Naskah Rohie ditolak!
Tenang aja, Rohie enggak akan berhenti nulis. Tapi Rohie mau recovery aja, mungkin komentar kalian gak akan dijawab. Mungkin aku bakal telat respon.
Maret ini aku hiatus. Aku mau asah kemampuan dalam hal yang paling aku benci. Semoga aku bisa, doain aja supaya aku kembali semangat!
P.S : Ceritanya bakal dipos-kan di Wattpad.
Tampilkan postingan dengan label Writer Block'ed. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Writer Block'ed. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 Februari 2016
Minggu, 01 November 2015
Rohaluss Random Blog Sins (Pengakuan Dosa?)
Untuk FUN maksimal, baca ini dengan nada abang-abang ganteng di CinemaSins
1. SEPUTAR TULISAN IMAJINASI
a. Tulisan Imajinasi adalah blog random yang Rohaluss tulis, asalnya berisi cerbung dan satu tutorial tentang basic menulis. Saat seseorang berkomentar tajam pada Rohaluss, dia sedih dan langsung menghapus ceritanya, mengubah blog menulis itu menjadi blog tutorial. I mean, wtf, it's just a comment, dan kamu enggak akan berkembang kalau kamu tidak menerima kritik pedas.
b. Cerita online pertama Rohaluss diterbitkan di TI, namun sekarang sudah dihapus. Judulnya Reiya dan Bulan Kaca. NEWS FLASH : SHE'S A SUE.
c. Rohaluss merangkum tutorial dari internet, mengeditnya supaya sesuai dengan penulis remaja yang enggak mau ribet. Kebanyakan tutorial dia coba dulu sebelum ditulis, kalau enggak cocok sama dia dia gak jadi rangkumin. Padahal ada yang request snowflake plotting tutorial sama dia enggak dijawab-jawab coba. Maunya apa?
2. SEPUTAR JOURNAL OF ROHALUSS
a. JoR adalah versi awal dari TI yang berisi (seharusnya) tentang cerita, curhatan, dan beberapa tulisan tentang perkembangan gaya menulis Rohaluss sendiri. Sekarang dia malah pakai ini buat curhat doang.
b. Ada satu cerita ongoing yang enggak dia lanjutin karena males. Judulnya Defrosted.
b.1. DUA ONGOING kalau Yuki's Night terhitung sebuah cerita.
c. Di sini kadang dia malah ngepromosiin buku temennya! Eh, kapan promosi buku sendiri mbak?!
d. Kadang dia malah posting gambar di sini, bukannya di Kreajinatif. Jadi kreajinatif buat apa yaks?
3. SEPUTAR KREAJINATIF
a. Kreajinatif jarang diupdate.
1. SEPUTAR TULISAN IMAJINASI
a. Tulisan Imajinasi adalah blog random yang Rohaluss tulis, asalnya berisi cerbung dan satu tutorial tentang basic menulis. Saat seseorang berkomentar tajam pada Rohaluss, dia sedih dan langsung menghapus ceritanya, mengubah blog menulis itu menjadi blog tutorial. I mean, wtf, it's just a comment, dan kamu enggak akan berkembang kalau kamu tidak menerima kritik pedas.
b. Cerita online pertama Rohaluss diterbitkan di TI, namun sekarang sudah dihapus. Judulnya Reiya dan Bulan Kaca. NEWS FLASH : SHE'S A SUE.
c. Rohaluss merangkum tutorial dari internet, mengeditnya supaya sesuai dengan penulis remaja yang enggak mau ribet. Kebanyakan tutorial dia coba dulu sebelum ditulis, kalau enggak cocok sama dia dia gak jadi rangkumin. Padahal ada yang request snowflake plotting tutorial sama dia enggak dijawab-jawab coba. Maunya apa?
2. SEPUTAR JOURNAL OF ROHALUSS
a. JoR adalah versi awal dari TI yang berisi (seharusnya) tentang cerita, curhatan, dan beberapa tulisan tentang perkembangan gaya menulis Rohaluss sendiri. Sekarang dia malah pakai ini buat curhat doang.
b. Ada satu cerita ongoing yang enggak dia lanjutin karena males. Judulnya Defrosted.
b.1. DUA ONGOING kalau Yuki's Night terhitung sebuah cerita.
c. Di sini kadang dia malah ngepromosiin buku temennya! Eh, kapan promosi buku sendiri mbak?!
d. Kadang dia malah posting gambar di sini, bukannya di Kreajinatif. Jadi kreajinatif buat apa yaks?
3. SEPUTAR KREAJINATIF
a. Kreajinatif jarang diupdate.
Rabu, 28 Oktober 2015
Reasons : Update 2 (Curcol First Reader, Antara 2 Orang Yang Pernah Membantu Saya)
Iru : Oi, ini narasi serbatau jangan serbatahu banget. Coba terbatas satu karakter aja biar gak bingung yang baca.
Me : ...DAMMIT, SATU LAGI KELEMAHAN SAYA YANG KAMU TEMUKAN
Oke, jadi ada hebatnya kamu mendapatkan seorang First Reader yang lebih hebat daripada kamu. Satu, kamu belajar. Dua, kamu lebih cepat berkembang. Tiga, kamu dapet temen yang bisa kamu caci balik kalau dia seandainya nulis cerita.
Nope. Just kidding.
Tapi ada benernya.
Dan astaga, aku terbiasa dengan Point Of View Orang Ketiga Serbatahu.
Sekarang aku mungkin akan membiarkan POV Orang Ketiga SOKSerbatahu ini supaya ada perkembangan novel. And you can judge me from that. Karena... karena aku males usaha :v
Gak. Aku punya tiga alasan.
