Minggu, 02 April 2017

#ARKI2016 || Hari Pertama, Kesan Pertama, Parasetamol [2]

NAVIGATION
[Next Chapter] [Previous] [First] [Last]


Gua lupa bawa setengah dari hal-hal yang harusnya dibawa.

Waks.

Jadi pada awalnya, di ARKI 2016 ini saya kacau sangat, mungkin saya bisa list apa aja yang tertinggal saking banyaknya. Termasuk surat yang harusnya dibuat oleh kepsek. Tapi ya sudahlah.

Orang pertama yang menjabat tanganku di ARKI 2016 adalah Fani, (Vani? FINI? Sori, saya lupa cara ngetik namanya :v) Dia anak komik juga, saya senang sih. Tapi saya beneran gak bisa hafal nama teman dalam 6 bulan, left alone 5 hari.

Saya sumpah pelupa. Bukan artinya aku mau melupakan dia dan teman-temannya. Tapi saya beneran gak bisa hafal nama satupun teman sekelas saya dalam waktu 3 tahun waktu SD. Saya cuma hafal nama teman sekelas sepanjang SMP, dan selama SMA, saya hanya tahu sedikit dari anggota angkatan saya sendiri.

Jadi kalau orang-orang di ARKI kebanyakan saya adress dengan nama daerah atau nama lainnya, harap maklum. Saya gak hafal.

Okay, moving on.


Jadi karena saya salah satu orang yang diekorin sama guru sekolah (perwakilan yang mengantarkan saya adalah guru sejarah yang sangat lembut), saya agak awkward keliling-keliling. Barulah setelah beliau pergi, saya bisa berkelana dan berkenalan dengan orang lain.

Akan saya panggil mereka, Fani and the geng, karena saya kurang hafal nama mereka (dan kebetulan saya nulis ini dua minggu setelah ARKI tamat.).

Kamu bilang gak ke mereka nama pena kamu, Rohaluss?

Gak. Tapi saya gak mau nyimpen rahasia, jadi saya tunjukkin gambar saya yang pojok kanan bawahnya saya tandatangani dengan nama pena saya. Saya kaget mereka gak komentar soal nama tersebut... atau mungkin mereka gak sadar ada nama Rohaluss di sana :v

Tak lama setelahnya, ada seorang le petite  lady, seorang gadis yang mendekati kami berempat. Dia meminta untuk berkenalan.

Fani en de geng menyambut gadis itu dengan sesuatu yang... mengejutkan:

"Saya Jeniper lopes."

"Saya Milli Sirus."

Le me: *dalem ati* 'Dafuk temen ARKI saya narsis abis'

Merasa malu di tengah orang-orang narsis itu, saya melangkah melerai mereka. "Oke, serius. Saya Alia. Salam kenal, ya, cantik. Kamu siapa?"

Dia agak terbelalak. "Alia... Alia Salamah?"

Lalu dia menunjukkan nametag-nya. Mauren - Cerpen. Tenggorokan saya soak bacanya. Mau teriak tapi masa sih saya teriak? Ini di ballroom loh. Ini saya lagi di pojok ruangan tapi suara cempreng saya terlalu memikat, dan saya tau diri dan-- kalian ngerti lah.

Btw, ini yang terjadi antara aku dan Mauren sebelum hari pertama ARKI 2016:

MAUREN I'M SO SORRY ;-;

So yeah. Man, saya malah ketemu dia duluan gitu. Kan gak lucu. Tapi saya, dengan perasaan bersalah dan malu, langsung memeluk tubuh kecil itu sambil mikir dalam hati, 'Sialan, aku di dunia maya jahad banget ke orang'.

Yes, kalau kamu kenalan ke saya lewat medsos, saya cenderung tukang tabok. Di dunia maya saya mirip kucing, kok. Lembut tapi pingin nyakar mata kamu kalau lagi PMS.

____

Kita skip beberapa adegan sampai detik di mana saya kenalan sama banyak orang yang saya lupa namanya dan pergi ke acara 'pembagian kamar'. Saya... cepet lupa orangnya.

Kebetulan, Mauren udah punya temen jadi saya gak bisa ngajak dia. Alhasil, saya bertemu dengan Zahra. Kita sama-sama kelas 3 dan ini ARKI pertama dan terakhir kami.

