*facepalm* Plis deh, jangan bikin aku kaget lagi.
Tiba-tiba, ajaib, meneketengteng dan secara mendadak, FantasTeen dan PBC menyelenggarakan lomba yang disebut dan diberi hashtag #CerMinDar atau singkatan dari Cerita Mini Dar Mizan (sepertinya). Aku seneng bisa ikutan secara tenang karena aku menggunakan facebook-ku yang terbuka untuk banyak orang yang mau nge-add. Bukan yang pake nama asli.
(Yeah, so, you can add my new account, dan jika seandainya kalian tahu nama asliku, please keep that secret.)
Back to the point CerMinDar...
Masalahnya, banyak orang yang seenak hati seenak dengkul *wat* nulis tidak sesuai ketentuan yang telah ditetapkan di FP FantasTeen atau/dan PBC. Ya ampun, kalian ini!
Alhamdulillah aku diingetin Iruhan! *ehloh*
Oke, jadi, apa saja yang dilanggar? Apa aja ya...
Kesalahan yang paling banyak yang kulihat adalah kesalahan teknis. Peraturannya tertulis bahwa : Cerita tidak boleh lebih dari 20 kata. 20 KATA ITU SEDIKIT (iya, ini Rohaluss juga ngerti kok) dan kalau pake twitter, enggak boleh bersambung. Cuma boleh 1 tweet yang berkisar antara 140 huruf.
Lha, ada yang nulis lebih dari dua puluh kata.
Ada yang malah curcol (tapi itu enggak masalah. Justru menarik)
Hm....
Kalian tahu tidak, kalau ternyata chalange yang ditulis oleh Dar Mizan ini bisa membantu kalian dalam menulis plot?
20 kata adalah batas yang amat-sangat kecil untuk merangkai ide sepadat mungkin sehingga 20 kata bisa membuat pembaca merasa penasaran. Merasa bahwa kisah ini walau pendek membuatmu tersenyum lebar...
...dan jika digunakan dengan benar, ini bisa menjadi sebuah plot kisah baru!
Dua puluh kata yang kau tulis di sana bisa dikembangkan menjadi kisah yang lebih panjang. Ini agak mirip dengan plotting dengan cara snowflake, hanya saja lebih... lucu. Lebih keren juga, sih. Setidaknya, satu kata, jadi satu kalimat, jadi sebuah ide dan bisa jadi novel baru.
Oke, siapa yang ikut tantangan Dar Mizan disini, angkat tangannya!!
Rohie mau ambil kertas dulu sambil re-read Absolute Zero-nya Fauzi. Ciao!!
Jumat, 17 April 2015
Selasa, 07 April 2015
Kalimat Inspiratif (Untuk Membuat Novel)
Kalian bayangkan karakter kalian mengatakan kalimat ini di tengah cerita :
1. Gimana aku gak marah? Kau baru saja memakan kueku setelah menghilang selama tiga tahun! Itu kue stroberi kesukaanku!!
2. Berhenti mengelus kelinci percobaan itu, nak.
3. Ya ampun, rasanya kayak baru ditabrak mobil... eh, beneran? Dan itu mobilmu?
4. Lihat, kan?! Pulau langit itu nyata!! Sekarang, bayar lima dolar.
5. ...Eh, tadi kamu bilang kenapa aku harus membunuhnya? Maaf, aku tidak mendengarkan.
6. Ah! Kucing itu mencuri dompetku!
7. Ini udah kesepuluh kalinya makhluk itu muncul minggu ini, sialan.
8. Woy. Lagian, siapa juga yang butuh klorofom jam dua belas malam?
9. Ehm, sebaiknya kau pakai baju dulu sebelum berbicara. Mau pinjam punyaku?
10. Dengar. Aku menemukan jendela terbuka dan aku harus masuk sebelum mereka menangkapku. Tolong jangan panggil polis... sialan.
11. Lompat aja kali. Kalau sakit, ya... yaudah, sih.
12. Kau tahu apa yang lebih sakit daripada itu? Senpai did not notice me at all....
13. Meong! Meeeong!! MEO- maaf.
14. Hei, aku berusaha untuk berkomunikasi dengannya! Diam sebentar!
Segitu aja episode bonus inspiration (dialog) drafts. BYE!!
1. Gimana aku gak marah? Kau baru saja memakan kueku setelah menghilang selama tiga tahun! Itu kue stroberi kesukaanku!!
2. Berhenti mengelus kelinci percobaan itu, nak.
3. Ya ampun, rasanya kayak baru ditabrak mobil... eh, beneran? Dan itu mobilmu?
4. Lihat, kan?! Pulau langit itu nyata!! Sekarang, bayar lima dolar.
5. ...Eh, tadi kamu bilang kenapa aku harus membunuhnya? Maaf, aku tidak mendengarkan.
6. Ah! Kucing itu mencuri dompetku!
7. Ini udah kesepuluh kalinya makhluk itu muncul minggu ini, sialan.
8. Woy. Lagian, siapa juga yang butuh klorofom jam dua belas malam?
9. Ehm, sebaiknya kau pakai baju dulu sebelum berbicara. Mau pinjam punyaku?
10. Dengar. Aku menemukan jendela terbuka dan aku harus masuk sebelum mereka menangkapku. Tolong jangan panggil polis... sialan.
