Sabtu, 30 Juli 2016

Mengambil Inspirasi Dari Manga Untuk Novel - Kenapa Rohaluss Tidak Suka

Karena dari 5 novel FantasTeen yang terang-terangan menggunakan inspirasi dari animu, cuma ada 1 yang bagus.

Sisanya, entah itu mereka pintar dalam mencari inspirasi sehingga saya tidak sadar. And thats mean, There is a way to have Manga as your novel inspiration. Beneran ada caranya. Yah... yah...

...hanya satu dari lima buku itu angka yang cukup besar, loh.


Coret kata Review di banner ini
Ganti jadi 'RANT'

THE ROHALUSS FIRST OFFICIAL RANT in ROHIE'S JOURNAL
Manga as Novel Inspiration


DISCLAIMER:
Aku penggemar kedua jenis karya itu. Aku tidak terlalu mengelu-elukan novel maupun manga. Heck, I wrote both of it, meskipun saya amatir dalam keduanya. Tapi setidaknya saya tahu sedikit. Tolong jangan diambil terlalu banyak, kadang saya agak marah dan perlu menuangkannya saja.

Jika ada yang tersinggung, maka saya mohon maaf.


Kenapa aku tidak menyarankan pemula untuk mengambil inspirasi dari manga?

Sederhana. Meskipun memiliki banyak persamaan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Dan beberapa bagian bahkan sangat kontras satu sama lain sehingga tidak dapat digabung menjadi satu.

Sure, Manga sama seperti Novel. Menceritakan dan menyampaikan kisah pada orang yang membacanya.

Perbedaan pertama yang membuat mereka kontras, adalah cara penyampaiannya. Manga menyampaikan dengan gambar. Novel menyampaikan dengan tulisan dan kata-kata. Nah, masalah pertamanya juga ada di sini.


1. Kamu bisa dengan mudah memaksa imajinasi pembaca dengan gambar, tapi akan sulit dengan kata-kata. Coba kamu deskripsikan satu karakter ke 8 orang berbeda yang bisa gambar. Coba aja. Kalau gambar mereka mirip, syukur. Tapi kalau mendekati saja, yah... kamu udah jadi penulis yang bagus kok.

Kamu gak bisa maksa imajinasi orang, nak. Dan memaksakan hal tersebut di dalam bentuk tulisan, jika tidak berhati-hati hanya akan terkesan seperti infodumping dengan cara paling tidak profesional sama sekali.

But yeah, there IS a way. Cuma kalau saya bahas disini, nanti kepanjangan. Takut jadi tutorial, kan agak bangsat juga. Tulisan Imajinasi mau dikemanakan?


2. Kebanyakan novel remaja yang jelas-jelas mengambil inspirasi dari anime/manga itu KELIHATAN BANGET referensinya. Saya marah soal yang satu ini. Bukannya aku membenci ini sekali, tapi hei, plis deh. Ada batasan antara plagiarisme dan inspirasi. Kalau bisa, plis jangan disentuh, apalagi dilangkahin sedikitpun. Case in point, dua novel FantasTeen yang menggunakan percakapan antar dua karakter (persis banget, gila, sampai pakai urat aku nyelesain bukunya), dan karakter yang sama menggunakan hampir setengah plotnya mirip.

(Oke, ceritanya emang beda jauh. Salut untuk yang mendaur ulang plot. Tapi lain kali, setidaknya gitu, gendernya diubah, atau apanya diubah... Masih kelihatan referensinya jelas banget deh. Kan kzl.)

Dikutip dari blognya Mb. Balthazar (dengan perubahan banyak, soalnya saya males nyari link-nya), anggaplah karya penulis adalah seekor ayam. Kalau kamu curi, terus dijual dipasar, ya jelaslah kamu bakal dikeroyok warga. Saya juga mau nabok penulis yang kayak gini. Gak pantas disebut penulis.

Tapi tenang. Nyolong tuh, harus aman. Kamu bisa ambil referensi. Misal, pakai kaki ayamnya doang. Terus diolah pakai bumbu racikan sendiri. Disajikan dengan sambel yang kamu racik sendiri (atau nyolong dari kebun warga). Kelihatan gak, itu ayam yang kamu curi? Semoga enggak. Soalnya karya tulis tetap saja bukan ayam. Pinter-pinter ngolahnya.