Dia anak cerpen. Saya komik. Kita diskusi jadi enak, gak ada rahasia di antara kami berdua. Dia bahkan menunjukkan cerpen yang dia buat waktu penyisihan dan saya terkesan. Hastom harus belajar dari dia.

Setelah mereview cerpen dia... Saya yang sampai pada jam 11 siang menganggur sampai jam 5 sore. Kita gabut, kurja, dan merasakan apa yang namanya 'asa-gimana-gitu-didiemin-selama-enam-jam-nunggu-peserta-yang-belum-datang-kan-gak-enak'.

Saya sempet kontak Iruhan. Saya belum mau kontak Wheza saat itu, soalnya khusus buat temen saya yang satu ini... kalau mulai chat tentang nulis biasanya panjang (dan saya gak bisa keep up kalau udah gitu, maklum saya pakai HP). Hastom dan Andika Kaya ngerengek nanyain aku di mana (saya ada di kamar gak kemana-mana), dan saya haroream  menjawab pertanyaan itu.

Abaikan kejadian garing di atas

Well, skip to bagian dimana Saya dan Zahra terlambat datang karena gak tau jadwal, tau-tau pas kita datang ke Ballroom untuk vlogging orang-orang dah ngumpul. Lagi briefing. WTH, gak ada yang ngasih tau kita... ah, awkward. Dan hal ini disebabkan karena satu masalah kecil...

...aku dan dia tidak punya kontak pembina dan teman-teman lain.

Tips ARKI pertama: Pastikan kalian punya kontak pembina dan teman-teman.

Setelah briefing kami bersiap-siap untuk makan malam. Aku menghela napas pendek, capek pikiran dan malu karena datang terlambat. Tiba-tiba, aku mendengar sayup-sayup suara cowok memanggil namaku dari kejauhan.

'Alia.... Aliaaa!'

Owshiet, itu Andika Kaya.

Jadi aku datang menghampirinya. Dia gak tau wajah saya, jadi saya yang harus nyapa duluan. Hehe.

"Kamu... Rohaluss?"

Aku ngangguk sambil nyengir. Enggak enak dipanggil Rohaluss di dunia nyata meski saya ngumbar ke kalian PLIS PANGGIL AKU ROHIE ATAU ROHALUSS DI DUNIA MAYA. Beda rasanya. Beda banget. Dan itu lebih awkward daripada disuruh nyanyi goyang dumang di bis.

Dia enggak bilang apa-apa, langsung nyambar buku saya dan ia angkat tinggi-tinggi ke udara.

Detik itu, saya sadar dua hal paling bodoh yang pernah terlintas di kepalaku.

>Buset Andika Kaya tinggi banget.

>Buset gue pendek.

Saya perlu lompat untuk mendapatkan buku saya kembali, saudara, saking pendeknya tubuh saya. Untuk pembayangan, terakhir saya mengecek tinggi badan ukuran saya 155cm. Silahkan cari penggaris papan tulis satu biji ditambah setengah lagi. Nah, tinggi saya kurang lebih segitu.

Jadi kita ganti baju lagi. Satu hal yang membuat saya khawatir saat itu adalah saat Zahra jatuh sakit H-1 sebelum lomba. Enggak parah, sih. Dia cuma sakit kepala. Tapi saya harus mondar-mandir 4 kali naik 2 lantai cuma buat minta parasetamol ke kakak pembina. Kakak pembinanya gak peka sih.

Atau akunya aja yang kurang maksa biar diambilin parasetamol detik itu juga, soalnya skenarionya gini:


TES 1

Aku: Kak, minta parasetamol dong

Pembina: Kenapa, sakit kepala? Yaudah, nanti diambilin.


TES 2

Aku: Kak, saya minta parasetamol.

Pembina: Eh? Kamu sakit? Yaudah, nanti diambilin.


TES 3

Aku: Kak... em, temen saya sakit kepala.

Pembina: Perlu parasetamol? Yaudah, nanti diambilin.


TES 4

Aku: Kak, saya yang tadi minta parasetamol.

Pembina: Oh? Belum dapet? Yaudah tunggu disini.

*lima menit kemudian*

Pembina: Ini. Sekalian nih kayu putih. Bisa ikut pembukaan gak?

Aku: Bukan saya. Temen sekamar.

Pembina: OH. Tau gak siapa pembina dia?

Aku: *Koslet seketikah*



Oke, mungkin saya yang salah. Saya harusnya nunggu kakak-kakaknya dan tagih tiap detik gitu.