11. Lompat aja kali. Kalau sakit, ya... yaudah, sih.
12. Kau tahu apa yang lebih sakit daripada itu? Senpai did not notice me at all....
13. Meong! Meeeong!! MEO- maaf.
14. Hei, aku berusaha untuk berkomunikasi dengannya! Diam sebentar!
Segitu aja episode bonus inspiration (dialog) drafts. BYE!!
Selasa, 31 Maret 2015
Ah, Yes, About The Fanart...
Aku tidak tahu berapa lama kalian menunggu Fanart Absolute Zero dan The Mysterious Murder yang kujanjikan.
Insya allah, bulan April ini atau bulan depannya, Mei (Ulang tahun Rohie! Wooo!).
April aku lagi mau fokus NaNoWriMo Camp. Ada yang ikutan juga? Rohie-tan, Wheza-kun dan Iru-kun (wait, aku ketularan Weaboo-nya) ikut dalam acara menulis dalam sebulan penuh ini. Apa dia akan ikut? Hm... Wheza suka lupa tanggal dan Iru-kun sudah mengatakan bahwa dia hanya akan ikut setengah jalan. Do'a kan aku semuanya!!
And, for concept, aku akan coba :
1. Absolute Zero
Arus Revoir, dengan kamera di tangan, bersembunyi di balik gedung, agak melirik. Mungkin hal yang paling berkesan dari kisah ini (selain kematiannya) adalah kisah seorang wartawan yang mengoyak tabir kebohongan media massa.
(seriously, tho, aku sebenarnya bingung karena Fauzi. FantasTeen itu novel remaja, kan? Kalau kalian gali novel ini lebih dalam... spoilers 'Kisahnya tentang konspirasi media massa, perang global, penipuan rakyat menggunakan media... ini novel temanya berat abis')
2. Mysterious Murder
Aku ingin menggambarkan pria perenggut jantung. Itu aja, sih. Mungkin sambil menunduk, menatap tajam yang melihat dengan mata yang warnanya kontras.
That's it. Kalau eksekusinya gagal, yaudah, deh. Aku udah capek. Dadah, semuanya! Rohie mau tidur sejenak sambil nulis novel...
Insya allah, bulan April ini atau bulan depannya, Mei (Ulang tahun Rohie! Wooo!).
April aku lagi mau fokus NaNoWriMo Camp. Ada yang ikutan juga? Rohie-tan, Wheza-kun dan Iru-kun (wait, aku ketularan Weaboo-nya) ikut dalam acara menulis dalam sebulan penuh ini. Apa dia akan ikut? Hm... Wheza suka lupa tanggal dan Iru-kun sudah mengatakan bahwa dia hanya akan ikut setengah jalan. Do'a kan aku semuanya!!
And, for concept, aku akan coba :
1. Absolute Zero
Arus Revoir, dengan kamera di tangan, bersembunyi di balik gedung, agak melirik. Mungkin hal yang paling berkesan dari kisah ini (selain kematiannya) adalah kisah seorang wartawan yang mengoyak tabir kebohongan media massa.
(seriously, tho, aku sebenarnya bingung karena Fauzi. FantasTeen itu novel remaja, kan? Kalau kalian gali novel ini lebih dalam... spoilers 'Kisahnya tentang konspirasi media massa, perang global, penipuan rakyat menggunakan media... ini novel temanya berat abis')
2. Mysterious Murder
Aku ingin menggambarkan pria perenggut jantung. Itu aja, sih. Mungkin sambil menunduk, menatap tajam yang melihat dengan mata yang warnanya kontras.
That's it. Kalau eksekusinya gagal, yaudah, deh. Aku udah capek. Dadah, semuanya! Rohie mau tidur sejenak sambil nulis novel...
Rabu, 25 Maret 2015
Mengkhawatirkan Skill Bahasa Inggris...
Tiba-tiba aja, blog ini diisi sesuatu yang serius bukan main. Haha. Enggak, ini emang serius. Harusnya tempat ini diisi update buku FantasTeen dan perjalanan seorang Rohie alias Rohaluss untuk menulis sebuah novel.
Tapi aku harus nulis ini. Harus.
Dimulai dari mana, ya?
Ah, kejadian itu aja, deh. Biar gak garing cerita di blog ini.
Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang di sekolahku yang bisa menggambar dengan lumayan bagus. Kalian harus catat itu.
Hari itu, kami disuruh duduk, dengan kakak kelas dan teman sekelas digabung dalam satu kelompok berjumlah minimal 5 orang. Aku duduk bersama dua kakak kelasku. Sayangnya, aku angkatan kedua, jadi belum ada adik kelas.
Sang guru ini menyuruh kami menulis dua kelebihan dan satu kekurangan teman dan kakak kelas yang satu kelompok denganku. Sampai sekarang masih bagus, ya. Dalam bahasa inggris. Oke, tidak masalah.