Satu, malas.
Dua, aku enggak tau caranya nulis POV 3rd Person Terbatas.
Tiga. Aku KADANG enggak tau Iruhan ini serius atau enggak, soalnya dia komentar kayak abang CinemaSins lagi mantengin blockbuster movie. Agak nyebelin, ada benernya, bingung mau diapain sampai harus 'difermentasi' (a.k.a mengolah ulang ide tersebut, didiamkan sambil dimatangkan baik-baik) sebelum diolah kembali.
But it resulted in better story, kita bisa mentertawakan novel ini dan kita saling bertukar ilmu dan... dan banyak lagi. Jadi First Reader macam dia tuh sebenernya cuma perlu dimengerti dan harus kuat dikomentarin tajam.
Karena dia orang baik.
Tapi jadi rindu FR Wheza dimana dia lebih banyak ngasih encouragement. Kerasa gitu bedanya antara dibimbing oleh dua orang yang berbeda. Satu orang adalah 'orang yang menghajar kamu supaya kamu tambah kuat' dan seorang lagi 'yang menuntun kamu supaya kamu bisa lebih maju'.
Wheza juga baik.
...Jadi...
Dan disini saya sadar betapa pentingnya peran First Reader.
Kalau enggak ada Wheza, aku udah berhenti nulis dua tahun lalu.
Sementara itu, enggak ada Iru aku enggak akan bisa nyelesain satu ceritapun.
Uh, jadi curcol gini? Curcolnya mirip pula dengan curcol sebelumnya.
Biarkanlah.
Pokoknya mengedit Reasons ini beneran jadi tantangan yang besar dan aku bisa bikin episode dua dari 'Tolong Jangan Tiru Kesalahan Saya' dot com
And Re-Build dari kesalahan di Regrets. Aku juga gak bisa diskusiin ini sama Iruhan ataupun Wheza, mereka sibuk akhir-akhir ini... mungkin.
Catatan lain dari perkembangan naskah Reasons : ...Sialan, aku perlu banyak latihan,
And another notes : Iklan bentar
Support Alief Wheza by BUYING HIS BOOKS (yay)
The Legend Of Hell's Sword
Halte Angker
Jawa Jejawen
Ghost Dormitory in Madrid
Don't forget to visit his blog! : wheza99.blogspot.com
Visit Iruhan Special Review Pake Saos Sambel dan Pedes Gila di :
tofixamockingbook.blogspot.com
Uh, dan kalau dia udah nulis buku saya kasih tahu kalian semua. IRU CEPETAN SELESAIN ITU PROYEK, AKU JANJI ENGGAK AKAN GANGGU KAMU SOALNYA NASKAH KEENAM BAKALAN ANCUR TOTAL. SO NOPE. SAMPAI JANUARI KECUALI KAMU PENASARAN AKHIRNYA NOVEL HORROR-THRILLER AKU JADINYA GIMANA.
Oke, jadi intinya saya nyindir dua FR saya di sini dan saya mau kabur sebelum salah satu atau salah dua dari mereka sadar. Rohie out!
*Ya, kalau saya post artinya saya juga mau mereka tahu*
*Uh, complicated banget ya?*
*Dasar cewek*
Me : ...DAMMIT, SATU LAGI KELEMAHAN SAYA YANG KAMU TEMUKAN
Oke, jadi ada hebatnya kamu mendapatkan seorang First Reader yang lebih hebat daripada kamu. Satu, kamu belajar. Dua, kamu lebih cepat berkembang. Tiga, kamu dapet temen yang bisa kamu caci balik kalau dia seandainya nulis cerita.
Nope. Just kidding.
Tapi ada benernya.
Dan astaga, aku terbiasa dengan Point Of View Orang Ketiga Serbatahu.
Sekarang aku mungkin akan membiarkan POV Orang Ketiga SOKSerbatahu ini supaya ada perkembangan novel. And you can judge me from that. Karena... karena aku males usaha :v
Gak. Aku punya tiga alasan.
Satu, malas.
Dua, aku enggak tau caranya nulis POV 3rd Person Terbatas.
Tiga. Aku KADANG enggak tau Iruhan ini serius atau enggak, soalnya dia komentar kayak abang CinemaSins lagi mantengin blockbuster movie. Agak nyebelin, ada benernya, bingung mau diapain sampai harus 'difermentasi' (a.k.a mengolah ulang ide tersebut, didiamkan sambil dimatangkan baik-baik) sebelum diolah kembali.
But it resulted in better story, kita bisa mentertawakan novel ini dan kita saling bertukar ilmu dan... dan banyak lagi. Jadi First Reader macam dia tuh sebenernya cuma perlu dimengerti dan harus kuat dikomentarin tajam.
Karena dia orang baik.
Tapi jadi rindu FR Wheza dimana dia lebih banyak ngasih encouragement. Kerasa gitu bedanya antara dibimbing oleh dua orang yang berbeda. Satu orang adalah 'orang yang menghajar kamu supaya kamu tambah kuat' dan seorang lagi 'yang menuntun kamu supaya kamu bisa lebih maju'.
Wheza juga baik.
...Jadi...
Dan disini saya sadar betapa pentingnya peran First Reader.
Kalau enggak ada Wheza, aku udah berhenti nulis dua tahun lalu.
Sementara itu, enggak ada Iru aku enggak akan bisa nyelesain satu ceritapun.
Uh, jadi curcol gini? Curcolnya mirip pula dengan curcol sebelumnya.
Biarkanlah.
Pokoknya mengedit Reasons ini beneran jadi tantangan yang besar dan aku bisa bikin episode dua dari 'Tolong Jangan Tiru Kesalahan Saya' dot com
And Re-Build dari kesalahan di Regrets. Aku juga gak bisa diskusiin ini sama Iruhan ataupun Wheza, mereka sibuk akhir-akhir ini... mungkin.