TIPS ARKI KEDUA: Bawa obat-obatan pribadi - dan yang ini jangan disepelekan. Lu bakal butuh.


Sampai mana saya? Oh ya.


Udah sih. Yang saya inget satu: Karena takut Zahra lupa shalat, saya melakukan hal bodoh seperti ini:

1. Tulis di sticky notes 'Jangan lupa shalat isya' di jam tangan Zahra

2. Tempel sticky notes dengan tulisan 'Ini air buat minum obat' di botol minumnya.

3. Menulis 'Ini obat' pakai tanda panah di meja sebelah tempat tidurnya.


Dan Zahra-nya tidur. Kan saya sinting.



BTW, ini video vlog hari pertama saya dengan Zahra (courtsey punya temen saya sendiri):

Sekalian yang penasaran gimana wajah saya hehe.


Sisa cerita ARKI 2016 dipost dua minggu lagi setelah UN SMA selesai
Hore, nunggu lama :v

#ARKI2016 || Pemberitahuan [1]

NAVIGATION
[PART 1]
[Next Chapter] [Previous] [First] [Last]

Gak ada angin, gak ada hujan, adanya twitter sialan yang kayaknya bakal PHP... disusul pemberitahuan ARKI 2016 yang mengatakan bahwa saya memenangkan lomba komik, masuk 15 besar, dan akan mengikuti pelatihan Akademi Remaja Kreatif Indonesia angkatan kedua.

Eh, serius. Twitter-nya seseorang *uhuk*yangbisakalianlihatdibawah*uhuk* itu agak nyebelin tau.

PUNYA KEMUNGKINAN NGE-PHP BANGET, KAN?!
APALAGI BUAT SAYA

Makanya, waktu lolos saya bingung, bahagia, dan kaget bukan main. Pas mau nge-share ke pembaca blog, saya langsung mikir dua kali.

'The hell, saya mau rahasiain nama saya gimana kalau saya mau nge-share acara ini?'

Nah.

Tapi tetep aja saya nulis ini, nanti kalau udah nerbitin buku saya post.

That being said...


Hai, nama asli saya Alia Salamah Nurfadillah.


Oke, kembali ke cerita.

Saya soak ngedenger berita itu. Banget. Dan lebih kaget lagi, tiga temen saya yang tahu nama asli saya di FB juga masuk ARKI 2016.

Ketiga orang ini adalah Andika, Hastomo, dan Mauren Okta.

Tapi saya cuma ngasih selamet ke Hastomo aja. Pertama, Andika terlalu mirip temen saya, jadi dia mungkin sadar sendiri.

Jadi yaudah. Saya ngasih kabar gembira ini ke sekolah. Guru saya, walikelas tercinta, Mrs. Aya, juga kaget. (sengaja bilangnya Mrs. Aya, soalnya kalau pakai Bu, nanti gak lucu) Soalnya ini ada stampel dari kemendikbud, yang artinya saya lomba lawan anak-anak satu Indonesia.

Daaaannnn.... entah kenapa, diumumin setelah apel pagi.

Um... pak?
Final belum jalan, pak, udah main umumin aja
Yang berteriak paling girang bukan saya, sih. Temen saya. Kurang lebih skemanya begini:


GURU: "Jadi, selama lima hari, Alia akan pergi ke Jakarta, mewakili EGS untuk berlomba di sana."

TEMEN: "BAGUS, PAK! BIARIN DIA GAK BELAJAR AJA! TERLALU PINTER DIA MAH."


*aku padahal remedial matematika dasar dan peminatan*

*tbh saya cuma pinter di kimia.*


Ya sudah. Dengan berat hati, berat jantung, berat kepala juga karena mikirin gimana nyusul pelajaran 4 hari karena sebentar lagi UN, saya mempersiapkan diri untuk berlomba melawan keempat belas peserta lain dari berbagai latar belakang dan berbagai kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

But then, saya inget, ini mungkin lomba terakhir saya, ini mungkin kisah terakhir saya dalam usaha mengharumkan nama sekolah... jadi lebih baik bilang gak ah, sekolah mah urusan nanti dan nikmati saja. Buat apa sekolah namanya diharumkan. Kamu bentar lagi UN, dan ini terakhir kalinya kamu bisa menatap Creator Indonesia yang dikumpulkan di ajang ARKI ini.