Kami mulai menulis! Sret-sret-sret...
Lalu, kita disuruh membaca apa kelebihan dan kekurangan yang ditulis kakak kelas dan teman sekelasku. Sebenarnya, tidak mengejutkan kalau mereka menulis 'lack of social'-blablabla dan yang paling parah, 'Always go alone, sit and do nothing, until everyone thinks you are weird'. Eh.. Hei... yang bener aja...
Tapi yang paling parah, ada dua orang (DUA, mind you) yang nulis kelebihanku itu 'A good drawer'.
Drawer.
Drawer.
Bukan artist, bukan illustrator, tapi DRAWER. Bentar, kawan. Sejak kapan aku berubah menjadi LACI?! And to top of it, teman-teman sekelasku enggak ada yang ngaku itu tulisannya!
Berarti... kakak kelas, you don't...
Ah, aside of that, minggu berikutnya kita juga disuruh mengerjakan soal bahasa inggris 60 biji pake standar apa, gitu. TO, lah, katanya. Aku sih, yang lumayan bisa bahasa inggris enjoy-enjoy aja. Toh, soalnya A-B-C-D, pilihan ganda, dan itu emang agak sulit sedikit. Lebih susah daripada TOEFL, tapi namanya juga ICAS. TOEFL waktunya lebih banyak, dan soalnya standar grammatical gitu, agak mirip UN dikit.
Nah, ICAS, ada potongan karya Shakesphere di tengah-tengah soalnya.
Serius. Kita pake ICAS yang tahun 2012 paket G, difoto kopi buat soal TO. Tapi bukan berarti itu sulit, loh. Ada yang gampang, ada yang menjebak, ada yang bikin tableflip setengah mati, tapi enggak jadi alasan berhenti di nomor dua puluh, kan?
*sigh*
Tidak, aku berhasil menjawab semua soalnya, walaupun ada 10 soal yang 'ngebatik'.
Serius.
Mungkin cuma aku, tapi sekarang aku mulai mengkhawatirkan skill berbahasa inggrisku dan teman-temanku...
Tapi aku harus nulis ini. Harus.
Dimulai dari mana, ya?
Ah, kejadian itu aja, deh. Biar gak garing cerita di blog ini.
Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang di sekolahku yang bisa menggambar dengan lumayan bagus. Kalian harus catat itu.
Hari itu, kami disuruh duduk, dengan kakak kelas dan teman sekelas digabung dalam satu kelompok berjumlah minimal 5 orang. Aku duduk bersama dua kakak kelasku. Sayangnya, aku angkatan kedua, jadi belum ada adik kelas.
Sang guru ini menyuruh kami menulis dua kelebihan dan satu kekurangan teman dan kakak kelas yang satu kelompok denganku. Sampai sekarang masih bagus, ya. Dalam bahasa inggris. Oke, tidak masalah.
Kami mulai menulis! Sret-sret-sret...
Lalu, kita disuruh membaca apa kelebihan dan kekurangan yang ditulis kakak kelas dan teman sekelasku. Sebenarnya, tidak mengejutkan kalau mereka menulis 'lack of social'-blablabla dan yang paling parah, 'Always go alone, sit and do nothing, until everyone thinks you are weird'. Eh.. Hei... yang bener aja...
Tapi yang paling parah, ada dua orang (DUA, mind you) yang nulis kelebihanku itu 'A good drawer'.
Drawer.
Drawer.
Bukan artist, bukan illustrator, tapi DRAWER. Bentar, kawan. Sejak kapan aku berubah menjadi LACI?! And to top of it, teman-teman sekelasku enggak ada yang ngaku itu tulisannya!
Berarti... kakak kelas, you don't...
Ah, aside of that, minggu berikutnya kita juga disuruh mengerjakan soal bahasa inggris 60 biji pake standar apa, gitu. TO, lah, katanya. Aku sih, yang lumayan bisa bahasa inggris enjoy-enjoy aja. Toh, soalnya A-B-C-D, pilihan ganda, dan itu emang agak sulit sedikit. Lebih susah daripada TOEFL, tapi namanya juga ICAS. TOEFL waktunya lebih banyak, dan soalnya standar grammatical gitu, agak mirip UN dikit.
Nah, ICAS, ada potongan karya Shakesphere di tengah-tengah soalnya.
Serius. Kita pake ICAS yang tahun 2012 paket G, difoto kopi buat soal TO. Tapi bukan berarti itu sulit, loh. Ada yang gampang, ada yang menjebak, ada yang bikin tableflip setengah mati, tapi enggak jadi alasan berhenti di nomor dua puluh, kan?
*sigh*
Tidak, aku berhasil menjawab semua soalnya, walaupun ada 10 soal yang 'ngebatik'.
Serius.
Mungkin cuma aku, tapi sekarang aku mulai mengkhawatirkan skill berbahasa inggrisku dan teman-temanku...
Sabtu, 21 Februari 2015
Preperation [1] | Ngirim E-mail Ke Penulis [Lussy Kurang Kerjaan] #2
Hoi hoooiiii! Lussy kembali dengan berita bagus! Lus the Cat akan mengirim E Mail ke empat penulis yang Rohaluss pikir telah mengalami perkembangan yang luar biasa!
