifitas diri, hasil karya dan lainnya, aku berarti harus memberikan blog-ku kepada sekolah! DAN KALIAN JUGA PASTI TAHU AKU KE SEKOLAH PAKE NAMA ASLI BUKAN ALIA ROHALUSS!! *rage mode on*\

I guess this school can keep my secret... so...

Ah, barangkali kalian nanya, iya, di sekolah aku pake nama panggilan, (lebih sering dipanggil Supreme Leader a.k.a Alia Kim Jong Un), atau nama crappy yang aku jadiin panggilan di FB. Tapi Alia Rohaluss hanya ada di Dumay bagian Blogging dan Illustrating.

Rohie is just a roh of the web. Alia yang lain adalah Alia yang nyata. Dan soal Alvy si AlveixGirl26, dia udah lenyap dari dunia ini. Tolong jangan tanya-tanya lagi soal dia padaku. Dia memang gadis manis yang menghabiskan hidupnya di dalam ruang tertutup, dan kehilangan dia membuat Author Aliance kehilangan tangan yang selalu membuat kami tersenyum.

I am Rohaluss, but I only exist in this fake world.


Back to the Photofolio yang bikin stress ini...

Rohie bakal pasif blogging sampai juni akhir karena potofolio ini. Sorry, guys. I have a life to do. If you miss me, or if you have something to ask or you want to request tutorials, please do.

Saya pergi dulu.

;)

Jumat, 01 Mei 2015

Curcol Seputar First Reader

Gak ada angin, gak ada ujan, eh tiba-tiba perkejaanku berkurang satu.

Tiba-tiba saja, Wheza bilang kalau dia nemu First Reader.

Entah mau gimana bilangnya. Rasanya agak... gimana gitu. Antara seneng dia bisa nemu Reader yang enggak terlalu kritis kayak Iruhan, juga sedih enggak bisa ngasih masukan lagi sebelum novel dia terbit.

Bagus, sih, aku turut senang dia menemukan First Reader yang bukan Iruhan. *cough* Maaf Iru-kun. Aku jujur. *cough* Iru udah selevel boncabe level neraka. Kritik pedesnya cukup untuk mem-bombardir satu fandom. Cukup untuk membuat buku rating biasa di FantasTeen jeblok. Percayalah, novelku pernah gak maju sebulan karena dia, saking parahnya critical comment dari dia.

Sebagai pembaca yang mengamati perkembangan penulis, Wheza adalah salah satu yang paling aku perhatikan. (Posisi pertama di atas Tessia dan Akbar) Cara menulisnya masih menggunakan imajinasi, jadi kalau dia diberi FR yang sama denganku, yang punya masalah 'rasa takut', dia malah akan terkekang.

*tepok pundak Wheza* Aku ngerti kok. Tenang aja. Keputusanmu sudah tepat.

...dan buat Iru! *gampar pundak* *pukul wajah* YOU KNOW YOUR PROBLEM, SON.

***

Ahem. Lalu, ada lagi, aku. Support yang kubutuhkan saat menulis berbeda jauh dengan kedua Writing-Pals ini.

Wheza, seperti yang ku-mention di atas, membutuhkan freedom menulis dan menggila dengan dunianya...

Sementara itu, Iruhan...yang butuh perencanaan matang, dan support dari Tropes dan kawan-kawannya untuk membuatnya waras, juga dosis dari Rant buku FantasTeen, plus FikFanIndo, plus- *slaps*

Aku adalah penderita rasa takut berlebih. Meskipun mulutku terus berkata, "Ah, cuma ditolak dua kali". Namun tetap saja, setiap kali aku mencoba menulis lagi, aku merasa takut hal sama akan terulang. Ada istilah "Kamu tidak bisa membohongi dirimu sendiri", dan itu memang benar. Berkali-kali aku bilang, 'tidak apa-apa', namun tanganku dan kepalaku sadar bahwa aku sedang berbohong.

Jujur, aku bahkan pernah berkata "Aku berhenti. Aku tidak bisa."

Tambahannya, sih, emang terlalu positif, "Baik, mungkin aku tidak bisa. Tapi aku tahu aku pernah menulis. Aku tahu hal yang membuatku gagal dan apa yang penulis lain harus perbaiki. Aku akan melanjutkan Tulisan Imajinasi. Toh, kalau aku bukan penulis, tidak berbakat, aku akan membantu penulis masa depan begitu."

Sampai aku bertemu dengan penulis yang iseng komentar di blog super-gaje ini.

Dia orang pertama yang membuatku mulai menulis lagi. Orang pertama yang membuatku mulai menulis kembali, orang yang membuatku semangat menulis kembali, dan akhirnya, saat naskahku selesai, muncul masalah baru.

Aku betul-betul takut ditolak. Lagi.

Aku berani sumpah aku cuma nulis 3 sampai 5 chapter setelah selesainya novelku. Ada 13 cerita yang tak terselesaikan. Ada kisah yang absurd abis (Java Underground, contohnya, berpetualang dengan Sangkuriang dan Nyi Roro Kidul. Astaga) sampai yang epic (Illeriane Stories), juga yang worldbuilding-nya terencana (Stole Your Friends, judulnya astaga abis). Tapi aku enggak berani.

Then, there is him.