Jadi emang saya gak niat menang-menang amat, kok.

Saya anaknya pesimis. Banget. Bakal dijelasin di kisah-kisah berikutnya, kok.

Mau tahu apa aja yang diobrolin satu sekolah ke saya?


'Al, kapan pergi?'

'Al, kalau menang traktir ya!'


Sementara saya, yang paling saya khawatirkan, adalah keadaan ikan cupang dan kura-kura yang setiap hari saya rawat, karena saya tahu teman-teman sekelas saya malas memelihara peliharaan kelas dan kura-kura sekolah cuma saya yang ngasih makan.

Rufi, si cupang merah-biru-item, dan sepasang kura-kura yang gak terlalu dirawat nasibnya gimana, ya?

***

Jumat, 04 November 2016

Daftar Judul Buku FantasTeen (Listed by Author Name) [Updated?]

Buku-buku FantasTeen diurutkan dari nama penulis

KARENA SAYA EMANG KURANG KERJAAN :'v

Ingat, yang tertulis di sini hanya buku FantasTeen. Jadi, untuk penulis yang telah menulis KKPK atau PBC atau buku lainnya, maaf saja. Takkan saya tulis di sini.

Tenang, blog mereka, twitter, dsb... akan dicatat disini juga... mungkin. Jadi, HUS, SANA, KEPOIN PENULISNYA AJA!


List berdasarkan terbitan pertama [LINK]

List Berdasarkan Ratting Rohaluss [Coming Soon]


A

Adam
 Buku yang ditulis :
   1. Chocoblood


Akbar | Blog : https://akbarsuganda.wordpress.com
  Buku yang ditulis :
   1. Haunted School (Bestseller Januari 2014)
   2. Haunted School 2 (2014)
   3. Pure Blood (2015)
   4. Ve (2015)
   5. The Cursed George (Coming Soon)
   6. Republish : Haunted School (Coming Soon)


Alief Wheza Harsojo | Website : www.wheza99.com (IYA, ITU WEBSITE PRIBADI, ASTAGAH) dan www.wzhapublishing.blogspot.com | Twitter : @wheza99 | Google+ Account : +Wheza Harsojo | Random notes : Thanks for your support!!

Rohie's Close Friend!

  Buku yang ditulis :

   1. The Legend of Hell's Sword
   2. Halte Angker
   3. Ghost Dormitory in Madrid
   4. Poltergeist (In Collaboration with Tessia)


Alvan Muqqorobin Assegaf
  Buku yang ditulis:
   1. Lily Jasmine


Arghi Asy-Syi'ra
  Buku yang ditulis:
   1. Soul Eater
   2. The Dark Sirius


Aulia Saad | Blog : http://dunialiasaad.blogspot.com/ 
  Buku yang ditulis :
   1. Pangeran Mimpi Zera


Ayunda Nisa Chaira
  Buku yang Ditulis :
   1. Ghost Dormitory In London



B

Billy Brilliant
  Buku yang ditulis :
   1. Magic Pearl
   2. Deadly Claws (Scary)


C

D

Diendra Sartika
  Buku yang ditulis :
   1. Double R

Dini Octarina
  Buku yang ditulis :
   1. GONE

Ditta Hakha
  Buku yang ditulis :
   1. Reinkarnasi


E

F

Fauzi Maulana H (Rohie's Favorite Author!)
  Buku yang ditulis
   1. Unfinished Journal
   2. Dream Traveler
   3. Absolute Zero
   4. Black Reminiscence (Scary)


Fransisca Intan | Twitter: @fransiscaintan5 |
  Buku yang ditulis:
   1. Diary of March
   2. Diary of March : The Final Truth
   3. Ghost Dormitory in Beijing (Coming Soon)

Fira Firdaus
  Buku yang ditulis : 
   1. D'Ryan O


G


H

Hastomhidz | Nama Asli : Hastomo N. H
  Buku yang ditulis:
    1. Kuchisake


Hilmy An Nabhnany | Blog : sapimen.blogspot.com : Catatan SapiMan
  Buku yang ditulis :
   1. Solvite


Huda
 Buku yang ditulis :
   1. The Darkness


I

Indira
  Buku yang ditulis
   1. Nightmare

J

K

L

M

Marsella Azuela | Blog: Marsella Azuela Story mazustory.blogspot.com | Twitter: @Mazuchan | DeviantArt: http://marsellazuela.deviantart.com/  |
  Buku yang Ditulis : 
   1. The Diva
   2. Gallery of Dolls
  ...dan 3 buku lainnya... (nonfantasteen)