Intinya, jangan sampai kamu sajikan dengan mentah. Kalau mirip banget, orang bakal curiga. Saya yang sensitif aja mau nabok penulis yang pakai percakapan tersebut. Yang kedua yang mendaur ulang plot enggak, saya salut sama keberanian dia. Cuma, kalau diulang lagi, saya beneran tabok. Pake Hell's Sword. Pinjem punya Wheza. Critical hit. Kalau bisa, sekalian Overkill.

Hint: Anime yang saya sebut di sini adalah Another (Horror anime)


3. Percaya atau enggak, bikin karakter di manga/anime dan di novel itu jauh berbeda. Orang mahaganteng mungkin bisa membuat pembaca manga terpikat, tapi di novel bisa jadi Mary Sue false alarm. Novel lebih realistik daripada manga/anime, jadi ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna. Sementara itu, di manga (apalagi shoujo manga), ganteng itu sebuah atribut yang biasa digunakan. Gak aneh, apalagi terlihat menyebalkan.


4. Orang mengalahkan satu batalion musuh seorang diri di komik bisa kelihatan keren
Tapi di dalam novel (jika tidak hati-hati) malah Mary Sue. Malah, kalau mau alay sedikit, tanpa skill yang memadai, dan kamu mencoba tulis adegan anime di novel, jadinya kayak Deus Ex-Machina ditambah dengan sentuhan Narm.

Ini masih merujuk pada statement pertama paling atas. Kamu enggak bisa memaksakan imajinasi orang yang baca teks. Makanya saya tidak pernah menyuruh orang yang baca blog aku untuk mengambil inspirasi dari manga. (To be safe, that's it)


5. Ekspresi di anime dibuat-buat, terkesan hiperbolik. Jujur, saya ngakak bukan main saat membaca (yang ini saya seneng deh, mentionnya) Solvite-nya Hilmy An Nabhanny. Kelihatan anime-nya. Banget. Saya recomend banget buat baca ini kalau kalian mau tahu kenapa saya kurang suka mendengar 'inspirasi dari manga'.



And that's it, my rant has finally over. Thank you for reading.

Selasa, 24 Mei 2016

Rata-Rata Pertanyaan Gaje di Tulisan Imajinasi

Kadang saya mau curcol aja kok...



1. Kasih saran dong soal nama/ plot/ cerita/ hal-hal lain yang kalau saya kasihin idenya bisa jadi mengubah seluruh tatanan plot aslinya
    Level annoyance: 4.5/5

Woy. Kamu niat gak sih bikin cerita? Kok nanyanya bukan tips, tapi beneran MINTA CERITA. Ini yang mau jadi penulis siapa sih?!

Kadang, minta saran judul, nama, dan plot itu lebih baik ke orang yang tahu ceritanya bakal kayak gimana. Saya tahu apa soal cerita kamu? Kalau ide yang saya kasih merusak tatanan cerita kamu gimana? Aku nulis TI bukan biar cerita kalian rusak sama ide saya. Saya ingin membantu.

Jadi plis deh. Pertanyaannya agak dipikirkan lagi, apakah pertanyaan itu pantas untuk ditanyakan ke orang asing yang gak tau apa-apa soal cerita kamu atau enggak.



2. Menurut kakak (hoeks) kalau ceritanya [insert plot yang kadang bagus, kadang juga absurd] bagus gak?
   Level annoyance: 3.5/5

Eksekusi menentukan.

Udah, jangan nanya lagi. Ada cewek cakep yang lari ke hutan, jadi pembantu dan tiba-tiba nikah sama pangeran. Cerita itu bisa jadi bagus, kok. Eksekusinya aja yang menentukan. Bukan ide. By the way, tadi itu cerita Putri Salju.



3. Boleh minta nomor HP?
   Level annoyance: None. Cuma paling ujung-ujungnya saya curcol

GHAK PUNYA HAAAPEEEE.... Tapi saya hargai pertanyaan yang satu ini. Seengaknya, ini gak bikin ribet kayak dua pertanyaan di atas.

Kalian bisa ajak saya chat melalui Google+, FB chat (meskipun jujur, saya pilih-pilih temen), Twitter. Yang jarang saya buka tapi boleh kalian kepoin AskFM dan Tumblr.



4. Kak (plis stahp panggil aku kak), baca cerita aku dong!
   Level annoyance: Kalau di blog, 1.5/5 dan di Wattpad... SAYA SENENG BANGET

Kirim linknya kalau punya Wattpad. Kalau enggak, asal saya kenal kalian saya bisa baca cerita kalian. Saya bakal terus baca sampai titik dimana saya bosen. Kalau lewat email, dan saya gak kenal kalian secara pribadi juga bakal saya baca... Tapi cuma satu chapter aja.