Seorang teman dengan pengetahuan menulis yang luar biasa, yang berhasil mengoreksi kesalahanku, dan membuatku lebih percaya diri mengirim naskah. Dia memberiku banyak masukan, cara dan teknik dalam menciptakan intrinsik cerita yang kompleks, dan juga, yang terpenting, mengurangi rasa takutku.

***

Kalian tidak butuh semua bantuan yang ada.

Kadang, First Reader yang kamu dapatkan hanya akan menyeretmu, menahanmu untuk menulis lebih lanjut.

So, yep. Dah. Sampai nanti kawan. Curcol? BIARIN. YANG PENTING MINTZZZZ.

Jumat, 17 April 2015

CerMinDar : Weekly Event By DarMizan Ternyata...

*facepalm* Plis deh, jangan bikin aku kaget lagi.

Tiba-tiba, ajaib, meneketengteng dan secara mendadak, FantasTeen dan PBC menyelenggarakan lomba yang disebut dan diberi hashtag #CerMinDar atau singkatan dari Cerita Mini Dar Mizan (sepertinya). Aku seneng bisa ikutan secara tenang karena aku menggunakan facebook-ku yang terbuka untuk banyak orang yang mau nge-add. Bukan yang pake nama asli.

(Yeah, so, you can add my new account, dan jika seandainya kalian tahu nama asliku, please keep that secret.)

Back to the point CerMinDar...

Masalahnya, banyak orang yang seenak hati seenak dengkul *wat* nulis tidak sesuai ketentuan yang telah ditetapkan di FP FantasTeen atau/dan PBC. Ya ampun, kalian ini!

Alhamdulillah aku diingetin Iruhan! *ehloh*


Oke, jadi, apa saja yang dilanggar? Apa aja ya...

Kesalahan yang paling banyak yang kulihat adalah kesalahan teknis. Peraturannya tertulis bahwa : Cerita tidak boleh lebih dari 20 kata. 20 KATA ITU SEDIKIT (iya, ini Rohaluss juga ngerti kok) dan kalau pake twitter, enggak boleh bersambung. Cuma boleh 1 tweet yang berkisar antara 140 huruf.

Lha, ada yang nulis lebih dari dua puluh kata.

Ada yang malah curcol (tapi itu enggak masalah. Justru menarik)

Hm....



Kalian tahu tidak, kalau ternyata chalange yang ditulis oleh Dar Mizan ini bisa membantu kalian dalam menulis plot?

20 kata adalah batas yang amat-sangat kecil untuk merangkai ide sepadat mungkin sehingga 20 kata bisa membuat pembaca merasa penasaran. Merasa bahwa kisah ini walau pendek membuatmu tersenyum lebar...

...dan jika digunakan dengan benar, ini bisa menjadi sebuah plot kisah baru!

Dua puluh kata yang kau tulis di sana bisa dikembangkan menjadi kisah yang lebih panjang. Ini agak mirip dengan plotting dengan cara snowflake, hanya saja lebih... lucu. Lebih keren juga, sih. Setidaknya, satu kata, jadi satu kalimat, jadi sebuah ide dan bisa jadi novel baru.

Oke, siapa yang ikut tantangan Dar Mizan disini, angkat tangannya!!

Rohie mau ambil kertas dulu sambil re-read Absolute Zero-nya Fauzi. Ciao!!

Rabu, 25 Maret 2015

Mengkhawatirkan Skill Bahasa Inggris...

Tiba-tiba aja, blog ini diisi sesuatu yang serius bukan main. Haha. Enggak, ini emang serius. Harusnya tempat ini diisi update buku FantasTeen dan perjalanan seorang Rohie alias Rohaluss untuk menulis sebuah novel.

Tapi aku harus nulis ini. Harus.

Dimulai dari mana, ya?

Ah, kejadian itu aja, deh. Biar gak garing cerita di blog ini.

Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang di sekolahku yang bisa menggambar dengan lumayan bagus. Kalian harus catat itu.

Hari itu, kami disuruh duduk, dengan kakak kelas dan teman sekelas digabung dalam satu kelompok berjumlah minimal 5 orang. Aku duduk bersama dua kakak kelasku. Sayangnya, aku angkatan kedua, jadi belum ada adik kelas.

Sang guru ini menyuruh kami menulis dua kelebihan dan satu kekurangan teman dan kakak kelas yang satu kelompok denganku. Sampai sekarang masih bagus, ya. Dalam bahasa inggris. Oke, tidak masalah.

Kami mulai menulis! Sret-sret-sret...

Lalu, kita disuruh membaca apa kelebihan dan kekurangan yang ditulis kakak kelas dan teman sekelasku. Sebenarnya, tidak mengejutkan kalau mereka menulis 'lack of social'-blablabla dan yang paling parah, 'Always go alone, sit and do nothing, until everyone thinks you are weird'. Eh.. Hei... yang bener aja...

Tapi yang paling parah, ada dua orang (DUA, mind you) yang nulis kelebihanku itu 'A good drawer'.

Drawer.

Drawer.

Bukan artist, bukan illustrator, tapi DRAWER. Bentar, kawan. Sejak kapan aku berubah menjadi LACI?! And to top of it, teman-teman sekelasku enggak ada yang ngaku itu tulisannya!

Berarti... kakak kelas, you don't...