Medina Savira
  Buku yang ditulis
   1. The Golden Graffiti


Maii-Chan
  Buku yang ditulis :
   1. The Saviour


Mona Yonantha
  Buku yang ditulis
   1. Final Destiny


Monica Sales
  Buku yang ditulis :
   1. The Book of Black Spell


Mutiara Mira
  Buku yang ditulis :
   1. Sihir dan Manusia Serigala


Muthia Fadhila Khairunnisa
  Buku yang ditulis
   1. Ghost Dormitory : In Seoul


Muthiah Sabila
  Buku yang ditulis :
   1. Rumah Angker


N


Nabila Anasty
  Buku yang ditulis:
   1. Injurious
   2. The Escapist
   3. GD in Alaska
   4. Hot Seat
   5. Black Shadow


Nisrina Hanifa a.k.a Ninis


Nurul Pertiwi  
  Buku yang ditulis :
   1. Hantu Summer



O

P

Q

R


Rana Amani
  Buku yang ditulis :
   1. Jewel Mystery


S


SarTav
  Buku yang ditulis :
   1. Time Capsule


Sucia | Twitter : @suciaraaa
  Buku yang ditulis :
   1. Ghost Dormitory
   2. Ghost Dormitory 2
  Sedang mencari tahu jumlah buku lain yang diterbitkan...


T


Tessia
  Buku yang ditulis :
    1. Alive
    2. Kutukan Naskah Drama
    3. Poltergeist (In collaboration with Alief Wheza H)


Tsabita
  Buku yang ditulis :
   1. Terrible Mission


Trifani Magistra A.R
  Buku yang ditulis
   1. Talita dan Surat Misterius


U


Utari Rachma Siwi
  Buku yang ditulis:
   1. PANDORA


V


Violine Andita
  Buku yang ditulis
   1. Mysterious Murder


W


Wanda Amyra
  Buku yang ditulis :
   1. Ghost Dormitory : In Tokyo


X

Y

Z

Ziggy Z | Blog : gingeress.tumblr.com | twitter : @monamiCROISSANT | Untuk buku nonfantasteen dari Ziggy, silahkan cek blog-nya sendiri.

 (Rohaluss Favorite Author)

  Buku yang ditulis :
   1. Wonderworks
   2. Ghost Dormitory In Sidney
   3. Lucid Dream
   4. Toriad
   5. Saving Ludo


P.S : Jangan salahin aku kenapa Wheza data penulisnya paling banyak. Dia temanku. Harusnya aku kenalan juga sama yang lain... enggak nunggu dikenalin atau mereka mengenalkan diri...

Dan terakhir, kalau kalian penulis di atas dan punya blog untuk di-share, tulis. Tulis di komentar. Oh, ya. Twitter kalian juga. E-mail boleh. Terserah kalian. Kalian juga boleh share ini di FB atau dimanapun. Aku gak peduli.

Atau kalau kalian kelupaan ditulis sama aku, tulis juga di bawah.

Sabtu, 30 Juli 2016

Mengambil Inspirasi Dari Manga Untuk Novel - Kenapa Rohaluss Tidak Suka

Karena dari 5 novel FantasTeen yang terang-terangan menggunakan inspirasi dari animu, cuma ada 1 yang bagus.

Sisanya, entah itu mereka pintar dalam mencari inspirasi sehingga saya tidak sadar. And thats mean, There is a way to have Manga as your novel inspiration. Beneran ada caranya. Yah... yah...

...hanya satu dari lima buku itu angka yang cukup besar, loh.


Coret kata Review di banner ini
Ganti jadi 'RANT'

THE ROHALUSS FIRST OFFICIAL RANT in ROHIE'S JOURNAL
Manga as Novel Inspiration


DISCLAIMER:
Aku penggemar kedua jenis karya itu. Aku tidak terlalu mengelu-elukan novel maupun manga. Heck, I wrote both of it, meskipun saya amatir dalam keduanya. Tapi setidaknya saya tahu sedikit. Tolong jangan diambil terlalu banyak, kadang saya agak marah dan perlu menuangkannya saja.

Jika ada yang tersinggung, maka saya mohon maaf.


Kenapa aku tidak menyarankan pemula untuk mengambil inspirasi dari manga?