Catatan lain dari perkembangan naskah Reasons : ...Sialan, aku perlu banyak latihan,
And another notes : Iklan bentar
Support Alief Wheza by BUYING HIS BOOKS (yay)
The Legend Of Hell's Sword
Halte Angker
Jawa Jejawen
Ghost Dormitory in Madrid
Don't forget to visit his blog! : wheza99.blogspot.com
Visit Iruhan Special Review Pake Saos Sambel dan Pedes Gila di :
tofixamockingbook.blogspot.com
Uh, dan kalau dia udah nulis buku saya kasih tahu kalian semua. IRU CEPETAN SELESAIN ITU PROYEK, AKU JANJI ENGGAK AKAN GANGGU KAMU SOALNYA NASKAH KEENAM BAKALAN ANCUR TOTAL. SO NOPE. SAMPAI JANUARI KECUALI KAMU PENASARAN AKHIRNYA NOVEL HORROR-THRILLER AKU JADINYA GIMANA.
Oke, jadi intinya saya nyindir dua FR saya di sini dan saya mau kabur sebelum salah satu atau salah dua dari mereka sadar. Rohie out!
*Ya, kalau saya post artinya saya juga mau mereka tahu*
*Uh, complicated banget ya?*
*Dasar cewek*
Selasa, 20 Oktober 2015
Reasons : Update 1 (Next Script will Be Sent by Me!)
Jadi, um...
...Aku mau ngirim naskah kelima aku.
CEPET BANGET? Asa kemarin baru ngirim Regrets, da!
Haha, ini gara-gara 90 Pages 30 Days Chalange di wZha Writing Club. Jadi, selama 30 Hari, kita harus maksain diri buat nyelesain 1 FantasTeen novel. A.K.A 90 Halaman. Aku gagal di hari 30 baru menyelesaikan 89 halaman.
Siiaaaaaaallllll....
Sekarang udah selesai sih. Aku jadi maksain Iru buat baca first draft aku yang ngaco karena AKU MALES NULIS 3 KALI. Lagian aku cukup PD dengan kemampuan Iru dalam berkomentar dan kemampuanku dalam mengedit.
Jadi, apa isi dari naskah kelimaku?
Aku pakai lirik lagu untuk plot-nya. Kalau kalian suka dengerin Owl City, mungkin kalian tahu lagu judulnya The Real World. Interpretasinya tiap orang bisa beragam, dan aku berpikir tentang stress yang terlepas, dan masih banyak lagi saat aku mendengar liriknya.
Btw, ini liriknya yang menginspirasi cerita ini.
I wouldn't wanna live there!
...Aku mau ngirim naskah kelima aku.
CEPET BANGET? Asa kemarin baru ngirim Regrets, da!
Haha, ini gara-gara 90 Pages 30 Days Chalange di wZha Writing Club. Jadi, selama 30 Hari, kita harus maksain diri buat nyelesain 1 FantasTeen novel. A.K.A 90 Halaman. Aku gagal di hari 30 baru menyelesaikan 89 halaman.
Siiaaaaaaallllll....
Sekarang udah selesai sih. Aku jadi maksain Iru buat baca first draft aku yang ngaco karena AKU MALES NULIS 3 KALI. Lagian aku cukup PD dengan kemampuan Iru dalam berkomentar dan kemampuanku dalam mengedit.
Jadi, apa isi dari naskah kelimaku?
Aku pakai lirik lagu untuk plot-nya. Kalau kalian suka dengerin Owl City, mungkin kalian tahu lagu judulnya The Real World. Interpretasinya tiap orang bisa beragam, dan aku berpikir tentang stress yang terlepas, dan masih banyak lagi saat aku mendengar liriknya.
Btw, ini liriknya yang menginspirasi cerita ini.
I saw the autumn leaves peel up off the street
Take wing on the balmy breeze and sweep you off your feet
Take wing on the balmy breeze and sweep you off your feet
And you blushed as they scooped you up on sugar maple wings
To gaze down on the city below ablaze with wondrous things
To gaze down on the city below ablaze with wondrous things
Downy feathers kiss your face and flutter everywhere
Reality is a lovely place but I wouldn't wanna live there
Reality is a lovely place but I wouldn't wanna live there
I wouldn't wanna live there!
Correct, temanya berlatar di Musim Gugur di suatu tempat di UK. Lalu, aku kepikiran sesuatu. Tentang imajinasi anak-anak. Tentang keegoisan orang yang berkata 'aku tidak mau hidup lagi di dunia nyata'. Gitu... jadi, ya, Don't blame me if the story brings some Person vs Self conflict.
I love to take this song literally. Jadi bakalan ada makhluk bersayap di cerita ini.
Em... kalau enggak diterima, siap-siap cek wattpad saya.
RSJ? RS? Bakalan sadis atau menyeramkan?
Gak. Tapi aku emang suka nulis mayat, jadi sedikit bumbu seram. Kalau Regrets diterima penerbit, anggaplah aku masih gak bisa move-on sama cerita itu.
Romance?
Hahaha... sadly, yes. Tapi lebih banyak Family. Rencananya aku mau bikin cerita yang ada manis-manisnya. Tapi Iru teriak 'THIS IS ROMANCE. WITH FEATHER FETISH AND CORPSE'. So I was just like...
...Nope. Let me edit that pls.
Jadi, kenapa kamu memutuskan untuk mengambil lirik sebagai ide cerita?
Aku mabok kayu putih, Jangan tanya kenapa.
Nope. Of course it's a joke.