Ah, aside of that, minggu berikutnya kita juga disuruh mengerjakan soal bahasa inggris 60 biji pake standar apa, gitu. TO, lah, katanya. Aku sih, yang lumayan bisa bahasa inggris enjoy-enjoy aja. Toh, soalnya A-B-C-D, pilihan ganda, dan itu emang agak sulit sedikit. Lebih susah daripada TOEFL, tapi namanya juga ICAS. TOEFL waktunya lebih banyak, dan soalnya standar grammatical gitu, agak mirip UN dikit.

Nah, ICAS, ada potongan karya Shakesphere di tengah-tengah soalnya.

Serius. Kita pake ICAS yang tahun 2012 paket G, difoto kopi buat soal TO. Tapi bukan berarti itu sulit, loh. Ada yang gampang, ada yang menjebak, ada yang bikin tableflip setengah mati, tapi enggak jadi alasan berhenti di nomor dua puluh, kan?

*sigh*

Tidak, aku berhasil menjawab semua soalnya, walaupun ada 10 soal yang 'ngebatik'.

Serius.

Mungkin cuma aku, tapi sekarang aku mulai mengkhawatirkan skill berbahasa inggrisku dan teman-temanku...

Sabtu, 21 Februari 2015

Preperation [1] | Ngirim E-mail Ke Penulis [Lussy Kurang Kerjaan] #2

Hoi hoooiiii! Lussy kembali dengan berita bagus! Lus the Cat akan mengirim E Mail ke empat penulis yang Rohaluss pikir telah mengalami perkembangan yang luar biasa!

Bukan, bukan (kak) Fauzi. Aku maksa manggil dia dengan sebutan kak padahal aku alergi honorifics di blog. Dia sudah kukirim email dan aku berharap dia menulis lagi. Gatel pingin tahu idenya. Apalagi setelah jatuh cinta sama beberapa karakternya yang luar biasa! Yeaaaahhhhh!!!

Siapa saja keempat orang itu?


WARNING : Sharp comment included.



1. Tessia yang membuktikan bahwa satu kelemahan fatal dapat ditutupi dengan hal lainnya.

Jujur, dalam hal menulis novel horor, hal yang paling sering diabaikan penulis FantasTeen, termasuk Tessia, adalah membawa kita dalam rasa takut. Orang membeli novel horror untuk merasakan thrill dikejar, rasa takut, dan... kau tahulah. Namun, Tessia tidak menunjukkan hal itu. Namun, secara mengejutkan, bukunya amat sangat luar biasa karena memiliki sesuatu yang jarang di.

She focused on the Storyline. Dan kuakui, (sayangnya) jarang ada penulis fokus pada kisah dan hanya menulis "Ada sekolah dengan hantu." Kayak PBC dengan sentuhan hantu doang. Tapi dia beda. Storyline nya, walau aku bisa menebak plot twistnya (dalam novel berjudul Alive) sejak halaman pertama, tapi dia bisa merangkai kata dan menunjukkan bahwa novel itu punya kisah. Enggak flat, gitu loh...

...Enggak kayak PBC yang akhir akhir ini kisahnya itu itu aja. Mungkin karena penulisnya terlalu banyak, ya, sampai akhirnya aku bosen?

Cerita buatan Tessia serem gak? Enggak.

Bagus? Luar biasa bagus.



2. Hilmy an Nabhany (tapi aku gak niat ngirim email ke dia sampai karyanya yang lain muncul) yang telah menunjukkan perubahan dan perkembangan signifikan dalam grammar dan story building dari novel FantasTeen pertamanya, Solvite, sampai karyanya yang diterbitkan bersama (dalam edisi FantasTeen Lux).

Serius. Kalau kisah kayak Z**** and the ***** of ***** itu kurang baik dan laughable, Solvite bahkan jauh lebih buruk. Antara bagus dalam ide, namun cara penyampaian yang buruk, logika yang bikin geger otak, plus EYD (Ejaan yang Dirusak) nya sangat bagus.

Saat aku baca karyanya di FantasTeen Lux, aku langsung berteriak, "Dafuk, ini penulis yang itu?!"

Perkembangannya menulis itu sangat luar biasa. Perkembangannya patut dikasih jempol empat buah. Cuma kalau emang dikasih jempol, nanti mungkin dia bakal teriak ketakutan. Dan jempolku nanti abis. Pokoknya, dia salah satu dari tiga penulis yang perkembangannya cantik sekali.

Tapi kalau seandainya (Kak) Hilmy baca ini, satu hal lagi deh. Kau masih lupa beberapa hal, seperti memisahkan antara paragraf dan percakapan! Jangan diulangi, awas aja loh! Aku bukan salah satu pembacamu, tapi aku memantau kalian bertiga



3. Akbar sama seperti Hilmy. Dia adalah penulis yang bikin aku stress pas baca buku FantasTeen pertamanya, Haunted School. Karakternya lumayan flat. Kurang bisa mengaduk emosi. Kayak cerita biasa dikasih unsur horror dikit. Yah, ibaratnya kayak jalan lurus dikasih hiasan aja. Ngeliatnya agak bosen. Dan jujur, aku enggak baca semua kisahnya. Paling, "Oh, ada hantu." Yaudah. Dan Character di buku itu... saking flat nya ibaratnya kayak karton dicetak orang terus dikasih nama.