Sederhana. Meskipun memiliki banyak persamaan, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Dan beberapa bagian bahkan sangat kontras satu sama lain sehingga tidak dapat digabung menjadi satu.

Sure, Manga sama seperti Novel. Menceritakan dan menyampaikan kisah pada orang yang membacanya.

Perbedaan pertama yang membuat mereka kontras, adalah cara penyampaiannya. Manga menyampaikan dengan gambar. Novel menyampaikan dengan tulisan dan kata-kata. Nah, masalah pertamanya juga ada di sini.


1. Kamu bisa dengan mudah memaksa imajinasi pembaca dengan gambar, tapi akan sulit dengan kata-kata. Coba kamu deskripsikan satu karakter ke 8 orang berbeda yang bisa gambar. Coba aja. Kalau gambar mereka mirip, syukur. Tapi kalau mendekati saja, yah... kamu udah jadi penulis yang bagus kok.

Kamu gak bisa maksa imajinasi orang, nak. Dan memaksakan hal tersebut di dalam bentuk tulisan, jika tidak berhati-hati hanya akan terkesan seperti infodumping dengan cara paling tidak profesional sama sekali.

But yeah, there IS a way. Cuma kalau saya bahas disini, nanti kepanjangan. Takut jadi tutorial, kan agak bangsat juga. Tulisan Imajinasi mau dikemanakan?


2. Kebanyakan novel remaja yang jelas-jelas mengambil inspirasi dari anime/manga itu KELIHATAN BANGET referensinya. Saya marah soal yang satu ini. Bukannya aku membenci ini sekali, tapi hei, plis deh. Ada batasan antara plagiarisme dan inspirasi. Kalau bisa, plis jangan disentuh, apalagi dilangkahin sedikitpun. Case in point, dua novel FantasTeen yang menggunakan percakapan antar dua karakter (persis banget, gila, sampai pakai urat aku nyelesain bukunya), dan karakter yang sama menggunakan hampir setengah plotnya mirip.

(Oke, ceritanya emang beda jauh. Salut untuk yang mendaur ulang plot. Tapi lain kali, setidaknya gitu, gendernya diubah, atau apanya diubah... Masih kelihatan referensinya jelas banget deh. Kan kzl.)

Dikutip dari blognya Mb. Balthazar (dengan perubahan banyak, soalnya saya males nyari link-nya), anggaplah karya penulis adalah seekor ayam. Kalau kamu curi, terus dijual dipasar, ya jelaslah kamu bakal dikeroyok warga. Saya juga mau nabok penulis yang kayak gini. Gak pantas disebut penulis.

Tapi tenang. Nyolong tuh, harus aman. Kamu bisa ambil referensi. Misal, pakai kaki ayamnya doang. Terus diolah pakai bumbu racikan sendiri. Disajikan dengan sambel yang kamu racik sendiri (atau nyolong dari kebun warga). Kelihatan gak, itu ayam yang kamu curi? Semoga enggak. Soalnya karya tulis tetap saja bukan ayam. Pinter-pinter ngolahnya.

Intinya, jangan sampai kamu sajikan dengan mentah. Kalau mirip banget, orang bakal curiga. Saya yang sensitif aja mau nabok penulis yang pakai percakapan tersebut. Yang kedua yang mendaur ulang plot enggak, saya salut sama keberanian dia. Cuma, kalau diulang lagi, saya beneran tabok. Pake Hell's Sword. Pinjem punya Wheza. Critical hit. Kalau bisa, sekalian Overkill.

Hint: Anime yang saya sebut di sini adalah Another (Horror anime)


3. Percaya atau enggak, bikin karakter di manga/anime dan di novel itu jauh berbeda. Orang mahaganteng mungkin bisa membuat pembaca manga terpikat, tapi di novel bisa jadi Mary Sue false alarm. Novel lebih realistik daripada manga/anime, jadi ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna. Sementara itu, di manga (apalagi shoujo manga), ganteng itu sebuah atribut yang biasa digunakan. Gak aneh, apalagi terlihat menyebalkan.


4. Orang mengalahkan satu batalion musuh seorang diri di komik bisa kelihatan keren
Tapi di dalam novel (jika tidak hati-hati) malah Mary Sue. Malah, kalau mau alay sedikit, tanpa skill yang memadai, dan kamu mencoba tulis adegan anime di novel, jadinya kayak Deus Ex-Machina ditambah dengan sentuhan Narm.