Agak males sih, lama-lama. Biasanya yang bilang gitu lupa krim ke e-mail saya. KHAN SAYAH SAKIT DI PHP-IN BANG. MAU DIBACA GAK SIH BANG?!



5. Ngambil ide dari anime?
  Level annoyance : 4.75/5 kalau kamu ceritain idenya dan absurd gila

Saya bukannya gak suka ide dari anime. Tapi ada 3 novel FantasTeen yang kelihatan jelas ngambil dari anime dan... sumpah, mending aku gak usah ceritain gimana. Aku gak suka. Pendapat pribadi aja.

Selain penulis-in-progress, saya komikus-in-training juga. Saya tahu perbedaan antara menulis adegan di komik dan di dalam novel. Koodrat 'Mary Sue' di komik juga gak bisa disamain sama novel. Orang yang seenak dengkul menyamakan kedua hal ini kadang bikin saya marah. Mau nulis adegan begini kok deskripsinya kayak menggambarkan adegan di anime? Gak realis banget masalahnya, dan malah bikin kelihatan *uhuk*amatir.

Kecuali kamu mau bikin Light-novel, jangan nulis adegan kayak deskripsiin skrip komik.

Emang sih, ada buku FantasTeen yang ngambil dari anime dan hasilnya lumayan (Contohnya Alive by Tessia dan The Legend of Hell's Sword by Wheza). Tapi Mengambil inspirasi =/= Menulis Gaya Anime. Dan tidak jarang banyak orang lupa akan hal ini. Terutama penulis muda yang kebanyakan baca komik daripada novel.

Kalau ini dilanjut, bakal jadi skrip panjang, jadi saya stop saja sampai sini.



Curcol selesai. Daah!

Selasa, 22 Maret 2016

About The Writing Club...

Does anyone asks about Writing Club?

Well, I'm the admin-desu! #mendadakwibu

Pertama, aku akan jelaskan salah satu yang saya dijadikan admin pembantu... wZha Writing Club!


wZha Writing Club adalah grup menulis dimana saya adalah salah satu dari admin pembantu yang mereview, memberi tips menulis, dan mencoba menghidupkan tempat... soalnya admin utamanya males *ohok* Kita emang lagi hiatus, dan kemungkinan besar, tanpa persetujuan admin utama, gak ada yang bisa daftar masuk lagi.

Kenapa?
Entah. Wheza tergila-gila pada angka 99 sehingga dia ingin menciptakan klub beranggotakan 99 orang, despite things that will happens next.

Ceritanya panjang. Aku gak mungkin bisa ganti pikiran dia sedikitpun.

Apa saja yang diajarkan di sana?
Kita ada challenge bulanan yang lagi hiatus. Kita juga support kalau ada yang kirim cerpen... paling dibabat sama Iru dan saya kalau kalian bikin kesalahan yang bikin gatel. Kita juga terima request, dan konsultasi one by one dengan ketiga admin tertinggi (cailah).

Terus, disana bisa ngapain aja?
Kirim cerpen kalian, nanti dibabat sama admin pemerbaiki cerita, member yang lain saling support dan memberi masukkan... semoga.

Kalau mau masuk?
Izin Wheza. Wewenang saya hanya ada di mereview cerita yang diserahkan member.

BTW, sejak kejadian phising di sana, Wheza hati-hati dalam memasukkan posting. Untuk menghindari kejadian memalukan yang menyinggung unsur SARA, setiap posting yang masuk ke sana harus dikonfirmasi oleh admin. Eh, kalau dijelasin panjaaaanggggg.... deh. Pokoknya ada yang phising karena FB-nya dibajak dan jadnya heboh. Udah, gitu doang.



Kayaknya menarik! Gimana dong, aku tetep mau ikut!
Akan kucoba bicarakan hal ini sama Wheza. Dia juga mau hiatus setelah buku ketujuhnya, yang lagi di tangan penerbit untuk dikembangkan sekarang. Kemungkinan besar saya yang ambil alih. Atau Iru. Atau temennya yang satu lagi. Atau yang lainnya. Entah.

Pokoknya. Gitu.



Sekarang, writing club yang aku menjadi admin... dan sebenernya gak ada gunanya sekarang :v
Ini adalah grup saya sendiri! Gak ada gunanya sih selain update tutorial baru dan menerima request-request. Tapi nanti mungkin akan berkembang menjadi sebuah blog menulis yang lebih 'wah' lagi.