Tapi semua itu berubah, saat aku bergabung di grup buatan orang keempat di list ini. *baca dengan nada Legend of Aang*

Reaksi aku ngeliat cuplikan novelnya sama kayak ngeliat tulisan baru Hilmy...

...cuma karena aku sempet nge backlist dia di daftar penulis idaman, jadinya aku lebih heboh lagi.

Penulis cowok tuh gila abis, emang, kalau berkembang susah dikejar. S***a aja susah dicari perkembangannya dari buku pertama dan kedua. Jangan tanya siapa nama dari yang disensor itu. Dia udah nulis banyak buku dan aku gak mau mencemar nama baiknya.



4. Wheza adalah salah satu penulis yang bikin menghela nafas. Hei, Whez, jangan marah dulu. Sudah kubilang kalian bertiga penulis cowok yang sama aja. Aku curiga kalian lagi lomba gitu. Tapi gak lucu juga.

Dari ketiga anak dengan perkembangan menulis yang signifikan, memang Wheza yang paling lambat. Akbar udah nulis sekian buku, nak, dan debut nulis kalian cuma terpaut setahun. Atau lebih...

...lupakan. (Ini sengaja ini biar kamu semangat, nak)

Tapi dari ketiga penulis dengan perkembangan, Wheza adalah satu satunya penulis yang bisa kupantau lebih dekat. Sedikit demi sedikit, gaya menulisnya meningkat. Bahkan pada saat dia mengirim naskahnya padaku (I'm his first reader, FYI), ada satu saat dimana aku merasa dia sudah tidak butuh bantuanku lagi. Masalahnya tanda baca aja, suka kelupaan karena aku kadang maksa dia buat liatin naskahnya.

Yes. Wheza, sekali lagi tanya bacamu salah aku bacot kepalamu. Karena kau yang paling aku pantau, jadi aku tahu kalau kemampuan nulis kamu malah jadi nurun.



Aku bisa ngundang Wheza untuk berkontribusi dalam Tanya Jawab Penulis yang akan diadakan di The Journal of Rohaluss. Masalahnya yang lainnya gimana, ya? Hmm...

Kalian mau gak aku kirimin semua orang di atas untuk merespon kelemahan mereka dari analisis singkatku terhadap mereka? Plus tanya jawab lainnya, tentu saja.

TERUTAMA TIGA COWOK GILA YANG PERKEMBANGAN TEKNIK MENULISNYA RADA MELAMPAUI KECEPATAN RATA RATA JALAN TOL!! *apa*

Aku berharap mereka punya akun Google+ biar bisa share teknik menulis dalam sesi "Author Q n A"

Tapi da akumah apa atuh... ;'')

Lussy out!

Dan kalau ini terlalu menyinggung, silahkan komentar di bawah. Langsung aku hapus. Suer.

Kamis, 04 September 2014

The Legend of Hell's Sword Anniversary (wut?)

Now, open your Twitter and celebrate First Anniversary of The Legend of Hell's Sword
Ftw : Rule 63 of Internet : "Jika ada karakter, baik jahat ataupun baik, akan ada selalu versi transgendernya."
YES. I'm not kidding. This is RULE OF INTERNET

Jarang-jarang aku ngerayain anniversary yang gak ada hubungannya dengan saya sendiri. Sial.

Ini gara-gara Wheza bilang ke aku supaya ikut ngeramein Anniversary yang aku yakin, bukunya enggak terbit bulan sekarang tapi dia maksa supaya anniversary-nya bulan ke 9 ini. Entah. Aku kurang tahu soal itu. Sungguh.

Aku tahu jelas kalau terbitan pertama TLHS bukan bulan ke 9. Bulan ke berapa? Entah. Itu kuis-nya, sayangku.

Tapi yang jelas, setengah terpaksa (eh?) aku ikut merayakan kesuksesan temanku sendiri.

Tapi aku gak suka dengan fanart biasa, jadi kutambahkan Rule 63rd of internet. Jangan tanya apa itu. Aku juga gak tau. Tapi ada. RULE OF INTERNET.

Bahkan Self-Fanservice juga termasuk... (oke, jangan nge-search)


Kembali ke topik TLHS First Anniversary!

Kalian bisa ikut meramaikan dengan cara yang ditulis di blog sang penulis! Okelah, mungkin bagi orang yang alergi hashtag sepertiku, enggak banget. Apalagi aku gak punya twitter. Tapi lakukan saja apa yang penulis itu katakan. Sungguh.

Nih, cara meramaikannya di tulis di blog wheza99 : ini link-nya bukan tulisan doang

Sedikit alasan kedua : Aku gak mau foto. GAKS.


Okelah. Ngomong-ngomong soal 2014 FANTASTEEN BATTLE : STRIKES AGAIN...

Kita cukupkan dengan sedikit (dikit? Sayang, itu banyak BANGET!!) Tambahan buku yang terbit di tahun ini. Aneh, kenapa sedikit sekali orang yang menulis kisah fantasi dan detektif padahal itu favoritku. Aku juga udah mulai eneq dengan "liat-hantu-gak-lari-ayo-tolongin-dia" dan "ya-ampun-hantu-itu-gak-berbahaya" atau sebagainya.