Bukan, bukan (kak) Fauzi. Aku maksa manggil dia dengan sebutan kak padahal aku alergi honorifics di blog. Dia sudah kukirim email dan aku berharap dia menulis lagi. Gatel pingin tahu idenya. Apalagi setelah jatuh cinta sama beberapa karakternya yang luar biasa! Yeaaaahhhhh!!!
Siapa saja keempat orang itu?
WARNING : Sharp comment included.
1. Tessia yang membuktikan bahwa satu kelemahan fatal dapat ditutupi dengan hal lainnya.
Jujur, dalam hal menulis novel horor, hal yang paling sering diabaikan penulis FantasTeen, termasuk Tessia, adalah membawa kita dalam rasa takut. Orang membeli novel horror untuk merasakan thrill dikejar, rasa takut, dan... kau tahulah. Namun, Tessia tidak menunjukkan hal itu. Namun, secara mengejutkan, bukunya amat sangat luar biasa karena memiliki sesuatu yang jarang di.
She focused on the Storyline. Dan kuakui, (sayangnya) jarang ada penulis fokus pada kisah dan hanya menulis "Ada sekolah dengan hantu." Kayak PBC dengan sentuhan hantu doang. Tapi dia beda. Storyline nya, walau aku bisa menebak plot twistnya (dalam novel berjudul Alive) sejak halaman pertama, tapi dia bisa merangkai kata dan menunjukkan bahwa novel itu punya kisah. Enggak flat, gitu loh...
...Enggak kayak PBC yang akhir akhir ini kisahnya itu itu aja. Mungkin karena penulisnya terlalu banyak, ya, sampai akhirnya aku bosen?
Cerita buatan Tessia serem gak? Enggak.
Bagus? Luar biasa bagus.
2. Hilmy an Nabhany (tapi aku gak niat ngirim email ke dia sampai karyanya yang lain muncul) yang telah menunjukkan perubahan dan perkembangan signifikan dalam grammar dan story building dari novel FantasTeen pertamanya, Solvite, sampai karyanya yang diterbitkan bersama (dalam edisi FantasTeen Lux).
Serius. Kalau kisah kayak Z**** and the ***** of ***** itu kurang baik dan laughable, Solvite bahkan jauh lebih buruk. Antara bagus dalam ide, namun cara penyampaian yang buruk, logika yang bikin geger otak, plus EYD (Ejaan yang Dirusak) nya sangat bagus.
Saat aku baca karyanya di FantasTeen Lux, aku langsung berteriak, "Dafuk, ini penulis yang itu?!"
Perkembangannya menulis itu sangat luar biasa. Perkembangannya patut dikasih jempol empat buah. Cuma kalau emang dikasih jempol, nanti mungkin dia bakal teriak ketakutan. Dan jempolku nanti abis. Pokoknya, dia salah satu dari tiga penulis yang perkembangannya cantik sekali.
Tapi kalau seandainya (Kak) Hilmy baca ini, satu hal lagi deh. Kau masih lupa beberapa hal, seperti memisahkan antara paragraf dan percakapan! Jangan diulangi, awas aja loh! Aku bukan salah satu pembacamu, tapi aku memantau kalian bertiga
3. Akbar sama seperti Hilmy. Dia adalah penulis yang bikin aku stress pas baca buku FantasTeen pertamanya, Haunted School. Karakternya lumayan flat. Kurang bisa mengaduk emosi. Kayak cerita biasa dikasih unsur horror dikit. Yah, ibaratnya kayak jalan lurus dikasih hiasan aja. Ngeliatnya agak bosen. Dan jujur, aku enggak baca semua kisahnya. Paling, "Oh, ada hantu." Yaudah. Dan Character di buku itu... saking flat nya ibaratnya kayak karton dicetak orang terus dikasih nama.
Tapi semua itu berubah, saat aku bergabung di grup buatan orang keempat di list ini. *baca dengan nada Legend of Aang*
Reaksi aku ngeliat cuplikan novelnya sama kayak ngeliat tulisan baru Hilmy...
...cuma karena aku sempet nge backlist dia di daftar penulis idaman, jadinya aku lebih heboh lagi.
Penulis cowok tuh gila abis, emang, kalau berkembang susah dikejar. S***a aja susah dicari perkembangannya dari buku pertama dan kedua. Jangan tanya siapa nama dari yang disensor itu. Dia udah nulis banyak buku dan aku gak mau mencemar nama baiknya.
4. Wheza adalah salah satu penulis yang bikin menghela nafas. Hei, Whez, jangan marah dulu. Sudah kubilang kalian bertiga penulis cowok yang sama aja. Aku curiga kalian lagi lomba gitu. Tapi gak lucu juga.
Dari ketiga anak dengan perkembangan menulis yang signifikan, memang Wheza yang paling lambat. Akbar udah nulis sekian buku, nak, dan debut nulis kalian cuma terpaut setahun. Atau lebih...