Mungkin karena Iru bilang aku punya gaya bahasa yang mengerikan dan cocok untuk horror. Aku hanya berusaha keluar dari zona nyaman. Kebetulan, lagu yang aku suka hepi semua. Jadi kuputuskan untuk mengambil generator ciptaanku dan pilih secara enggak acak.
Will it be horror?
A little, a sminch of horror and lots of family, physicological things and love.
Kapan dikirim?
Secepatnya. Sambil nunggu info seputar kapan kepastian Regrets bakal ditolak/diterbitkan.
ROHIE OUT
Senin, 24 Agustus 2015
Well, I Lose. WE BOTH LOSE.
Inget pas aku pernah bilang aku dan Iru lomba menulis bersama?
Yah... berita buruk. Aku kalah.
KITA BERDUA kalah. Enggak ada yang selesai. Sekarang aku harus memberikan hadiah untuknya. Dia juga, tapi ya... entahlah. Aku ikut cuma buat semangat nulis.
Jadi, ini hadiah yang aku kasih ke Iru-kun. Hope you like it, because I DON'T. I HAVE TO CHANGE HIS HAIR COLOR TWICE, DAMMIT.
Yah... berita buruk. Aku kalah.
KITA BERDUA kalah. Enggak ada yang selesai. Sekarang aku harus memberikan hadiah untuknya. Dia juga, tapi ya... entahlah. Aku ikut cuma buat semangat nulis.
Jadi, ini hadiah yang aku kasih ke Iru-kun. Hope you like it, because I DON'T. I HAVE TO CHANGE HIS HAIR COLOR TWICE, DAMMIT.
![]() |
| Still, it's worth of it Do you guys like him? |
Kamis, 16 Juli 2015
Race of Writing : Me vs Iruhan Hizura
Suddenly, Iruhan mengajakku untuk bertarung - ahem - berlomba dalam menulis.
Batas waktunya sampai masuk sekolah - tanggal 27 nanti.
Aku harus menyelesaikan novelku sementara dia menyelesaikan tugasnya sebelum waktu yang ditentukan.
Tentu saja ada konsekuensi bagi orang yang tidak berhasil. Y'all can guess.
Aku akan mengumumkan hasilnya disini.
Rohaluss out.
Batas waktunya sampai masuk sekolah - tanggal 27 nanti.
Aku harus menyelesaikan novelku sementara dia menyelesaikan tugasnya sebelum waktu yang ditentukan.
Tentu saja ada konsekuensi bagi orang yang tidak berhasil. Y'all can guess.
Aku akan mengumumkan hasilnya disini.
Rohaluss out.
Jumat, 01 Mei 2015
Curcol Seputar First Reader
Gak ada angin, gak ada ujan, eh tiba-tiba perkejaanku berkurang satu.
Tiba-tiba saja, Wheza bilang kalau dia nemu First Reader.
Entah mau gimana bilangnya. Rasanya agak... gimana gitu. Antara seneng dia bisa nemu Reader yang enggak terlalu kritis kayak Iruhan, juga sedih enggak bisa ngasih masukan lagi sebelum novel dia terbit.
Bagus, sih, aku turut senang dia menemukan First Reader yang bukan Iruhan. *cough* Maaf Iru-kun. Aku jujur. *cough* Iru udah selevel boncabe level neraka. Kritik pedesnya cukup untuk mem-bombardir satu fandom. Cukup untuk membuat buku rating biasa di FantasTeen jeblok. Percayalah, novelku pernah gak maju sebulan karena dia, saking parahnya critical comment dari dia.
Sebagai pembaca yang mengamati perkembangan penulis, Wheza adalah salah satu yang paling aku perhatikan. (Posisi pertama di atas Tessia dan Akbar) Cara menulisnya masih menggunakan imajinasi, jadi kalau dia diberi FR yang sama denganku, yang punya masalah 'rasa takut', dia malah akan terkekang.
*tepok pundak Wheza* Aku ngerti kok. Tenang aja. Keputusanmu sudah tepat.
...dan buat Iru! *gampar pundak* *pukul wajah* YOU KNOW YOUR PROBLEM, SON.
***
Ahem. Lalu, ada lagi, aku. Support yang kubutuhkan saat menulis berbeda jauh dengan kedua Writing-Pals ini.
Wheza, seperti yang ku-mention di atas, membutuhkan freedom menulis dan menggila dengan dunianya...
Sementara itu, Iruhan...yang butuh perencanaan matang, dan support dari Tropes dan kawan-kawannya untuk membuatnya waras, juga dosis dari Rant buku FantasTeen, plus FikFanIndo, plus- *slaps*
Aku adalah penderita rasa takut berlebih. Meskipun mulutku terus berkata, "Ah, cuma ditolak dua kali". Namun tetap saja, setiap kali aku mencoba menulis lagi, aku merasa takut hal sama akan terulang. Ada istilah "Kamu tidak bisa membohongi dirimu sendiri", dan itu memang benar. Berkali-kali aku bilang, 'tidak apa-apa', namun tanganku dan kepalaku sadar bahwa aku sedang berbohong.
Jujur, aku bahkan pernah berkata "Aku berhenti. Aku tidak bisa."
Tambahannya, sih, emang terlalu positif, "Baik, mungkin aku tidak bisa. Tapi aku tahu aku pernah menulis. Aku tahu hal yang membuatku gagal dan apa yang penulis lain harus perbaiki. Aku akan melanjutkan Tulisan Imajinasi. Toh, kalau aku bukan penulis, tidak berbakat, aku akan membantu penulis masa depan begitu."
Sampai aku bertemu dengan penulis yang iseng komentar di blog super-gaje ini.