Sampai jumpa 1 bulan berikutnya, di ROHALUSS FANTASTEEN JUDGEMENT!!!


XOXO
From : AliaRohaluss~ | Ace of Light | AlveixGirl | MaMoonlight Orochi

Selasa, 19 Agustus 2014

"Kamu pernah gila?" - Journal

Untuk kesekian kalinya, aku berharap aku enggak antisosial.

Maksudku, sungguh, hidupku kurang sreg kalau dengan orang-orang yang... *ahem* aneh. Aku tidak mengerti, apa aku ini tidak bisa berbaur atau memang aku tidak bisa berbicara dengan baik. Padahal sudah kelas sepuluh. Aneh... sungguh aneh.

Kejadian ini, maksudku, kejadian KONYOL dan BODOH ini terjadi setelah 17 agusutusan, tepatnya tanggal 18 kemarin saat lomba-lomba dimulai.

Pertama, aku datang jam 7.15 (untuk ukuran sekolah yang masuk 7.30, itu wajar, sih) dan buru-buru masuk ke kelas, sempet kepeleset di lorong tapi untungnya yang lain lagi siap-siap. (Petugas upacara yang baik...) Teman-temanku yang cewek, sisanya di kelas sebelah, ngegosip soal kakak kelas. Nah, aku gak tau soal kakak kelas yang mana mereka maksud.

Boro-boro, nama temen sekelas aja belum hafal! (Waduh, Al, udah 3 bulan, loh! Dasar Roh!)

Okelah, kita kesampingkan hal itu. Gak penting. Aku lalu duduk di pojok dekat tong sampah. Entahlah, aku nyaman di sana. Jangan dibayangin loh ya. Tong sampah di kelasku agak elit, kok. Gak kayak bak pasar induk. (Sejak kapan aku sekolah di pasar?) Aku mendengarkan kalimat mereka, setengah tidak kumengerti seakan hal yang dibicarakan mereka adalah hal-hal menyangkut kealienan. Sampai salah satu dari mereka berkata menyangkut 18 agustus-an...

"Baju gantinya warna apa?"

Responku langsung satu, "Emangnya kita harus bawa baju ganti?"

Teman-temanku cukup baik untuk mengatakan bahwa kita akan basah-basahan. No way. Bro. Seriously. Lebih parahnya lagi adalah...

"Nanti kita main di lapangan juga,"

GOD.

I. HATE. COURT. PLAY (bener gak sih?)

Kenapa gak ada yang ngasih tahu aku, sih?!

Mereka bilang dengan enteng bahwa itu semua karena aku gak punya apa-itu-yang-mereka-sebut L*NE (sensor biar gereget). Boro-boro, sih. Hape aja belum punya...

Nah, pokoknya, setelah itu, upacara, dan gak ada hal spesial...

Lombanya, nih, yang bikin aku malu banget, tapi konyol.


Intinya, sih, di lomba ini, dikelompokin dan disuruh nyusun puzzle 500 keping. 50x36 cm dan emang GAK ada yang selesai. Sumpah. Gak ada. Rata-rata cuma 1/4 bagian, dan beberapa kurang dari itu. Tapi guru-guru ada yang menawarkan untuk melanjutkan puzzle itu.

Aku langsung angkat tangan.

Kakak kelas di kelompokku langsung salut.

Sebenarnya aku punya 5 alasan kenapa aku memilih berada di kelas dan melanjutkan puzzle yang teman-temanku bilang "terkutuk" itu.

1. Aku benci permainan lapangan
2. Gak bawa baju ganti
3. Aku suka permainan otak
4. Belum puas dengan hasilnya
5. Kalau ada pilihan antara menyiksa otak dengan puzzle gila ini atau menyiksa diri sendiri mencoba mengingat teman-temanku di kelompok dan diabaikan... aku memilih pilihan pertama.

Serius. Aku bahkan gak inget siapa aja teman sekelompokku 5 menit setelah mencoba menyusun puzzle itu. Selain cowok sekelas yang duduknya dua kursi dariku dan wajah kakak kelas laki-laki yang gelap dan khas itu. Aku bakal lupa wajahku sendiri kalau gak ada cermin, jadi hal itu normal. Aduh, nama asliku siapa? Siapa aku? Dimana ini? (gak segitunya kali -_-)

Aku pernah manggil temen sekelas sendiri dengan sebutan 'Kakak' saking pelupanya diriku. Padahal duduknya pas di belakang aku. True story yang memalukan diriku sendiri, tapi itu diceritakan nanti lain kali.

Kembali ke puzzle...

Banyak kejadian konyol yang terjadi saat menyusun puzzle itu. Termasuk yang di judul, itu paling kocak, aku masih terkekeh saat berusaha menceritakan kejadian itu. Lagi.


1. Teman-temanku yang masuk-keluar kelas (ngambil minum atau naro baju) jadi lebih peduli padaku. 

Yah, wroth it.

Friends : 'Kenapa gak keluar?'
Me : '(nunjuk puzzle) belum kelar'
Friends : 'Niat amat' atau 'Gila' atau 'Padahal seru, loh, di luar' (lalu ambil minum/naro baju dan matiin/nyalain lampu, keluar kelas)
Me : (kadang) 'Gak suka permainan lapangan. Mending di sini'

Yaudah. Gitu doang, tapi serasa artis.