...lupakan. (Ini sengaja ini biar kamu semangat, nak)
Tapi dari ketiga penulis dengan perkembangan, Wheza adalah satu satunya penulis yang bisa kupantau lebih dekat. Sedikit demi sedikit, gaya menulisnya meningkat. Bahkan pada saat dia mengirim naskahnya padaku (I'm his first reader, FYI), ada satu saat dimana aku merasa dia sudah tidak butuh bantuanku lagi. Masalahnya tanda baca aja, suka kelupaan karena aku kadang maksa dia buat liatin naskahnya.
Yes. Wheza, sekali lagi tanya bacamu salah aku bacot kepalamu. Karena kau yang paling aku pantau, jadi aku tahu kalau kemampuan nulis kamu malah jadi nurun.
Aku bisa ngundang Wheza untuk berkontribusi dalam Tanya Jawab Penulis yang akan diadakan di The Journal of Rohaluss. Masalahnya yang lainnya gimana, ya? Hmm...
Kalian mau gak aku kirimin semua orang di atas untuk merespon kelemahan mereka dari analisis singkatku terhadap mereka? Plus tanya jawab lainnya, tentu saja.
TERUTAMA TIGA COWOK GILA YANG PERKEMBANGAN TEKNIK MENULISNYA RADA MELAMPAUI KECEPATAN RATA RATA JALAN TOL!! *apa*
Aku berharap mereka punya akun Google+ biar bisa share teknik menulis dalam sesi "Author Q n A"
Tapi da akumah apa atuh... ;'')
Lussy out!
Dan kalau ini terlalu menyinggung, silahkan komentar di bawah. Langsung aku hapus. Suer.
Bukan, bukan (kak) Fauzi. Aku maksa manggil dia dengan sebutan kak padahal aku alergi honorifics di blog. Dia sudah kukirim email dan aku berharap dia menulis lagi. Gatel pingin tahu idenya. Apalagi setelah jatuh cinta sama beberapa karakternya yang luar biasa! Yeaaaahhhhh!!!
Siapa saja keempat orang itu?
WARNING : Sharp comment included.
1. Tessia yang membuktikan bahwa satu kelemahan fatal dapat ditutupi dengan hal lainnya.
Jujur, dalam hal menulis novel horor, hal yang paling sering diabaikan penulis FantasTeen, termasuk Tessia, adalah membawa kita dalam rasa takut. Orang membeli novel horror untuk merasakan thrill dikejar, rasa takut, dan... kau tahulah. Namun, Tessia tidak menunjukkan hal itu. Namun, secara mengejutkan, bukunya amat sangat luar biasa karena memiliki sesuatu yang jarang di.
She focused on the Storyline. Dan kuakui, (sayangnya) jarang ada penulis fokus pada kisah dan hanya menulis "Ada sekolah dengan hantu." Kayak PBC dengan sentuhan hantu doang. Tapi dia beda. Storyline nya, walau aku bisa menebak plot twistnya (dalam novel berjudul Alive) sejak halaman pertama, tapi dia bisa merangkai kata dan menunjukkan bahwa novel itu punya kisah. Enggak flat, gitu loh...
...Enggak kayak PBC yang akhir akhir ini kisahnya itu itu aja. Mungkin karena penulisnya terlalu banyak, ya, sampai akhirnya aku bosen?
Cerita buatan Tessia serem gak? Enggak.
Bagus? Luar biasa bagus.
2. Hilmy an Nabhany (tapi aku gak niat ngirim email ke dia sampai karyanya yang lain muncul) yang telah menunjukkan perubahan dan perkembangan signifikan dalam grammar dan story building dari novel FantasTeen pertamanya, Solvite, sampai karyanya yang diterbitkan bersama (dalam edisi FantasTeen Lux).
Serius. Kalau kisah kayak Z**** and the ***** of ***** itu kurang baik dan laughable, Solvite bahkan jauh lebih buruk. Antara bagus dalam ide, namun cara penyampaian yang buruk, logika yang bikin geger otak, plus EYD (Ejaan yang Dirusak) nya sangat bagus.
Saat aku baca karyanya di FantasTeen Lux, aku langsung berteriak, "Dafuk, ini penulis yang itu?!"
Perkembangannya menulis itu sangat luar biasa. Perkembangannya patut dikasih jempol empat buah. Cuma kalau emang dikasih jempol, nanti mungkin dia bakal teriak ketakutan. Dan jempolku nanti abis. Pokoknya, dia salah satu dari tiga penulis yang perkembangannya cantik sekali.
Tapi kalau seandainya (Kak) Hilmy baca ini, satu hal lagi deh. Kau masih lupa beberapa hal, seperti memisahkan antara paragraf dan percakapan! Jangan diulangi, awas aja loh! Aku bukan salah satu pembacamu, tapi aku memantau kalian bertiga
3. Akbar sama seperti Hilmy. Dia adalah penulis yang bikin aku stress pas baca buku FantasTeen pertamanya, Haunted School. Karakternya lumayan flat. Kurang bisa mengaduk emosi. Kayak cerita biasa dikasih unsur horror dikit. Yah, ibaratnya kayak jalan lurus dikasih hiasan aja. Ngeliatnya agak bosen. Dan jujur, aku enggak baca semua kisahnya. Paling, "Oh, ada hantu." Yaudah. Dan Character di buku itu... saking flat nya ibaratnya kayak karton dicetak orang terus dikasih nama.