Untuk sementara, diskusi terbuka akan dilakuan di akun saya. Sampai jumlah anggota memadai untuk membuka diskusi, setidaknya...

Oh, tapi kalian bisa kirim cupkikan cerita, bertanya, dll. Saya insya allah jawab.

Eh, that's it.

I guess...

Sabtu, 27 Februari 2016

[INTERMEZZO] Izin Hiatus Maret! (Galau Naskah ditolak?)

Naskah Rohie ditolak!

Tenang aja, Rohie enggak akan berhenti nulis. Tapi Rohie mau recovery aja, mungkin komentar kalian gak akan dijawab. Mungkin aku bakal telat respon.

Maret ini aku hiatus. Aku mau asah kemampuan dalam hal yang paling aku benci. Semoga aku bisa, doain aja supaya aku kembali semangat!


P.S : Ceritanya bakal dipos-kan di Wattpad.

Senin, 04 Januari 2016

[After FB Disscussion] KENAPA BANYAK YANG NGE-ADD TIBA-TIBA?!

Tiba-tiba, tepat beberapa hari setelah saya bikin FB discussion page... mendadak orang-orang asing nge-add FB aku.

What do I do, what to do?

Gak kenal. Gak akan di-add gitu aja, dong.

Dan mungkin mereka juga gak baca peringatan kalau aku gak akan nge-add orang asing ke daftar teman, tapi bakal nge-add mereka di grup.

...mmmm....


Jadi saya memutuskan untuk membuat pemberitahuan ini.

Yang nge-add, yang merasa, tolong kirim pesan dulu atau masuk aja ke grup khusus diskusi, ya? Aku asa gimana gitu ._. Makasih

Rabu, 30 Desember 2015

[FB Discussion] Karakter Seperti Apa yang Bagus Menurut Kamu?

Akhir-akhir ini, saya memutuskan untuk membuat sebuah Facebook Discussion, dimana saya bertanya dan teman-teman FB saya menjawab. Pertanyaan minggu ini adalah 'Karakter seperti apa sih, yang bagus menurut kalian?'. Dan jawabannya, (meskipun saya cuma punya temen FB dikit :'v) lumayan bagus!

First off, saya dulu deh yang ngomong. Menurut Rohaluss sendiri, karakter yang bagus itu karakter yang punya keinginan, kelemahan, dan sifat yang mendukung. Tapi kelemahannya enggak sembarangan. Kelemahan itu adalah penghalang dia untuk mencapai keinginan, dan soal sifatnya... aku suka yang cliche, namun digabungkan dengan sifat yang agak 'beda'. Enggak perlu antimainstream, yang penting menarik.

Sekarang, ayo kita dengar jawaban dari orang lain!

My Junior from Junior Highschool!
Sepertinya memang antimainstream adalah sesuatu yang dihargai pembaca... ya? Tapi akhir-akhir ini semua karakter mainstream semua, jadi... Penulis, silahkan buat sesuatu yang antimainstream sendiri. Hindari klise? Uh, klise tidak dapat dihindari...

Lalu, satu komentar dari Writing Buddy saya bikin saya bener-bener ngerasa 'wah', gitu. Kalian inget orang yang pernah saya promosiin blognya karena dia nulis tutorial kisah horror? Apa jawaban dari dia?
Dia orangnya
Tapi blognya dihapus
Sabar aja, ya
*HAIKU by Alia Rohaluss~*
Kelainan! Itu kelemahan yang paling klise, tapi enggak pernah basi. (Sama kayak 'penyelamat bumi', sering dipakai tapi gak pernah basi! Selalu ada yang baru)

Temen gambar saya juga angkat bicara! *Nama disensor soalnya nama Google+ dan FB dia beda*
Uh, ya, dan saya takut dia ngamuk kalau nama aslinya keliatan...
Bohong deng. Pingin aja sensor nama sekali-kali mah :v
MAAF YA :v
Sepupuh sayah jugah ikuth komentarh *apa-apaan ini huruf*
....
Uh... karakter anime di novel... Ternyata masih ada yang suka. Jadi jangan takut. Meskipun kalian bakal saya gampar pada akhirnya karena karakter anime tidak terlalu realistik... *cough* maaf, saya kebawa emosi. Pastikan saja karakter anime yang kalian buat di novel cukup realistik untuk dibaca.