_________________________________________________

2. Gak sadar waktu (heran, kenapa aku begitu anteng di depan puzzle?)

Temen (sekelompok) : Belum selesai juga?
Me : Belum (masih 30 persen, mungkin kurang dari itu)
Tem (sek) : Udah istirahat, gak makan dulu?
Me : Nunggu istirahat makan siang aja...
[Hening, lalu aku liat jam]
Me : (Ke kantin dulu... cabut)
_________________________________________________

3. "Pernah gila?"

[Temen-temen ricuh di kelas, semuanya cowok dan aku sendiri cewek]

Temen A : Kamu niat banget
Me : Bantuin kalau mau, jangan ribut! Susunin langitnya, lah (note : emang bagian biru doang yang memusingkan) aku gak suka bagian itu.

[Temen A dan B langsung turun tangan, lalu kerja bentar]

Temen A : Kamu nyusun ini gak bosen gitu?
Me : Seru, malah.
Temen B : [ngasihin potongan puzzle]
Me : Makasih, (pasang) kalian ngebantu banget.
Temen A : Apanya, sih, yang seru dari ini? Aku udah puyeng ngeliatnya juga.
Me : (suaraku ilang atau apalah, aku gak tau )Ah, itu, seru aja gitu, nyusun ginian sambil (aku juga lupa aku ngomong apa)
Temen A : (bingung) Ngomong ke siapa?
Me : (niat bercanda) Hahaha... aku sering ngomong sendiri kalau udah mulai gila, tenang aja. Udah biasa.
Temen A : (Kaget, lalu dengan heran bertanya padaku) Kamu pernah gila?
Me : (Dengan spontan bego langsung menjawab) Pernah.

[Temen A dan B langsung cabut ke lapangan padahal game-nya dimulai sekitar 10-15 menit lagi]

True story, dan ini alasan kenapa aku takut ngomong sama orang. Ini juga alasan kedua aku merasa forever alone. Alasan kedua juga aku takut ketemu sama penulis FantasTeen. That will be awkward. I don't have talking skill in real life.

So, don't bother trying to find me, even I said 'Anak Lembang'. I can write for you for tips but I can't talk to you...
_____________________________________________________

4. Temenku ikut gila
[Hening, aku terlalu fokus ke puzzle, sebelum/sesudah kejadian nomor 3]
Temen XYZ : Oh?! Ada Alia?! Gila, aku habis ganti celana di sini!
Me : (terlalu kaget untuk ngerespon, temen aku yang itu cowok -_-)

Bonus : (Ngapain juga kamu ganti di kelas?!)

Serasa Kuroko dari Kuroko no Basuke, gitu, tapi dalam skenario paling ancur.
_____________________________________________________

5. Semakin gila karena kejadian 4 terulang lagi dengan skenario lebih ancur.

[40 persen selesai, lagi nyari kepingan pantulan air di danau. Dapet feel-nya, serasa master of puzzle gitu sampai...]

Temen XYZ : (basah, habis main air) Al! Ganti di sini, ya! Jangan liat!
Me : (Konsentrasi buyar) (Facepalm)

Ini pertama kalinya aku sekelas sama cowok setelah 3 tahun. Argh. Boys. Really?

____________________________________________________

Oke, hasilnya dari penyusunan itu semua adalah... (jengjengjeng)

In the end, dari jam 9 sampai jam 2.30-an, puzzle itu hanya terususun sekitar 250 keping dan aku tidak berhasil. Saudara, aku tidak berhasil. Padahal udah dibantuin.

Tapi aku dipuji karena niat dan aku punya cerita yang konyol untuk kalian.

Yah, saatnya pergi. *Rides Naga Indosiar* *Sampai jumpa, saudara!*

Sabtu, 26 Juli 2014

FantasTeen Quiz Part 1 : Genderbention!

Suatu hari, penyihir Rohaluss berencana membuat sihir baru dengan ramuannya. Namun, karena kekurangan ide, ia mencoba mengeluarkan beberapa karakter dalam buku fiksi untuk diwawancarai.

Namun, itu menjadi kesalahan fatal bagi penyihir tersebut.

Akibat berusaha mengeluarka tiga karakter sekaligus, ketiga karakter yang menjadi nyata itu tanpa sengaja menabrak lemari! Botol ramuan terlarang yang diciptakan penyihir itu pecah! Satu-satunya obat penawar adalah dengan cara mengembalikannya ke dunianya... tapi kalau gagal, mereka akan menjadi seperti itu selamanya!

Bisakah kalian membantu penyihir Rohaluss mengembalikan mereka?

Quiz level : * (Max lv *****)

Jawaban dikirim ke : rohaluss_writing@yahoo.com dalam subject JawabanFTQ#01

10 orang pertama yang betul gak akan dapet apa-apa :v tapi namanya bakal ditulis dibawah

Selamat menjawab, semuanya!

Ralat : DON'T COMMENT BELLOW!!
Ngasih clue masih boleh ^^

PETUNJUK!! Dari tiga karakter di atas :

1. Hanya satu yang berasal dari genere horror

2. Hanya satu yang bukan merupakan karakter utama

3. Ketiganya terkena ramuan (Efek sampingnya... keliatan, kan?)

4. Hanya dua orang yang muncul di cover-nya sendiri

5. Satu orang berkerja pada media pers, sisanya murid

6. Salah satu dari mereka, akibat ramuan tersebut, kehilangan tato yang seharusnya ada di tangannya

7. Salah satu dari mereka juga seharusnya memiliki luka bakar di pelipisnya.

Ramuan itu selain mengubah mereka, apa ramuan itu juga mengobati luka?