Dia orang pertama yang membuatku mulai menulis lagi. Orang pertama yang membuatku mulai menulis kembali, orang yang membuatku semangat menulis kembali, dan akhirnya, saat naskahku selesai, muncul masalah baru.
Aku betul-betul takut ditolak. Lagi.
Aku berani sumpah aku cuma nulis 3 sampai 5 chapter setelah selesainya novelku. Ada 13 cerita yang tak terselesaikan. Ada kisah yang absurd abis (Java Underground, contohnya, berpetualang dengan Sangkuriang dan Nyi Roro Kidul. Astaga) sampai yang epic (Illeriane Stories), juga yang worldbuilding-nya terencana (Stole Your Friends, judulnya astaga abis). Tapi aku enggak berani.
Then, there is him.
Seorang teman dengan pengetahuan menulis yang luar biasa, yang berhasil mengoreksi kesalahanku, dan membuatku lebih percaya diri mengirim naskah. Dia memberiku banyak masukan, cara dan teknik dalam menciptakan intrinsik cerita yang kompleks, dan juga, yang terpenting, mengurangi rasa takutku.
***
Kalian tidak butuh semua bantuan yang ada.
Kadang, First Reader yang kamu dapatkan hanya akan menyeretmu, menahanmu untuk menulis lebih lanjut.
So, yep. Dah. Sampai nanti kawan. Curcol? BIARIN. YANG PENTING MINTZZZZ.
Tiba-tiba saja, Wheza bilang kalau dia nemu First Reader.
Entah mau gimana bilangnya. Rasanya agak... gimana gitu. Antara seneng dia bisa nemu Reader yang enggak terlalu kritis kayak Iruhan, juga sedih enggak bisa ngasih masukan lagi sebelum novel dia terbit.
Bagus, sih, aku turut senang dia menemukan First Reader yang bukan Iruhan. *cough* Maaf Iru-kun. Aku jujur. *cough* Iru udah selevel boncabe level neraka. Kritik pedesnya cukup untuk mem-bombardir satu fandom. Cukup untuk membuat buku rating biasa di FantasTeen jeblok. Percayalah, novelku pernah gak maju sebulan karena dia, saking parahnya critical comment dari dia.
Sebagai pembaca yang mengamati perkembangan penulis, Wheza adalah salah satu yang paling aku perhatikan. (Posisi pertama di atas Tessia dan Akbar) Cara menulisnya masih menggunakan imajinasi, jadi kalau dia diberi FR yang sama denganku, yang punya masalah 'rasa takut', dia malah akan terkekang.
*tepok pundak Wheza* Aku ngerti kok. Tenang aja. Keputusanmu sudah tepat.
...dan buat Iru! *gampar pundak* *pukul wajah* YOU KNOW YOUR PROBLEM, SON.
***
Ahem. Lalu, ada lagi, aku. Support yang kubutuhkan saat menulis berbeda jauh dengan kedua Writing-Pals ini.
Wheza, seperti yang ku-mention di atas, membutuhkan freedom menulis dan menggila dengan dunianya...
Sementara itu, Iruhan...yang butuh perencanaan matang, dan support dari Tropes dan kawan-kawannya untuk membuatnya waras, juga dosis dari Rant buku FantasTeen, plus FikFanIndo, plus- *slaps*
Aku adalah penderita rasa takut berlebih. Meskipun mulutku terus berkata, "Ah, cuma ditolak dua kali". Namun tetap saja, setiap kali aku mencoba menulis lagi, aku merasa takut hal sama akan terulang. Ada istilah "Kamu tidak bisa membohongi dirimu sendiri", dan itu memang benar. Berkali-kali aku bilang, 'tidak apa-apa', namun tanganku dan kepalaku sadar bahwa aku sedang berbohong.
Jujur, aku bahkan pernah berkata "Aku berhenti. Aku tidak bisa."
Tambahannya, sih, emang terlalu positif, "Baik, mungkin aku tidak bisa. Tapi aku tahu aku pernah menulis. Aku tahu hal yang membuatku gagal dan apa yang penulis lain harus perbaiki. Aku akan melanjutkan Tulisan Imajinasi. Toh, kalau aku bukan penulis, tidak berbakat, aku akan membantu penulis masa depan begitu."
Sampai aku bertemu dengan penulis yang iseng komentar di blog super-gaje ini.
Dia orang pertama yang membuatku mulai menulis lagi. Orang pertama yang membuatku mulai menulis kembali, orang yang membuatku semangat menulis kembali, dan akhirnya, saat naskahku selesai, muncul masalah baru.
Aku betul-betul takut ditolak. Lagi.
Aku berani sumpah aku cuma nulis 3 sampai 5 chapter setelah selesainya novelku. Ada 13 cerita yang tak terselesaikan. Ada kisah yang absurd abis (Java Underground, contohnya, berpetualang dengan Sangkuriang dan Nyi Roro Kidul. Astaga) sampai yang epic (Illeriane Stories), juga yang worldbuilding-nya terencana (Stole Your Friends, judulnya astaga abis). Tapi aku enggak berani.
Then, there is him.
Seorang teman dengan pengetahuan menulis yang luar biasa, yang berhasil mengoreksi kesalahanku, dan membuatku lebih percaya diri mengirim naskah. Dia memberiku banyak masukan, cara dan teknik dalam menciptakan intrinsik cerita yang kompleks, dan juga, yang terpenting, mengurangi rasa takutku.
***
Kalian tidak butuh semua bantuan yang ada.
Kadang, First Reader yang kamu dapatkan hanya akan menyeretmu, menahanmu untuk menulis lebih lanjut.