This is one of the best answer I ever got
No need description. 'sesuatu yang dipertaruhkan'... Itu membuat segalanya berbeda. SELANJUTNYA ORANG LAIN!!

Aku kaget juga ngelihat jawaban ini. Survey menyatakan bahwa karakter emo adalah karakter yang menarik.... juga indigo. Juga rada gila. Pokoknya misterius dan aneh adalah kombinasi yang... bagus? Yah, sekreatifnya penulis aja dah. Aku yakin kalian bisa, kalau mau.

Last, but not least, gua sempet debat sama penulis yang satu ini.
Sampai harus screenshot dua kali
Akhirnya... kita gak dapet kesimpulan yang solid :v
Tapi aku yakin kalian bisa mengambil kesimpulan dari kegajean kita berdua

Sip.

Itu aja untuk hari ini. Diskusi-nya selesai sampai sini, semoga kalian... mengambil satu-dua pelajaran.

Btw, yang gak temenan sama saya tapi mau ikut diskusi... saya berencana membuat fanpage Tulisan Imajinasi Blog. Menurut kalian kalau gitu bakal ada yang ikutan gak? Atau saya bikin sementara untuk teman-teman menulis dulu aja, terus di-share?

Plz halp.

Sincerly, Rohaluss yang lagi kena Writer Block

Selasa, 24 November 2015

Ghostbuster Erika Project [FERMENTASI]

Dengan diterbitkannya catatan ini ke media luas internet, Aku, Alia Rohaluss atau dengan inisial nama A.S.N, dengan kesal dan sedih, menyatakan bahwa proyek NaNoWriMo : "Ghostbuster Erika Project" (Horror-Fantasy) akan ditidurkan untuk enam (6) bulan ke depan.

Pernyataan ini mengharuskan saya sebagai penulis untuk berjanji bahwa cerita ini bukanlah cerita gagal, melainkan sebuah proses untuk mematangkan ide dan mencari jalan keluar untuk meramu ide dengan sebaik-baiknya.

Kesalahan ini mungkin akan terulang, namun dengan sebaik-baiknya saya akan menghindari ide yang tidak matang untuk diolah seperti ini.

Judul Proyek : The Half-Blooded Supernaturals (Erika Lowandow : The Witches)
Waktu Fermentasi : 6 Bulan
Tertanda : AliaRohaluss



Ahem.

Tenang, enggak berarti aku membuat cerita Erika Lowandow mati begitu saja. Ini sama dengan proyek Illedurien Story : Tenevinch. Mereka belum cukup 'matang' untuk diproses lebih lanjut, sehingga saya memutuskan untuk me-fermentasikan (itu istilah yang saya buat sendiri) cerita ini dan akan melanjutkannya saat ide ini siap pakai.

Apa maksudnya, ide siap pakai?

Ghostbuster Erika Project adalah cerita dengan plot yang hanya dibuat selama 2 minggu, sementara itu tema Horror sendiri adalah tema yang PERTAMA KALI saya buat. Saya kurang pengalaman, kurang referensi, kurang pemantapan diri... sehingga saat saya menulis cerita ini, saya tidak bisa menikmatinya. Saya merasa saat saya mengerjakan kisah Erika, saya menyeret tubuh saya sendiri hanya untuk menyelesaikan satu cerita.

Rasanya begitu terpaksa.

Kasusnya hampir sama dengan Illedurien Story : Tenevich. Bedanya ada dua.

Satu, saya menikmati menyiksa banyak karakter sekaligus, sehingga saat saya menulis cerita ini, saya merasa bahagia dan tidak tertekan.

Dua, sekarang saya punya gambaran mantap terhadap kisah Dema Tresnalic dan Shara 'Daryan' Warger. Saya sudah bertanya pada FR, apa saja yang membuat kisah Tenevich tidak mungkin terbit, dan masalahnya hanya sedikit. Untunglah, saya memiliki ide untuk menulis Regrets (Illedurien Story : Lidderiane) dan The Crazy Reality (A.K.A Reasons, dan juga bagian dari The Half Blooded Supernatural [Im Family : The Angel]) sambil menunggu ide Tenevich matang sempurna.

Sekarang, Erika akan ditidurkan, supaya saat ia terbangun saya bisa membangkitkannya menjadi cerita sempurna.

Semoga saya bisa mendapatkan cara untuk mengolah ide ini sebaik-baiknya, sama seperti Tenevinch.