Ini masih merujuk pada statement pertama paling atas. Kamu enggak bisa memaksakan imajinasi orang yang baca teks. Makanya saya tidak pernah menyuruh orang yang baca blog aku untuk mengambil inspirasi dari manga. (To be safe, that's it)


5. Ekspresi di anime dibuat-buat, terkesan hiperbolik. Jujur, saya ngakak bukan main saat membaca (yang ini saya seneng deh, mentionnya) Solvite-nya Hilmy An Nabhanny. Kelihatan anime-nya. Banget. Saya recomend banget buat baca ini kalau kalian mau tahu kenapa saya kurang suka mendengar 'inspirasi dari manga'.



And that's it, my rant has finally over. Thank you for reading.

Selasa, 24 Mei 2016

Rata-Rata Pertanyaan Gaje di Tulisan Imajinasi

Kadang saya mau curcol aja kok...



1. Kasih saran dong soal nama/ plot/ cerita/ hal-hal lain yang kalau saya kasihin idenya bisa jadi mengubah seluruh tatanan plot aslinya
    Level annoyance: 4.5/5

Woy. Kamu niat gak sih bikin cerita? Kok nanyanya bukan tips, tapi beneran MINTA CERITA. Ini yang mau jadi penulis siapa sih?!

Kadang, minta saran judul, nama, dan plot itu lebih baik ke orang yang tahu ceritanya bakal kayak gimana. Saya tahu apa soal cerita kamu? Kalau ide yang saya kasih merusak tatanan cerita kamu gimana? Aku nulis TI bukan biar cerita kalian rusak sama ide saya. Saya ingin membantu.

Jadi plis deh. Pertanyaannya agak dipikirkan lagi, apakah pertanyaan itu pantas untuk ditanyakan ke orang asing yang gak tau apa-apa soal cerita kamu atau enggak.



2. Menurut kakak (hoeks) kalau ceritanya [insert plot yang kadang bagus, kadang juga absurd] bagus gak?
   Level annoyance: 3.5/5

Eksekusi menentukan.

Udah, jangan nanya lagi. Ada cewek cakep yang lari ke hutan, jadi pembantu dan tiba-tiba nikah sama pangeran. Cerita itu bisa jadi bagus, kok. Eksekusinya aja yang menentukan. Bukan ide. By the way, tadi itu cerita Putri Salju.



3. Boleh minta nomor HP?
   Level annoyance: None. Cuma paling ujung-ujungnya saya curcol

GHAK PUNYA HAAAPEEEE.... Tapi saya hargai pertanyaan yang satu ini. Seengaknya, ini gak bikin ribet kayak dua pertanyaan di atas.

Kalian bisa ajak saya chat melalui Google+, FB chat (meskipun jujur, saya pilih-pilih temen), Twitter. Yang jarang saya buka tapi boleh kalian kepoin AskFM dan Tumblr.



4. Kak (plis stahp panggil aku kak), baca cerita aku dong!
   Level annoyance: Kalau di blog, 1.5/5 dan di Wattpad... SAYA SENENG BANGET

Kirim linknya kalau punya Wattpad. Kalau enggak, asal saya kenal kalian saya bisa baca cerita kalian. Saya bakal terus baca sampai titik dimana saya bosen. Kalau lewat email, dan saya gak kenal kalian secara pribadi juga bakal saya baca... Tapi cuma satu chapter aja.

Agak males sih, lama-lama. Biasanya yang bilang gitu lupa krim ke e-mail saya. KHAN SAYAH SAKIT DI PHP-IN BANG. MAU DIBACA GAK SIH BANG?!



5. Ngambil ide dari anime?
  Level annoyance : 4.75/5 kalau kamu ceritain idenya dan absurd gila

Saya bukannya gak suka ide dari anime. Tapi ada 3 novel FantasTeen yang kelihatan jelas ngambil dari anime dan... sumpah, mending aku gak usah ceritain gimana. Aku gak suka. Pendapat pribadi aja.

Selain penulis-in-progress, saya komikus-in-training juga. Saya tahu perbedaan antara menulis adegan di komik dan di dalam novel. Koodrat 'Mary Sue' di komik juga gak bisa disamain sama novel. Orang yang seenak dengkul menyamakan kedua hal ini kadang bikin saya marah. Mau nulis adegan begini kok deskripsinya kayak menggambarkan adegan di anime? Gak realis banget masalahnya, dan malah bikin kelihatan *uhuk*amatir.