So, yep. Dah. Sampai nanti kawan. Curcol? BIARIN. YANG PENTING MINTZZZZ.
Jumat, 17 April 2015
CerMinDar : Weekly Event By DarMizan Ternyata...
*facepalm* Plis deh, jangan bikin aku kaget lagi.
Tiba-tiba, ajaib, meneketengteng dan secara mendadak, FantasTeen dan PBC menyelenggarakan lomba yang disebut dan diberi hashtag #CerMinDar atau singkatan dari Cerita Mini Dar Mizan (sepertinya). Aku seneng bisa ikutan secara tenang karena aku menggunakan facebook-ku yang terbuka untuk banyak orang yang mau nge-add. Bukan yang pake nama asli.
(Yeah, so, you can add my new account, dan jika seandainya kalian tahu nama asliku, please keep that secret.)
Back to the point CerMinDar...
Masalahnya, banyak orang yang seenak hati seenak dengkul *wat* nulis tidak sesuai ketentuan yang telah ditetapkan di FP FantasTeen atau/dan PBC. Ya ampun, kalian ini!
Alhamdulillah aku diingetin Iruhan! *ehloh*
Oke, jadi, apa saja yang dilanggar? Apa aja ya...
Kesalahan yang paling banyak yang kulihat adalah kesalahan teknis. Peraturannya tertulis bahwa : Cerita tidak boleh lebih dari 20 kata. 20 KATA ITU SEDIKIT (iya, ini Rohaluss juga ngerti kok) dan kalau pake twitter, enggak boleh bersambung. Cuma boleh 1 tweet yang berkisar antara 140 huruf.
Lha, ada yang nulis lebih dari dua puluh kata.
Ada yang malah curcol (tapi itu enggak masalah. Justru menarik)
Hm....
Kalian tahu tidak, kalau ternyata chalange yang ditulis oleh Dar Mizan ini bisa membantu kalian dalam menulis plot?
20 kata adalah batas yang amat-sangat kecil untuk merangkai ide sepadat mungkin sehingga 20 kata bisa membuat pembaca merasa penasaran. Merasa bahwa kisah ini walau pendek membuatmu tersenyum lebar...
...dan jika digunakan dengan benar, ini bisa menjadi sebuah plot kisah baru!
Dua puluh kata yang kau tulis di sana bisa dikembangkan menjadi kisah yang lebih panjang. Ini agak mirip dengan plotting dengan cara snowflake, hanya saja lebih... lucu. Lebih keren juga, sih. Setidaknya, satu kata, jadi satu kalimat, jadi sebuah ide dan bisa jadi novel baru.
Oke, siapa yang ikut tantangan Dar Mizan disini, angkat tangannya!!
Rohie mau ambil kertas dulu sambil re-read Absolute Zero-nya Fauzi. Ciao!!
Tiba-tiba, ajaib, meneketengteng dan secara mendadak, FantasTeen dan PBC menyelenggarakan lomba yang disebut dan diberi hashtag #CerMinDar atau singkatan dari Cerita Mini Dar Mizan (sepertinya). Aku seneng bisa ikutan secara tenang karena aku menggunakan facebook-ku yang terbuka untuk banyak orang yang mau nge-add. Bukan yang pake nama asli.
(Yeah, so, you can add my new account, dan jika seandainya kalian tahu nama asliku, please keep that secret.)
Back to the point CerMinDar...
Masalahnya, banyak orang yang seenak hati seenak dengkul *wat* nulis tidak sesuai ketentuan yang telah ditetapkan di FP FantasTeen atau/dan PBC. Ya ampun, kalian ini!
Alhamdulillah aku diingetin Iruhan! *ehloh*
Oke, jadi, apa saja yang dilanggar? Apa aja ya...
Kesalahan yang paling banyak yang kulihat adalah kesalahan teknis. Peraturannya tertulis bahwa : Cerita tidak boleh lebih dari 20 kata. 20 KATA ITU SEDIKIT (iya, ini Rohaluss juga ngerti kok) dan kalau pake twitter, enggak boleh bersambung. Cuma boleh 1 tweet yang berkisar antara 140 huruf.
Lha, ada yang nulis lebih dari dua puluh kata.
Ada yang malah curcol (tapi itu enggak masalah. Justru menarik)
Hm....
Kalian tahu tidak, kalau ternyata chalange yang ditulis oleh Dar Mizan ini bisa membantu kalian dalam menulis plot?
20 kata adalah batas yang amat-sangat kecil untuk merangkai ide sepadat mungkin sehingga 20 kata bisa membuat pembaca merasa penasaran. Merasa bahwa kisah ini walau pendek membuatmu tersenyum lebar...
...dan jika digunakan dengan benar, ini bisa menjadi sebuah plot kisah baru!
Dua puluh kata yang kau tulis di sana bisa dikembangkan menjadi kisah yang lebih panjang. Ini agak mirip dengan plotting dengan cara snowflake, hanya saja lebih... lucu. Lebih keren juga, sih. Setidaknya, satu kata, jadi satu kalimat, jadi sebuah ide dan bisa jadi novel baru.
Oke, siapa yang ikut tantangan Dar Mizan disini, angkat tangannya!!
Rohie mau ambil kertas dulu sambil re-read Absolute Zero-nya Fauzi. Ciao!!
Selasa, 07 April 2015
Kalimat Inspiratif (Untuk Membuat Novel)
Kalian bayangkan karakter kalian mengatakan kalimat ini di tengah cerita :
1. Gimana aku gak marah? Kau baru saja memakan kueku setelah menghilang selama tiga tahun! Itu kue stroberi kesukaanku!!
2. Berhenti mengelus kelinci percobaan itu, nak.
3. Ya ampun, rasanya kayak baru ditabrak mobil... eh, beneran? Dan itu mobilmu?
4. Lihat, kan?! Pulau langit itu nyata!! Sekarang, bayar lima dolar.
5. ...Eh, tadi kamu bilang kenapa aku harus membunuhnya? Maaf, aku tidak mendengarkan.