Hint-nya sudah banyak, tuh. Ada yang mau jawab?

Orang-orang yang berhasil menjawab ketiga orang itu... (oh,  ya. Sertakan nama di e-mail, boleh samaran) :

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Kamis, 24 Juli 2014

Animation test part 2 : Dammit... Flash...

Masih ingat aku mencoba membuat Animasi dari Fanfiction The Legend of Hell's Sword?

Bad news : Flash aku gak jalan...

NOOOOO!!!

Kenapa aplikasi di komputerku gak jalan pas aku mau pakai?!!

Urghh...

Sumpah, nyebelin banget...

By the way, versi beta sudah jadi. Tapi kusarankan kalian baca ceritanya dulu atau... tunggu Fanfiction versi good-nya dulu.

Senin, 30 Juni 2014

These Awkward Momment...

Kumpulan curhatan pendek, kebanyakan true story namun didramatisir.

__________________________________________

Waktu wisuda, kamu harus tahu betapa malunya aku berdiri di depan dengan kebaya dan sepatu slope. Gila, pegel abiisss!! Aku di depan, berdiri, wajah memerah, dan seakan ada orang yang mau meledakan bangunan di belakangku. Rasanya mau kabur, lari, terus kembali di depan laptop sambil menunggu hal yang takkan pernah datang. Itu enggak penting, tapi, yah, of course it's bad... jari kakiku sakit X(

__________________________________________

Entah mana yang sekarang kuanggap mimpi : seseorang berhasil menebak nama asliku (gyaaaah!! O////O) dan menjadi teman di Facebook atau... aku masih belum selesai mengedit ceritaku karena aku terlalu banyak mengomentari buku dan berusaha untuk membuat buku yang sempurna. Dua-duanya sama mengejutkannya... namun ironisnya, dua-duanya true story. Sekarang aku terdengar seperti anak payah yang suka ngebacot karya orang...

I'm going to die because of stupidness... sigh...

__________________________________________

Oke, kali ini extreamly true story yang kedengarannya menyebalkan. Bersiaplah! Jangan baca kalau kalian seorang penulis : Aku telah membaca kisah FantasTeen yang menyebalkan dan... oh, astaga, aku harus menahan diri untuk tidak menghubungi penulisnya dan berkata aku benci tulisannya! Aku tidak akan membahas judulnya maupun penulisnya. Tapi kalau buku itu bestseller, biar kuledakan kepalaku! *bawa shotgun, acungin ke kepala*

__________________________________________

Aku sudah cukup lelah dengan mengedit, namun aku tahu kisahku tidak bagus. Aku terus bertanya apakah aku harus menyerah atau tidak. Aku ingin, namun penolakan kedua berakibat fatal bagi diriku sendiri. Aku kehilangan kepercayaan diri. Entah kenapa. Kepalaku bisa menggambarkan penolakan ketigaku... Tanganku mati rasa. Yah, nightmare? Some dream meant to be destroyed? Or it's just my weakness? Aku tidak tahu...

Aku tidak tahu lagi...

__________________________________________

Aku berencana membuat kisah fantasi dengan saudaraku, yang namanya tidak perlu disebut, di bulan ramadhan. Tapi... sigh, aku selalu tidak punya waktu... sial.

__________________________________________

Aku lapaaaar.... Lapeer D: Perutku kosong, dan rasanya seperti ruang hampa menempati tubuhku. Mati rasaaa!! Sudahlah. Gaje, dasar.

__________________________________________

Aku pembaca FantasTeen, sementara adikku yang realistik lebih memilih PBC. Sebelum membeli, kita saling menunjukkan buku yang kita pilih. Lalu kita beli beberapa saja. And here is the awkward(est) momment I had :

Aku bisa menggambar : setidaknya basic, lah, walau gak bagus-bagus amat. Jadi, ini beneran kerasa awkward saat aku melihat kesalahan kecil ilustrator dalam cover buku yang dibeli adikku... -_-

Seharusnya aku enggak bisa gambar... seharusnya aku enggak bisa gambar... *runyem jadinya, kan?

Senin, 23 Juni 2014

Rohaluss Journal 24-06-14 [Mengirim Naskah?]

Wow, guys, I am so stupid and I can't explain. Semua itu terjadi dari kemarin sore...


Good news is : Kakak sumber inspirasi-ku pulang! Whoooo!! Let's write a GEREGET setoriiiii~


Bad things : baca di bawah.

Jam empat, aku menyalakan netbook kesayanganku dan berniat menyelesaikan novelku yang pernah ditolak penerbit. Setelah me-review bukuku sendiri dan menemukan 18 kesalahan FATAL, (bold, italic, underline, capslock, kurang apa lagi?) baiklah, aku setuju bukuku tidak layak terbit waktu itu. Sekarang akan berbeda. Aku meyakinkan diriku sendiri.