Tapi semua itu berubah, saat aku bergabung di grup buatan orang keempat di list ini. *baca dengan nada Legend of Aang*
Reaksi aku ngeliat cuplikan novelnya sama kayak ngeliat tulisan baru Hilmy...
...cuma karena aku sempet nge backlist dia di daftar penulis idaman, jadinya aku lebih heboh lagi.
Penulis cowok tuh gila abis, emang, kalau berkembang susah dikejar. S***a aja susah dicari perkembangannya dari buku pertama dan kedua. Jangan tanya siapa nama dari yang disensor itu. Dia udah nulis banyak buku dan aku gak mau mencemar nama baiknya.
4. Wheza adalah salah satu penulis yang bikin menghela nafas. Hei, Whez, jangan marah dulu. Sudah kubilang kalian bertiga penulis cowok yang sama aja. Aku curiga kalian lagi lomba gitu. Tapi gak lucu juga.
Dari ketiga anak dengan perkembangan menulis yang signifikan, memang Wheza yang paling lambat. Akbar udah nulis sekian buku, nak, dan debut nulis kalian cuma terpaut setahun. Atau lebih...
...lupakan. (Ini sengaja ini biar kamu semangat, nak)
Tapi dari ketiga penulis dengan perkembangan, Wheza adalah satu satunya penulis yang bisa kupantau lebih dekat. Sedikit demi sedikit, gaya menulisnya meningkat. Bahkan pada saat dia mengirim naskahnya padaku (I'm his first reader, FYI), ada satu saat dimana aku merasa dia sudah tidak butuh bantuanku lagi. Masalahnya tanda baca aja, suka kelupaan karena aku kadang maksa dia buat liatin naskahnya.
Yes. Wheza, sekali lagi tanya bacamu salah aku bacot kepalamu. Karena kau yang paling aku pantau, jadi aku tahu kalau kemampuan nulis kamu malah jadi nurun.
Aku bisa ngundang Wheza untuk berkontribusi dalam Tanya Jawab Penulis yang akan diadakan di The Journal of Rohaluss. Masalahnya yang lainnya gimana, ya? Hmm...
Kalian mau gak aku kirimin semua orang di atas untuk merespon kelemahan mereka dari analisis singkatku terhadap mereka? Plus tanya jawab lainnya, tentu saja.
TERUTAMA TIGA COWOK GILA YANG PERKEMBANGAN TEKNIK MENULISNYA RADA MELAMPAUI KECEPATAN RATA RATA JALAN TOL!! *apa*
Aku berharap mereka punya akun Google+ biar bisa share teknik menulis dalam sesi "Author Q n A"
Tapi da akumah apa atuh... ;'')
Lussy out!
Dan kalau ini terlalu menyinggung, silahkan komentar di bawah. Langsung aku hapus. Suer.
Label:
FantasTeen,
Gaje,
Journal,
Just Sayin',
LKK,
Plan,
Review
Jumat, 06 Februari 2015
Fauzi Maulana | Ngirim E-Mail ke Penulis [Lussy Kurang Kerjaan]
Curhat aja nih, ya. Ini dalam rangka Mini Fanart + Special Fanart for Violine dan Fauzi. I promised. And my laptop is doing well now. Update : sekarang rusak lagi :v
Aku berusaha mengontak 5 penulis yang bukunya bagus. FantasTeen, of course, dan penulis pertama yang aku usahakan kontak adalah Fauzi. Berikutnya antara Violine, Tessia, atau Akbar.
Ziggy terakhir, aku gak mau tau.
Dan Wheza gak dimasukin karena dia bisa minta fanart kapan aja.
Because I already try Ziggy and her response is... um... just like my friend. Itu membuatku nyaman. Jadi diakhirkan supaya aku semangat untuk menulis surat elektronik ke penulis lainnya. Soal Ziggy sendiri! Aku udah coba kontak dia di tumblr. Ya, aku iri dengan cara mewarnainya, gila. Itu juga alasanku membeli cat air Sakura Koi Watercolor 24 warna di Pasar Seni ITB waktu itu. Aku mau kirim dia surat lagi, dan aku mau bilang ke dia kalau Rohkasarr itu sahabatku. (Joke aja, sih. Tapi Rohkasarr beneran ada, dan bukan nama pena official, jadi mungkin kalian takkan menemukannya sepanjang jalan kenangan)
Soal Wheza? Oh, ya. Oke. Aku udah janji ke dia waktu sekolahku Overseas Visit ke Singapura, kalau aku gak ketemu dia, dia boleh minta fanart ke aku. Dan ternyata kita gak ketemu. Sedih. Kalian boleh nemenin aku nangis. Aku nunggu dia di depan patung Merlion sementara dia ada di seberang. Di kincir itu. Sejak saat itu dia agak menjauh...