6. Ah! Kucing itu mencuri dompetku!
7. Ini udah kesepuluh kalinya makhluk itu muncul minggu ini, sialan.
8. Woy. Lagian, siapa juga yang butuh klorofom jam dua belas malam?
9. Ehm, sebaiknya kau pakai baju dulu sebelum berbicara. Mau pinjam punyaku?
10. Dengar. Aku menemukan jendela terbuka dan aku harus masuk sebelum mereka menangkapku. Tolong jangan panggil polis... sialan.
11. Lompat aja kali. Kalau sakit, ya... yaudah, sih.
12. Kau tahu apa yang lebih sakit daripada itu? Senpai did not notice me at all....
13. Meong! Meeeong!! MEO- maaf.
14. Hei, aku berusaha untuk berkomunikasi dengannya! Diam sebentar!
Segitu aja episode bonus inspiration (dialog) drafts. BYE!!
1. Gimana aku gak marah? Kau baru saja memakan kueku setelah menghilang selama tiga tahun! Itu kue stroberi kesukaanku!!
2. Berhenti mengelus kelinci percobaan itu, nak.
3. Ya ampun, rasanya kayak baru ditabrak mobil... eh, beneran? Dan itu mobilmu?
4. Lihat, kan?! Pulau langit itu nyata!! Sekarang, bayar lima dolar.
5. ...Eh, tadi kamu bilang kenapa aku harus membunuhnya? Maaf, aku tidak mendengarkan.
6. Ah! Kucing itu mencuri dompetku!
7. Ini udah kesepuluh kalinya makhluk itu muncul minggu ini, sialan.
8. Woy. Lagian, siapa juga yang butuh klorofom jam dua belas malam?
9. Ehm, sebaiknya kau pakai baju dulu sebelum berbicara. Mau pinjam punyaku?
10. Dengar. Aku menemukan jendela terbuka dan aku harus masuk sebelum mereka menangkapku. Tolong jangan panggil polis... sialan.
11. Lompat aja kali. Kalau sakit, ya... yaudah, sih.
12. Kau tahu apa yang lebih sakit daripada itu? Senpai did not notice me at all....
13. Meong! Meeeong!! MEO- maaf.
14. Hei, aku berusaha untuk berkomunikasi dengannya! Diam sebentar!
Segitu aja episode bonus inspiration (dialog) drafts. BYE!!
Rabu, 25 Maret 2015
Mengkhawatirkan Skill Bahasa Inggris...
Tiba-tiba aja, blog ini diisi sesuatu yang serius bukan main. Haha. Enggak, ini emang serius. Harusnya tempat ini diisi update buku FantasTeen dan perjalanan seorang Rohie alias Rohaluss untuk menulis sebuah novel.
Tapi aku harus nulis ini. Harus.
Dimulai dari mana, ya?
Ah, kejadian itu aja, deh. Biar gak garing cerita di blog ini.
Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang di sekolahku yang bisa menggambar dengan lumayan bagus. Kalian harus catat itu.
Hari itu, kami disuruh duduk, dengan kakak kelas dan teman sekelas digabung dalam satu kelompok berjumlah minimal 5 orang. Aku duduk bersama dua kakak kelasku. Sayangnya, aku angkatan kedua, jadi belum ada adik kelas.
Sang guru ini menyuruh kami menulis dua kelebihan dan satu kekurangan teman dan kakak kelas yang satu kelompok denganku. Sampai sekarang masih bagus, ya. Dalam bahasa inggris. Oke, tidak masalah.
Kami mulai menulis! Sret-sret-sret...
Lalu, kita disuruh membaca apa kelebihan dan kekurangan yang ditulis kakak kelas dan teman sekelasku. Sebenarnya, tidak mengejutkan kalau mereka menulis 'lack of social'-blablabla dan yang paling parah, 'Always go alone, sit and do nothing, until everyone thinks you are weird'. Eh.. Hei... yang bener aja...
Tapi yang paling parah, ada dua orang (DUA, mind you) yang nulis kelebihanku itu 'A good drawer'.
Drawer.
Drawer.
Bukan artist, bukan illustrator, tapi DRAWER. Bentar, kawan. Sejak kapan aku berubah menjadi LACI?! And to top of it, teman-teman sekelasku enggak ada yang ngaku itu tulisannya!
Berarti... kakak kelas, you don't...
Ah, aside of that, minggu berikutnya kita juga disuruh mengerjakan soal bahasa inggris 60 biji pake standar apa, gitu. TO, lah, katanya. Aku sih, yang lumayan bisa bahasa inggris enjoy-enjoy aja. Toh, soalnya A-B-C-D, pilihan ganda, dan itu emang agak sulit sedikit. Lebih susah daripada TOEFL, tapi namanya juga ICAS. TOEFL waktunya lebih banyak, dan soalnya standar grammatical gitu, agak mirip UN dikit.
Nah, ICAS, ada potongan karya Shakesphere di tengah-tengah soalnya.
Serius. Kita pake ICAS yang tahun 2012 paket G, difoto kopi buat soal TO. Tapi bukan berarti itu sulit, loh. Ada yang gampang, ada yang menjebak, ada yang bikin tableflip setengah mati, tapi enggak jadi alasan berhenti di nomor dua puluh, kan?
*sigh*
Tidak, aku berhasil menjawab semua soalnya, walaupun ada 10 soal yang 'ngebatik'.