Lalu, aku mematikan koneksi internet supaya aku bisa fokus. (Catat, ya. Soalnya ini paling aneh)

Jam lima, atau sekitar maghrib, aku selesai menulis! (Yeah, finaly!) Aku mulai proof editing (mengecek typo, kalimat salah, ekspresi karakter dan paragraf kurang efektif) sampai waktunya shalat dan beristirahat. Setelah itu, aku melakukan oral edit tahap pertama... dan itu memakan waktu yang lama.

Lalu menulis siniopsis dan menentukan judul! Aku begitu bodoh sampai lupa merencanakan judul (ahaha ^^v memang payah). Parahnya, aku hampir melupakan makan malam dan aku tidak melihat jam. Kakakku mengajakku menonton film, dan (sekali lagi) lupa melihat jam.

Ini semua terjadi di pertengahan film. Perutku mendadak sakit. Panas dan rasanya ingin muntah, entahlah. Aku tidak dapat menjelaskan dengan jelas. Kakiku mendadak lemas. Lalu, aku melihat jam.

Hampir jam sepuluh malam.

Aku punya penyakit yang kalau aku tidur melewati jam sembilan, rasanya perutku agak enggak enak. Setengah sepuluh masih enggak apa-apa, tapi aku lebih suka cari aman. Dan ini, melewati jam tidur DAN lupa men-save data di netbook yang low battery DAN aku lupa menyalakan koneksi internet lagi.

(soal koneksi internet, kebodohanku pagi hari.)

Aku berusaha untuk tidur dengan perut terasa mendidih (lebay) dan kaki yang kedinginan. Salah satu kerugian tinggal di kaki gunung :( . Beberapa menit kemudian, kepalaku berkecamuk ide aneh yang membuatku semakin tidak bisa tidur. Kalian pernah denger Boyband Group of Crimefighters? Aku ngebayangin lima cowok nari dan beberapa orang lainnya mencari narkoba. Itu gila.

Dan aku lupa bilang ke seseorang aku gak bisa online.

Sekarang aku merasa bersalah dan semakin tidak bisa tidur.

Aku berjalan menuju kamar mandi, menenangkan diri sejenak. Lalu, aku mengambil tambahan selimut (masih dengan perut sakit) dan baru bisa lebih tenang.


Oke, kembali ke tanggal sekarang (24 Juni). Aku bangun agak kesiangan. Tenggorokanku sakit, tapi aku bersyukur perutku sudah mulai membaik. Pokoknya, ada acara pagi (makan, nge-cek Dragonvale, main Zenonia 4 dan 5 kalau gak salah, dsb) dan aku bermaksud membuka internet buat minta maaf.

Aku sempet panik karena gak bisa connect to internet. Padahal aku tinggal nyalain dulu koneksinya :v. Serasa orang gila. Sumpah,

Aku sedang merancang jadwal. Pertama, aku harus membeli kertas HVS A4 untuk mencetak naskahku, membeli kaset untuk mengirim naskah bentuk digital, membeli es krim mochi untuk menenangkan diri karena sekarang kakiku masih terasa buruk dan kaku, dan yoghurt! Jangan lupakan rasa asam yang membantuku menulis. Setelah itu semua, saatnya pergi ke tukang pos dan mengirim naskah.

Itu kalau apatis-mode aku enggak lagi on.

Sekarang, kebodohan aku dimulai lagi. Setelah sarapan, aku melihat kopi di atas meja dan tergiur mendadak untuk menyeduhnya. Aku lupa bahwa kopi dapat memicu rasa sakit perutku dan beberapa saat yang lalu, perutku terasa panas.


Karena perutku sakit, masalah di kepalaku dan kekhawatiranku muncul lagi, seperti :

Astaga, aku harus mengetik perkenalan diriku nanti di naskah dan meminta penerbit merahasiakan namaku.

Dan menggambar untuk menggantikan foto profil... (bukan masalah besar, tapi kepikiran)

Sudahlah. Kulanjutkan besok saja (eeeh?!!)

Dan sekarang, aku bener-bener bingung mau ngasih judul ceritaku apaan... (keliatan begonya, nih.)

Apa aku harus oral editing sekali lagi? Tapi aku malu O///O (soalnya oral edit adalah dimana penulis membacakan keras-keras naskahnya. Bertujuan untuk mencoba menjadi pembaca dan memperbaiki dimana kalimat yang membuat lidah terpeleset atau kalimat sulit dibaca. Tidak penting bagi ceritanya, namun... ya, sejak ditolak dua kali berturut-turut, aku memilih berhati-hati sedikit. Saking hebatnya, aku sempat proof edit 7 kali saat pertengahan menulis dan oral editing 3 kali saat semua orang diluar rumah. I know. Crazy, am I?  -_-")

Kasihan orang itu. Aku lupa bilang sungguhan aku sedang fokus (gak penting banget, kan?) -_-

Siniposisnya kurang gereget, nih! (hal yang paling wajar bagiku)


Oke, kalian sudah mendengar curhatanku. Sekarang, tolong doakan naskah yang satu ini keterima. Kalau enggak, penolakan naskah ketiga akan menjadi cerita yang bagus XD

Karena aku berencana mengirimkannya bulan ini, kalau keterima, 3 bulan lagi jadi sebelum Oktober! Aku mau karakterku menjadi pembawa acara RFJ!!

(awkward...)

Sudahlah. Forget it. Seriously.