Kecuali kamu mau bikin Light-novel, jangan nulis adegan kayak deskripsiin skrip komik.

Emang sih, ada buku FantasTeen yang ngambil dari anime dan hasilnya lumayan (Contohnya Alive by Tessia dan The Legend of Hell's Sword by Wheza). Tapi Mengambil inspirasi =/= Menulis Gaya Anime. Dan tidak jarang banyak orang lupa akan hal ini. Terutama penulis muda yang kebanyakan baca komik daripada novel.

Kalau ini dilanjut, bakal jadi skrip panjang, jadi saya stop saja sampai sini.



Curcol selesai. Daah!

Selasa, 22 Maret 2016

About The Writing Club...

Does anyone asks about Writing Club?

Well, I'm the admin-desu! #mendadakwibu

Pertama, aku akan jelaskan salah satu yang saya dijadikan admin pembantu... wZha Writing Club!


wZha Writing Club adalah grup menulis dimana saya adalah salah satu dari admin pembantu yang mereview, memberi tips menulis, dan mencoba menghidupkan tempat... soalnya admin utamanya males *ohok* Kita emang lagi hiatus, dan kemungkinan besar, tanpa persetujuan admin utama, gak ada yang bisa daftar masuk lagi.

Kenapa?
Entah. Wheza tergila-gila pada angka 99 sehingga dia ingin menciptakan klub beranggotakan 99 orang, despite things that will happens next.

Ceritanya panjang. Aku gak mungkin bisa ganti pikiran dia sedikitpun.

Apa saja yang diajarkan di sana?
Kita ada challenge bulanan yang lagi hiatus. Kita juga support kalau ada yang kirim cerpen... paling dibabat sama Iru dan saya kalau kalian bikin kesalahan yang bikin gatel. Kita juga terima request, dan konsultasi one by one dengan ketiga admin tertinggi (cailah).

Terus, disana bisa ngapain aja?
Kirim cerpen kalian, nanti dibabat sama admin pemerbaiki cerita, member yang lain saling support dan memberi masukkan... semoga.

Kalau mau masuk?
Izin Wheza. Wewenang saya hanya ada di mereview cerita yang diserahkan member.

BTW, sejak kejadian phising di sana, Wheza hati-hati dalam memasukkan posting. Untuk menghindari kejadian memalukan yang menyinggung unsur SARA, setiap posting yang masuk ke sana harus dikonfirmasi oleh admin. Eh, kalau dijelasin panjaaaanggggg.... deh. Pokoknya ada yang phising karena FB-nya dibajak dan jadnya heboh. Udah, gitu doang.



Kayaknya menarik! Gimana dong, aku tetep mau ikut!
Akan kucoba bicarakan hal ini sama Wheza. Dia juga mau hiatus setelah buku ketujuhnya, yang lagi di tangan penerbit untuk dikembangkan sekarang. Kemungkinan besar saya yang ambil alih. Atau Iru. Atau temennya yang satu lagi. Atau yang lainnya. Entah.

Pokoknya. Gitu.



Sekarang, writing club yang aku menjadi admin... dan sebenernya gak ada gunanya sekarang :v
Ini adalah grup saya sendiri! Gak ada gunanya sih selain update tutorial baru dan menerima request-request. Tapi nanti mungkin akan berkembang menjadi sebuah blog menulis yang lebih 'wah' lagi.

Untuk sementara, diskusi terbuka akan dilakuan di akun saya. Sampai jumlah anggota memadai untuk membuka diskusi, setidaknya...

Oh, tapi kalian bisa kirim cupkikan cerita, bertanya, dll. Saya insya allah jawab.

Eh, that's it.

I guess...

Sabtu, 27 Februari 2016

[INTERMEZZO] Izin Hiatus Maret! (Galau Naskah ditolak?)

Naskah Rohie ditolak!

Tenang aja, Rohie enggak akan berhenti nulis. Tapi Rohie mau recovery aja, mungkin komentar kalian gak akan dijawab. Mungkin aku bakal telat respon.

Maret ini aku hiatus. Aku mau asah kemampuan dalam hal yang paling aku benci. Semoga aku bisa, doain aja supaya aku kembali semangat!


P.S : Ceritanya bakal dipos-kan di Wattpad.