Serius.
Mungkin cuma aku, tapi sekarang aku mulai mengkhawatirkan skill berbahasa inggrisku dan teman-temanku...
Tapi aku harus nulis ini. Harus.
Dimulai dari mana, ya?
Ah, kejadian itu aja, deh. Biar gak garing cerita di blog ini.
Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang di sekolahku yang bisa menggambar dengan lumayan bagus. Kalian harus catat itu.
Hari itu, kami disuruh duduk, dengan kakak kelas dan teman sekelas digabung dalam satu kelompok berjumlah minimal 5 orang. Aku duduk bersama dua kakak kelasku. Sayangnya, aku angkatan kedua, jadi belum ada adik kelas.
Sang guru ini menyuruh kami menulis dua kelebihan dan satu kekurangan teman dan kakak kelas yang satu kelompok denganku. Sampai sekarang masih bagus, ya. Dalam bahasa inggris. Oke, tidak masalah.
Kami mulai menulis! Sret-sret-sret...
Lalu, kita disuruh membaca apa kelebihan dan kekurangan yang ditulis kakak kelas dan teman sekelasku. Sebenarnya, tidak mengejutkan kalau mereka menulis 'lack of social'-blablabla dan yang paling parah, 'Always go alone, sit and do nothing, until everyone thinks you are weird'. Eh.. Hei... yang bener aja...
Tapi yang paling parah, ada dua orang (DUA, mind you) yang nulis kelebihanku itu 'A good drawer'.
Drawer.
Drawer.
Bukan artist, bukan illustrator, tapi DRAWER. Bentar, kawan. Sejak kapan aku berubah menjadi LACI?! And to top of it, teman-teman sekelasku enggak ada yang ngaku itu tulisannya!
Berarti... kakak kelas, you don't...
Ah, aside of that, minggu berikutnya kita juga disuruh mengerjakan soal bahasa inggris 60 biji pake standar apa, gitu. TO, lah, katanya. Aku sih, yang lumayan bisa bahasa inggris enjoy-enjoy aja. Toh, soalnya A-B-C-D, pilihan ganda, dan itu emang agak sulit sedikit. Lebih susah daripada TOEFL, tapi namanya juga ICAS. TOEFL waktunya lebih banyak, dan soalnya standar grammatical gitu, agak mirip UN dikit.
Nah, ICAS, ada potongan karya Shakesphere di tengah-tengah soalnya.
Serius. Kita pake ICAS yang tahun 2012 paket G, difoto kopi buat soal TO. Tapi bukan berarti itu sulit, loh. Ada yang gampang, ada yang menjebak, ada yang bikin tableflip setengah mati, tapi enggak jadi alasan berhenti di nomor dua puluh, kan?
*sigh*
Tidak, aku berhasil menjawab semua soalnya, walaupun ada 10 soal yang 'ngebatik'.
Serius.
Mungkin cuma aku, tapi sekarang aku mulai mengkhawatirkan skill berbahasa inggrisku dan teman-temanku...
Rabu, 17 Desember 2014
Writer Block'ed : Cerpen 001
Chalange : Pilih satu novel, buka halaman terakhir, dan jadikan kalimat terakhir sebagai awal dari ceritamu.
Chosen Book : Haunted School by Akbar
Last Sentence of the Novel : "Hari yang begitu indah dan damai"
Genre : Thriller
Before I start, don't forget to support author by buying their book. Let's start!
Hari yang begitu indah dan damai. Sunyi. Jauh dari kebisingan kota dan asap tebal yang menyesakan dada. Matahari terasa hangat. Tanganku hangat. Ini semua terasa sangat luar biasa. Angin sejuk, pepohonan yang menghalangi sinar matahari. Ini... ini luar biasa.
Kubasuh seluruh badanku di sungai, kurasakan airnya membasahi tanganku, menghapus rasa hangat dan digantikan dengan kesejukan. Sejuk. Airnya tidak deras, namun seperti ada yang mendorong kakiku. Arus air ini cukup deras untuk menghanyutkan benda yang cukup berat. Tapi tidak cukup untuk benda yang sangat berat, bukan?
Oh, payah. Otakku tidak bisa berkerja. Ayolah, pikirkan.
Aku harus lepas.
Tapi aku tidak mungkin lepas. Sudah terlambat. Penyesalan tak ada gunanya. Udara, tanah, air... semuanya melihat. Semuanya memberikan ketenangan, dan aku tidak mau meninggalkan mereka. Mereka tetap memberikan kenyamanan walau aku melakukan hal buruk. Mereka seperti teman lama. Mereka indah. Memberikan kedamaian...
...aku mendapat ide.
Mungkin berhasil.
Aku mengambil pisauku, lalu aku berjalan mendekati pohon tempat aku menaruh pria pengkhianat itu yang sudah tidak bernafas. Aku padahal baru membersihkan diri, kenapa ide ini baru muncul di kepalaku?
Aku memulai perkerjaanku. Setelah selesai, aku berbalik, meminta maaf pada sungai yang telah kunodai sebelum melempar kepala pria itu.
Sekarang, hari ini menjadi hari yang jauh lebih indah. Tanpa perasaan cemburu yang dia lakukan.
...dan hari ini jauh lebih damai karena aku tak perlu perang mulut dengannya lagi.
End note : Writer Block'ed adalah episode Journal of Rohaluss kalau aku kehabisan ide cerita. Dalam rangka melancarkan keinginanku untuk menulis, kutulis cerita baru atau cerpen, atau kalian akan mendapati chapter Defrosted baru.
Oke, Rohaluss out. Sekali lagi, Support the author. Buy their book. Got it?
Langganan:
Postingan (Atom)