...sebenarnya karena dia nulis novel baru tentang Mystery Puzzle, tapi dengan unsur horror. Sial. Dia bikin khawatir aja. (Eh, Whez, gak masalah kalau aku promosinya kecepetan, kan? Dah, jangan marah dong. Salahin aja sekolahku yang tidak membuat kita bisa berjumpa)
Back to mini Fanart (Khusus buat dia, Mini Fanart dan Reward Fanart) buisness.
Aku coba kontak penulis cowok duluan karena mungkin mereka responnya lebih cepat. Dan bener aja. Langsung dijawab kurang dari 24 jam (gila, bangga banget aku) untuk menanyakan warna mata karakter utama. Tentu saja aku punya alasan kuat untuk menanyakan hal itu. Aku bisa aja langsung gambar Arus tanpa nanya. Tapi warna mata dan rambut itu penting.
Terutama di Anime.
Kita bahas sedikit soal anime. Percayalah, kalian akan kesulitan membedakan satu karakter dengan karakter lain jika warna mata dan rambut mereka sama semua. Itu yang menyebabkan banyak karakter anime memiliki warna rambut mejikuhibiniu. Ilustrasi gak masalah. Coba aja kalian hitam-putihkan 12 anime, terus kalian botakin rambutnya dan coba tebak itu siapa.
Just try.
Makanya saat aku nulis surat ke Fauzi, aku sengaja nanya dengan heboh soal warna matanya Arus. Tapi lihat plot twistnya.
Dia bilang itu terserah pembacanya karena dia emang sengaja mengurangi deskripsi supaya pembaca bisa berimajinasi dengan hal itu.
*Facepalm* Tau gitu aku mulai gambar ada dari kemarin, dengan bola mata yang lazim dimiliki orang prancis (kenapa harus prancis?) atau indo. Hitam... Cokelat? Biru atau abu? Tapi biru dan abu kurang lazim euy...
Haah... Rohaluss lelah, bang.
Oh, ya. Itu aja. Tapi beneran berkesan loh, ngasih email ke penulis. Apalagi kalau dijawab. Thank you for your time, Kak Fauzi! Take the chibi illustration postcard for bonus. (Itupun kalau dikau menemukannya. Cari sendiri. Anggap tantangan yang... oh, tunggu. Jangan pake google search, oke?)
Again, thank you so much!
Don't forget to support the author by buying his books! *wink*
Damn, I don't have this one.
What is School Locker Club anyway?!
This picture is copyrighted by Billy Brilliant, penulis FantasTeen : Magic Pearl. Aku nemu di website nya dia. Coba kalian support dia juga dengan membeli bukunya juga!
I did not find Black Reminisense picture in the internet! DAMN IT!!!!
Berikutnya penulis lain yang akan dikirim email... Stay tuned, guys!
N.B : Karena lappy aku rusak (lagi?), fanartnya bakal telat. Huuh... Sorry, guys. Really, I mean it.
Aku berusaha mengontak 5 penulis yang bukunya bagus. FantasTeen, of course, dan penulis pertama yang aku usahakan kontak adalah Fauzi. Berikutnya antara Violine, Tessia, atau Akbar.
Ziggy terakhir, aku gak mau tau.
Dan Wheza gak dimasukin karena dia bisa minta fanart kapan aja.
Because I already try Ziggy and her response is... um... just like my friend. Itu membuatku nyaman. Jadi diakhirkan supaya aku semangat untuk menulis surat elektronik ke penulis lainnya. Soal Ziggy sendiri! Aku udah coba kontak dia di tumblr. Ya, aku iri dengan cara mewarnainya, gila. Itu juga alasanku membeli cat air Sakura Koi Watercolor 24 warna di Pasar Seni ITB waktu itu. Aku mau kirim dia surat lagi, dan aku mau bilang ke dia kalau Rohkasarr itu sahabatku. (Joke aja, sih. Tapi Rohkasarr beneran ada, dan bukan nama pena official, jadi mungkin kalian takkan menemukannya sepanjang jalan kenangan)
Soal Wheza? Oh, ya. Oke. Aku udah janji ke dia waktu sekolahku Overseas Visit ke Singapura, kalau aku gak ketemu dia, dia boleh minta fanart ke aku. Dan ternyata kita gak ketemu. Sedih. Kalian boleh nemenin aku nangis. Aku nunggu dia di depan patung Merlion sementara dia ada di seberang. Di kincir itu. Sejak saat itu dia agak menjauh...
...sebenarnya karena dia nulis novel baru tentang Mystery Puzzle, tapi dengan unsur horror. Sial. Dia bikin khawatir aja. (Eh, Whez, gak masalah kalau aku promosinya kecepetan, kan? Dah, jangan marah dong. Salahin aja sekolahku yang tidak membuat kita bisa berjumpa)
Back to mini Fanart (Khusus buat dia, Mini Fanart dan Reward Fanart) buisness.
Aku coba kontak penulis cowok duluan karena mungkin mereka responnya lebih cepat. Dan bener aja. Langsung dijawab kurang dari 24 jam (gila, bangga banget aku) untuk menanyakan warna mata karakter utama. Tentu saja aku punya alasan kuat untuk menanyakan hal itu. Aku bisa aja langsung gambar Arus tanpa nanya. Tapi warna mata dan rambut itu penting.
Terutama di Anime.
Kita bahas sedikit soal anime. Percayalah, kalian akan kesulitan membedakan satu karakter dengan karakter lain jika warna mata dan rambut mereka sama semua. Itu yang menyebabkan banyak karakter anime memiliki warna rambut mejikuhibiniu. Ilustrasi gak masalah. Coba aja kalian hitam-putihkan 12 anime, terus kalian botakin rambutnya dan coba tebak itu siapa.
Just try.
Makanya saat aku nulis surat ke Fauzi, aku sengaja nanya dengan heboh soal warna matanya Arus. Tapi lihat plot twistnya.
Dia bilang itu terserah pembacanya karena dia emang sengaja mengurangi deskripsi supaya pembaca bisa berimajinasi dengan hal itu.
*Facepalm* Tau gitu aku mulai gambar ada dari kemarin, dengan bola mata yang lazim dimiliki orang prancis (kenapa harus prancis?) atau indo. Hitam... Cokelat? Biru atau abu? Tapi biru dan abu kurang lazim euy...
Haah... Rohaluss lelah, bang.
Oh, ya. Itu aja. Tapi beneran berkesan loh, ngasih email ke penulis. Apalagi kalau dijawab. Thank you for your time, Kak Fauzi! Take the chibi illustration postcard for bonus. (Itupun kalau dikau menemukannya. Cari sendiri. Anggap tantangan yang... oh, tunggu. Jangan pake google search, oke?)
Again, thank you so much!
Don't forget to support the author by buying his books! *wink*
Damn, I don't have this one.
What is School Locker Club anyway?!
This picture is copyrighted by Billy Brilliant, penulis FantasTeen : Magic Pearl. Aku nemu di website nya dia. Coba kalian support dia juga dengan membeli bukunya juga!
I did not find Black Reminisense picture in the internet! DAMN IT!!!!
Berikutnya penulis lain yang akan dikirim email... Stay tuned, guys!
N.B : Karena lappy aku rusak (lagi?), fanartnya bakal telat. Huuh... Sorry, guys. Really, I mean it.
Rabu, 17 Desember 2014
Writer Block'ed : Cerpen 001
Chalange : Pilih satu novel, buka halaman terakhir, dan jadikan kalimat terakhir sebagai awal dari ceritamu.
Chosen Book : Haunted School by Akbar
Last Sentence of the Novel : "Hari yang begitu indah dan damai"
Genre : Thriller
Before I start, don't forget to support author by buying their book. Let's start!
Hari yang begitu indah dan damai. Sunyi. Jauh dari kebisingan kota dan asap tebal yang menyesakan dada. Matahari terasa hangat. Tanganku hangat. Ini semua terasa sangat luar biasa. Angin sejuk, pepohonan yang menghalangi sinar matahari. Ini... ini luar biasa.
Kubasuh seluruh badanku di sungai, kurasakan airnya membasahi tanganku, menghapus rasa hangat dan digantikan dengan kesejukan. Sejuk. Airnya tidak deras, namun seperti ada yang mendorong kakiku. Arus air ini cukup deras untuk menghanyutkan benda yang cukup berat. Tapi tidak cukup untuk benda yang sangat berat, bukan?
Oh, payah. Otakku tidak bisa berkerja. Ayolah, pikirkan.
Aku harus lepas.
Tapi aku tidak mungkin lepas. Sudah terlambat. Penyesalan tak ada gunanya. Udara, tanah, air... semuanya melihat. Semuanya memberikan ketenangan, dan aku tidak mau meninggalkan mereka. Mereka tetap memberikan kenyamanan walau aku melakukan hal buruk. Mereka seperti teman lama. Mereka indah. Memberikan kedamaian...
...aku mendapat ide.
Mungkin berhasil.
Aku mengambil pisauku, lalu aku berjalan mendekati pohon tempat aku menaruh pria pengkhianat itu yang sudah tidak bernafas. Aku padahal baru membersihkan diri, kenapa ide ini baru muncul di kepalaku?
Aku memulai perkerjaanku. Setelah selesai, aku berbalik, meminta maaf pada sungai yang telah kunodai sebelum melempar kepala pria itu.
Sekarang, hari ini menjadi hari yang jauh lebih indah. Tanpa perasaan cemburu yang dia lakukan.
...dan hari ini jauh lebih damai karena aku tak perlu perang mulut dengannya lagi.
End note : Writer Block'ed adalah episode Journal of Rohaluss kalau aku kehabisan ide cerita. Dalam rangka melancarkan keinginanku untuk menulis, kutulis cerita baru atau cerpen, atau kalian akan mendapati chapter Defrosted baru.
Oke, Rohaluss out. Sekali lagi, Support the author. Buy their book. Got it?
Langganan:
Postingan (Atom)


